PURBALINGGA – Pascabanjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, TNI AD melalui Kodim 0702/Purbalingga, Korem 071/Wijayakusuma, turut mengambil peran dalam penanganan dan rehabilitasi infrastruktur terdampak.
Saat ini, Kodim 0702/Purbalingga bersama pemerintah daerah dan masyarakat tengah menyelesaikan pembangunan jembatan sebagai akses penghubung warga yang sempat terputus akibat bencana.
Sebelumnya, dua unit Jembatan Bailey sebagai jembatan darurat telah rampung dipasang di Kali Gesor dan Kali Sempalan. Kini, proses pembangunan dua unit Jembatan Armco bantuan TNI AD tengah berlangsung di Kali Baros dan Kaliurip. Jembatan di dua lokasi tersebut sebelumnya hanyut dan rusak akibat banjir, sehingga memutus akses transportasi masyarakat.
Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han., saat meninjau langsung progres pembangunan dua unit Jembatan Armco serta dua unit Jembatan Bailey yang telah selesai dibangun, berharap fasilitas tersebut dapat dijaga bersama meski bersifat sementara.
“Meski Jembatan Bailey yang telah selesai dibangun bersifat sementara, kami berharap masyarakat dan seluruh unsur terkait turut menjaga dan merawatnya agar tetap bermanfaat hingga jembatan permanen dibangun,” ujarnya saat peninjauan, Minggu (22/2/2026).
Sementara itu, Mudri, warga Desa Serang, mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan tersebut. Saat ditemui ketika melintas di Jembatan Bailey Kali Sempalan, ia menyampaikan bahwa akses yang kembali terbuka sangat membantu aktivitas perekonomian warga.
“Waktu jembatan putus, sayur di kebun tidak bisa diambil sampai tua dan busuk. Kalaupun dijual, harganya turun karena kondisinya tidak segar. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa kembali normal. Terima kasih kepada TNI AD dan Kodim Purbalingga,” tuturnya.
Sebagian besar masyarakat Kecamatan Karangreja menggantungkan hidup dari sektor pertanian, khususnya komoditas sayuran. Terputusnya akses jalan dan jembatan berdampak langsung pada distribusi hasil panen dan perekonomian warga. (SF)






