Sabtu, 30 Mei 2026

Percepat Pembangunan KDKMP, Dandim Purbalingga Perkuat Sinergi Lintas Sektor

 

 




PURBALINGGA - Upaya mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Purbalingga terus didorong melalui penguatan sinergi lintas sektor. Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda di Ruang Rapat Ardilawet Setda Kabupaten Purbalingga, pada Jumat (29/5/2026).

Rapat koordinasi tersebut menjadi forum untuk menyatukan langkah antara pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait dalam menyelesaikan berbagai kendala pembangunan KDKMP yang hingga kini masih dihadapi sejumlah desa dan kelurahan di wilayah Purbalingga.

Dalam arahannya, Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., menyampaikan, bahwa sejak beberapa bulan terakhir pemerintah bersama seluruh elemen telah memiliki harapan besar agar seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Purbalingga memiliki KDKMP. Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah hambatan teknis masih menjadi tantangan utama.

"Kendala yang dihadapi antara lain persoalan kesiapan lahan, perizinan, hingga mekanisme teknis lainnya, sehingga pembangunan di beberapa desa dan kelurahan belum berjalan optimal," ujarnya. 

Dandim menjelaskan, dari total 239 desa dan kelurahan di Kabupaten Purbalingga, sebanyak 156 lokasi telah selesai dibangun. Sementara itu, pembangunan di wilayah kelurahan baru terealisasi di dua titik. Dengan demikian, masih terdapat 83 desa dan kelurahan yang hingga saat ini belum memulai pembangunan. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan kerjasama dari seluruh pihak agar target pembangunan dapat segera tercapai.

"Kami berkumpul hari ini untuk saling berbagi solusi dan menyamakan langkah agar pembangunan ke depan bisa terlaksana lebih baik," katanya.

Dandim juga menegaskan, bahwa pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap percepatan pembangunan KDKMP. Karena itu, desa-desa yang telah menyiapkan lahan diminta segera menyerahkan data untuk direkap dan dilaporkan sebagai bahan pengajuan pembangunan tahap berikutnya.

"Bagi desa yang sudah siap lahannya silakan segera diserahkan datanya. Sedangkan yang masih terkendala lahan dapat dikomunikasikan dengan pemerintah daerah, karena lebih memahami mekanisme dan teknis penyelesaiannya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Purbalingga, Nugroho Priyo Pratomo, memaparkan perkembangan terbaru pembangunan KDKMP di wilayah tersebut.
Ia menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 86 unit telah selesai dibangun dan 70 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan. Pemerintah daerah kini tengah memfokuskan upaya pada percepatan penyelesaian pembangunan dengan target rampung pada Agustus 2026.

"Masih ada 83 unit yang belum memulai proses pembangunan. Ini menjadi perhatian bersama agar seluruh target dapat terpenuhi," katanya.

Nugroho menambahkan, percepatan pembangunan KDKMP juga mendapat dukungan melalui surat edaran Kementerian Dalam Negeri yang mendorong pemerintah daerah membantu desa-desa yang mengalami kendala pembangunan.

Menurutnya, pemerintah daerah akan melakukan pendataan dan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang belum memungkinkan untuk dibangun, termasuk desa yang terkendala lahan maupun persoalan administratif lainnya. (Mk/Pen0702).



Kamis, 28 Mei 2026

Dandim 0702/Purbalingga dan Ketua Persit Serahkan Hewan Kurban kepada Panitia

 

 

PURBALINGGA – Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., bersama Ketua Persit KCK Cabang XVII DIM 0702/PBG, Nyonya Inggrit Aries Ika Satria, menyerahkan seekor sapi kurban kepada panitia di Makodim 0702/Purbalingga, Jalan Letjen S. Parman No. 1, Kelurahan Bancar, Purbalingga, Rabu (27/5/2026).

Penyerahan secara simbolis ini merupakan wujud kepedulian dan keteladanan pimpinan satuan dalam menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 0702/Purbalingga menyampaikan bahwa ibadah kurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT, sekaligus momentum untuk mempererat solidaritas dengan masyarakat sekitar.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dan mengajak seluruh anggota untuk memaknai kurban sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan serta berbagi kepada sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kurban Kodim 0702/Purbalingga, Kapten Inf M. Iskandar, menyambut baik penyerahan hewan kurban tersebut. Ia memastikan bahwa proses penyembelihan akan dilakukan sesuai syariat Islam.

“Kami menyambut baik penyerahan ini dan memastikan proses penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai syariat Islam,” katanya.

Ia menambahkan, “Selanjutnya, paket daging kurban akan didistribusikan kepada warga dan para penarik becak di lingkungan sekitar Makodim 0702/Purbalingga.”

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota TNI dan Persit dapat terus terinspirasi untuk senantiasa menebar manfaat serta kepedulian di tengah masyarakat. (Sw Pendim PBG)



Senin, 20 April 2026

Pengecoran Pondasi Jembatan Garuda di Serang Terus Dikebut

 


PURBALINGGA— Proses pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, terus menunjukkan progres signifikan. Saat ini, pekerjaan pengecoran pondasi dan pemasangan besi cor tengah dikebut guna memastikan proyek selesai tepat waktu, (20/04/2026)


Kegiatan pembangunan tersebut dilaksanakan dengan intensitas tinggi, terutama pada tahap pengecoran yang menjadi bagian krusial dalam menopang kekuatan struktur jembatan. Para pekerja bersama tim terkait terus berupaya memaksimalkan waktu dan kondisi cuaca agar pekerjaan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.


Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto, menyampaikan bahwa percepatan pekerjaan ini merupakan bentuk komitmen agar jembatan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.


“Kami terus mendorong percepatan pengecoran pondasi dan pemasangan besi cor agar pembangunan Jembatan Garuda dapat selesai sesuai target waktu yang telah ditentukan,” ujarnya.


Jembatan Garuda diharapkan nantinya dapat meningkatkan aksesibilitas warga serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Desa Serang dan sekitarnya.


Dengan adanya infrastruktur yang memadai, mobilitas masyarakat akan menjadi lebih mudah dan efisien.

Pengerjaan pembangunan jembatan Garuda ini juga tetap mengedepankan faktor keamanan dan kualitas konstruksi, sehingga hasil akhir dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.(Pendim 0702/Purbalinggga)

Kamis, 16 April 2026

Jembatan Desa Krangean Bakal Jadi Prioritas Pembangunan TMMD Reguler Ke-128

 



PURBALINGGA - Pembangunan jembatan di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, ditetapkan sebagai salah satu sasaran fisik prioritas dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun 2026 yang akan digelar oleh Kodim 0702/Purbalingga. 

Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf. Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan langkah strategis untuk membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jembatan ini nantinya menjadi penghubung vital antar wilayah di Desa Krangean. Dengan adanya akses yang lebih baik, distribusi hasil pertanian serta akses masyarakat terhadap layanan dasar akan semakin mudah,” ujar Dandim, Senin (13/4/26). 

Tak hanya itu, Dandim juga menambahkan, jika program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, akan tetapi menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong.

"Melalui TMMD, kami ingin menjaga dan menumbuhkan kembali budaya gotong royong serta mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0702/Purbalingga, Kapten Cpl Bangun Widodo turut menjelaskan, jika penentuan sasaran pembangunan jembatan tersebut telah melalui proses kajian matang serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

"Keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan warga. Selama ini akses yang ada masih terbatas dan kurang memadai. Dengan pembangunan melalui TMMD, kami berharap dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Pasiter juga menyampaikan, dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 tersebut tentunya melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah maupun partisipasi aktif masyarakat, sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dan sukses. 

"Melalui kolaborasi yang baik, maka seluruh sasaran pembangunan diharapkan dapat terselesaikan tepat waktu serta memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Krangean," pungkasnya. (Pendim Pbg)

Peran Nyata TNI di Lapangan, Gotong Royong Bongkar RTLH Awali Persiapan TMMD ke- 128 di Krangean

 




PURBALINGGA — Peran aktif TNI dalam membantu masyarakat kembali terlihat di lapangan. Di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, anggota TNI bersama warga turun langsung untuk melakukan pembongkaran rumah tidak layak huni (RTLH). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai persiapan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 128 Kodim 0702 Purbalingga.

Meski bekerja dibawah terik matahari, tanpa sekat, anggota TNI tampak membaur dengan warga. Mereka tidak hanya mengawasi jalannya kegiatan, tetapi juga ikut bekerja, mulai dari membongkar bagian rumah, meratakan lahan, hingga menyiapkan rangka besi sebagai pondasi bangunan baru. Kehadiran TNI pun menjadi sinergi dan energi tersendiri yang menumbuhkan semangat gotong royong.

Kegiatan pembongkaran hari ini dilakukan di salah satu warga yang menerima bantuan RTLH. Proses ini pun menjadi langkah awal sebelum rumah yang lebih aman dan layak dimulai dalam program TMMD.

Sertu Riyadi, anggota Kodim 0702 Purbalingga yang terlibat  langsung di lokasi menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan wujud komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat, khususnya dalam mengatasi kesulitan di wilayah pedesaan.

"Lewat kegiatan ini, kami ingin benar-benar memastikan masyarakat itu merasakan manfaat dari adanya program TMMD. Tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga kebersamaan dan kepedulian," tuturnya, Selasa (14/4/2026).

Di lapangan, kerja nyata tersebut terlihat dari pembagian tugas yang terorganisir. Sebagian anggota TNI dan warga fokus membongkar bagian bangunan lama, sementara yang lain menyiapkan material dan membersihkan area agar siap untuk tahap pembangunan berikutnya.

Pemilik rumah, Misdi mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI dan warga yang bersama-sama mengerjakan proses awal renovasi tersebut. Ia berharap pembangunan rumahnya dapat berjalan lancar hingga selesai.

Program TMMD ke-128 Kodim 0702 Purbalingga sendiri menjadi salah satu wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga. Melalui kerja nyata di lapangan seperti ini, TNI tidak hanya hadir sebagai institusi negara, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut membangun desa.

Keceriaan Pelajar Sambut TMMD, Jalan Desa Krangean Segera Dibangun

                                     

PURBALINGGA - Raut wajah ceria tampak dari para pelajar sekolah dasar di Desa Krangean, yang menyambut rencana pembangunan jalan desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 oleh Kodim 0702/Purbalingga. Harapan akan akses yang lebih layak untuk beraktivitas, khususnya menuju ke sekolah. 

Sejak lama, kondisi jalan desa yang menjadi akses utama warga tersebut mengalami kerusakan. Di tengah kondisi tersebut, kabar akan dilaksanakannya pembangunan jalan melalui program TMMD Reguler ke-128 menjadi harapan baru bagi warga Desa Krangean.

Vita, salah satu pelajar SD Negeri 1 Krangean, mengungkapkan rasa senangnya saat mengetahui jalan yang selama ini ia lalui akan segera diperbaiki. Setiap hari, ia harus berjalan kaki melewati jalan rusak untuk menuju sekolah.

"Kalau jalannya sudah bagus, saya jadi lebih semangat berangkat sekolah," ujar Vita sambil tersenyum, Senin, (13/4/26). 

Menanggapi hal itu, Serma Jarwono selaku Babinsa setempat turut menuturkan, dengan segera dibangunnya jalan Desa Krangean, mobilitas warga diperkirakan akan semakin lancar dan aman. Bagi para pelajar, jalan yang layak bukan sekadar sarana fisik, melainkan simbol harapan baru untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang lebih mudah dijangkau.

"Pembangunan infrastruktur memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Jalan yang akan dibangun bukan hanya menghubungkan antarwilayah, akan tetapi dapat membuka jalan menuju mimpi dan cita-cita generasi muda," tuturnya. (Pendim Pbg)




Haru dan Bahagia Kasniyah, Mimpi Punya Rumah Layak Terwujud Lewat TMMD ke- 128

 

 

PURBALINGGA — Raut wajah bahagia tak bisa disembunyikan Kasniyah, warga RT 01 RW 07, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, saat rumahnya akan segera dibongkar untuk direnovasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 128 Kodim 0702 Purbalingga. 

Di depan rumahnya yang masih berdinding anyaman bambu dengan kondisi yang sudah mulai lapuk, Kasniyah bersama suaminya berdiri menyaksikan proses awal persiapan. Meski rumah yang telah lama ia tempati itu akan dibongkar, perasaan haru jutsru lebih dominan. Baginya, momen ini adalah awal dari harapan baru yang sudah lama ia nantikan.

Ia bahkan bercerita, bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) ini bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Ia telah menunggu cukup lama, bahkan sebelumnya sempat mengajukan permohonan bantuan melalui pemerintah desa, namun belum dapat terealisasi. 

"Sudah lama sekali saya menunggu, dulu pernah mengajukan bantuan, tapi belum jadi. Alhamdulilah sekali sekarang bisa terwujud," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca, Selasa (14/4/2026). 

Rasa syukur pun terus ia panjatkan. Menurutnya, bantuan ini menjadi jawaban atas harapan sederhana untuk memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi dirinya dan sang suami. 

Kondisi rumah Kasniyah sendiri, memang terbilang memprihatinkan. Dinding rumahnya masih terbuat dari anyaman bambu, bahkan sudah mulai rapuh. Sementara bagian atap terlihat usang dan kurang layak untuk memberikan perlindungan optimal, terutama saat musim hujan. 

Babinsa desa setempat, Jarwono menyampaikan, rumah Kasniyah dipilih sebagai salah satu sasaran RTLH karena dinilai memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan. 

"Memang kondisi rumah Ibu Kasniyah ini sudah tidak layak. Dindingnya masih anyaman bambu, beberapa bagian juga sudah mulai rusak. Karena itu, kami prioritaskan untuk mendapatkan bantuan," tuturnya.
 
Ia menambahkan, program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur umum, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan hunian yang layak.

Dengan dimulainya proses pembongkaran ini, Kasniyah kini menatap masa depan dengan penuh harapan. Rumah sederhana yang selama ini ia tempati akan berganti menjadi hunian yang lebih kokoh, aman, dan nyaman.

Di balik pembongkaran tersebut, tersimpan pula kebahagiaan yang tak ternilai, sebuah mimpi lama yang akhirnya terwujud berkat kepedulian dan kebersamaan melalui program TMMD ke-128.