Selasa, 07 Juli 2026

Angkut Pasir Estafet , Warnai Pembangunan Jembatan Gantung Garuda

 




PURBALINGGA–Semangat gotong royong warga masih sangat kental terasa dalam pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Demi mempercepat pengecoran tiang pancang, warga bersama anggota Kodim 0702/Purbalingga mengangkut pasir secara estafet menggunakan ember dari tangan ke tangan di atas aliran sungai, (8/7/2026).

Cara sederhana ini jadi solusi yang paling efektif untuk membawa material ke titik pengecoran yang memang sulit dijangkau kendaraan atau alat berat.

Puluhan warga nampak kompak bekerja tanpa kenal lelah, saling oper ember berisi pasir secara berantai. Hal ini menunjukkan jika budaya gotong royong masih kuat di tengah masyarakat.

Salah satu warga Desa Wanogara Wetan, Yati, mengaku senang bisa ikut langsung dalam pembangunan jembatan yang sudah lama dinantikan warga.

"Kami dengan ikhlas bergotong royong karena jembatan ini nantinya akan memudahkan aktivitas masyarakat. Semoga pembangunannya berjalan lancar dan segera dapat dimanfaatkan bersama," ujarnya.

Sementara itu, anggota Kodim 0702/Purbalingga, Sertu Yatin Subagyo, mengatakan bahwa keterlibatan aktif warga jadi salah satu hal penting untuk mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Garuda.

"Antusiasme warga sangat luar biasa. Meski harus melangsir pasir secara estafet menggunakan ember, mereka tetap semangat. Kebersamaan seperti ini jadi modal penting untuk menyelesaikan pembangunan jembatan demi kepentingan masyarakat," ungkapnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mempermudah mobilitas warga. Kehadiran jembatan ini diharapkan bisa mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat, sekaligus jadi bukti nyata kerja sama antara TNI dan rakyat dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.(SF)

Dandim 0702/Purbalingga Ikuti Zoom Meeting Bersama Wapang TNI Bahas Percepatan Pembangunan Gedung KDKMP

 

 




PURBALINGGA – Komandan Kodim (Dandim) 0702/Purbalingga, Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., mengikuti kegiatan Zoom Meeting yang dipimpin oleh Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, dalam rangka mendukung percepatan pembangunan Gedung KDKMP. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Koperasi Desa Merah Putih, Desa Karangjambe, Kecamatan Padamara , Kabupaten Purbalingga, Selasa (7/7/2026). 

Dalam arahannya, Wakil Panglima TNI menekankan pentingnya percepatan pembangunan Gedung KDKMP agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu, seluruh pihak diminta memastikan pembangunan dilaksanakan sesuai perencanaan, tepat sasaran, serta mengutamakan kualitas sehingga gedung yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Usai mengikuti Zoom Meeting, Dandim 0702/Purbalingga meninjau langsung progres pembangunan gedung bersama anggota untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana. Peninjauan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Kodim 0702/Purbalingga dalam mendukung program pemerintah serta mewujudkan fasilitas yang mampu meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Dandim menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Dengan pengawasan yang baik dan koordinasi yang berkesinambungan, diharapkan Gedung KDKMP dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Karangjambe dan sekitarnya. (Pendim PBG)


Koramil 11/Karangmoncol Ajak Santri dan Masyarakat Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di Ponpes Mathali Ul Falah

 

 

PURBALINGGA–Dalam rangka mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menumbuhkan semangat persatuan dan nasionalisme, Koramil 11/Karangmoncol Kodim 0702/Purbalingga menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Kebangsaan pertandingan Sepak Bola Piala Dunia 2026 bersama para santri dan masyarakat di Pondok Pesantren Mathali Ul Falah, Desa Pekiringan, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Rabu (8/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut mendapat sambutan antusias dari para santri, tokoh agama, dan warga sekitar. Selain menjadi sarana hiburan, nobar juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat silaturahmi serta membangun kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

Danramil 11/Karangmoncol, Letda Inf Sutarna, mengatakan bahwa Nobar Kebangsaan merupakan salah satu media komunikasi sosial TNI dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa persatuan, mempererat hubungan emosional, serta meningkatkan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

"Sepak bola merupakan olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan. Melalui Nobar Kebangsaan ini, kami ingin mempererat tali silaturahmi antara TNI, para santri, dan masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai persatuan, kebersamaan, serta semangat cinta tanah air," ujar Letda Inf Sutarna.

Sementara itu, salah satu santri Pondok Pesantren Mathali Ul Falah, Rifai, menyampaikan apresiasi kepada Koramil 11/Karangmoncol atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran TNI di lingkungan pondok pesantren memberikan energi positif dan semakin mendekatkan hubungan antara aparat dengan masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih kepada Koramil 11/Karangmoncol yang telah mengajak para santri dan masyarakat mengikuti Nobar Kebangsaan. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga mempererat ukhuwah serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan cinta kepada bangsa Indonesia," ungkap Sobirin.

Melalui kegiatan seperti ini, Koramil 11/Karangmoncol berharap sinergi antara TNI, santri pondok pesantren, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta kondusivitas wilayah.(SF)



Senin, 06 Juli 2026

Semangat Gotong Royong Warnai Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Serayularangan



PURBALINGGA – Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat terus mengiringi pembangunan Jembatan Gantung di Desa Serayularangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Hingga Selasa (7/7/2026), progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan sejumlah tahapan pengerjaan pengecoran pondasi terus dipercepat.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan akses transportasi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kehadiran jembatan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan memperlancar konektivitas antarwilayah.

Program ini merupakan wujud kepedulian TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0702/Purbalingga dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Babinsa Desa Serayularangan, Serda Muhtarom, mengatakan pembangunan jembatan menjadi bagian dari komitmen Kodim 0702/Purbalingga untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang layak.

"Melalui semangat gotong royong bersama warga, kami berharap pembangunan jembatan ini dapat selesai sesuai target sehingga segera dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran jembatan ini nantinya akan mempermudah akses warga dan mendukung aktivitas ekonomi maupun sosial," ujarnya.

Pengerjaan jembatan dilakukan secara bergotong royong oleh personel Koramil 10/Mrebet bersama warga Desa Serayularangan. Kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan menjadi bukti kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan di daerah.

Salah seorang warga, Suradi, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam proses pembangunan tersebut. Menurutnya, jembatan gantung yang sedang dibangun merupakan harapan lama masyarakat karena akan mempermudah akses menuju lahan pertanian maupun ke wilayah sekitar.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membangun jembatan ini. Warga juga bersemangat ikut bergotong royong karena manfaatnya akan kami rasakan bersama," tutur Suradi.

Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, Jembatan Gantung Desa Serayularangan diharapkan segera selesai dan menjadi sarana penghubung yang mampu meningkatkan mobilitas, memperkuat perekonomian, serta mendukung aktivitas masyarakat secara lebih aman dan efisien. (Mk/Pen0702)



Minggu, 05 Juli 2026

Semangat Gotong Royong Warnai Persiapan Pengecoran Pondasi Jembatan Gantung Garuda di Desa Wanogara Wetan

 


PURBALINGGA–Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki tahap persiapan pengecoran pondasi tiang pancang, semangat gotong royong antara anggota Kodim 0702/Purbalingga dan masyarakat semakin terlihat dalam setiap tahapan pekerjaan.


Puluhan warga dengan penuh antusias bersama personel TNI bergotong royong mengumpulkan material batu dan pasir yang diambil dari dasar sungai. Material tersebut akan digunakan sebagai bahan utama dalam pelaksanaan pengecoran pondasi tiang pancang sebagai struktur penyangga utama jembatan, (6/7/2026).


Babinsa Koramil 13/Rembang, Kodim 0702/Purbalingga, Serda Supriyohadi yang membina Desa Wanogara Wetan mengatakan, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti kuat bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan harapan bersama yang telah lama dinantikan.


"Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Mereka secara sukarela bergotong royong mengumpulkan batu dan pasir dari sungai sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan jembatan. Semangat kebersamaan ini menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat," ungkapnya.


Hal senada disampaikan Sugeng, salah seorang warga Desa Wanogara Wetan. Menurutnya, keberadaan Jembatan Gantung Garuda akan memberikan dampak positif bagi masyarakat karena mampu memperlancar mobilitas warga serta meningkatkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial.


"Kami sangat bersyukur dan bersemangat ikut bergotong royong karena jembatan ini merupakan impian masyarakat sejak lama. Semoga pembangunannya berjalan lancar sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh warga," ujarnya.


Pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, membuka akses transportasi yang lebih aman dan efisien, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

Melalui sinergi antara TNI dan masyarakat yang terus terjalin dengan baik, diharapkan seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya. Semangat gotong royong yang terus dipelihara menjadi cerminan nyata bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan kekuatan utama dalam mendukung percepatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.(SF)

Kamis, 02 Juli 2026

Jembatan Garuda Hadir Untuk Mobilitas dan Ekonomi Desa

 



PURBALINGGA - Pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Serayularangan, Kecamatan Mrebet dengan Desa Talagening, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, melibatkan gotong-royong unsur TNI dan warga, Jumat (3/7/2026). 

Pembangunan jembatan tersebut diharapkan nantinya mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.

Pembangunan infrastruktur itu mendapat perhatian masyarakat, karena selama ini akses penghubung antarwilayah dinilai masih terbatas, terutama saat musim hujan ketika arus sungai meningkat dan aktivitas warga terganggu.

Menurut Danramil 10/Mrebet Kapten Inf Bambang Sulistyo, pembangunan Jembatan Garuda menjadi langkah strategis dalam membuka konektivitas antarwilayah sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan aman.

"Jembatan ini nantinya tidak hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi warga, mulai dari pertanian, perdagangan, hingga distribusi hasil usaha masyarakat desa," ujarnya. 

Danramil juga menambahkan, keberadaan jembatan tersebut juga diharapkan mempercepat akses pelayanan pendidikan, maupun kegiatan sosial masyarakat di dua kecamatan.

"Warga setempat menyambut positif pembangunan Jembatan Garuda, karena selama ini masyarakat harus memutar cukup jauh untuk menuju wilayah seberang, sehingga membutuhkan waktu dan biaya transportasi lebih besar," imbuhnya.

Sementara itu, Babinsa setempat Sertu Muhtarom turut menuturkan, jika pemerintah desa bersama unsur TNI dan masyarakat turut bergotong royong mendukung proses pembangunan agar dapat selesai sesuai target.

"Semangat kebersamaan terlihat dalam kegiatan pengerjaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Dengan hadirnya Jembatan Garuda, diharapkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Purbalingga semakin meningkat dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan," tuturnya. (Mk/Pen0702)



 




PURBALINGGA – Di tengah dinginnya malam Purbalingga, kehangatan justru terpancar dari Koramil 08/Bobotsari. Bukan derap sepatu lars atau suara tembakan latihan yang terdengar, melainkan teriakan kompak warga dan anggota TNI yang menyatu saat menyaksikan duel Portugal VS Kroasia di Piala Dunia 2026, Jumat (3/7/2026).

Di tempat tersebut, Danramil 08/Bobotsari, Kapten Inf Iskandar, punya taktik unik dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Baginya, pertahanan terkuat bukan hanya pagar kawat berduri, melainkan hubungan emosional yang tulus dengan masyarakat. Melalui gelaran Nobar Kebangsaan, ia ingin membuktikan bahwa TNI adalah bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan warga.

“Kami tidak ingin warga takut datang ke Koramil 08/Bobotsari. Kami ingin ini menjadi rumah bersama, tempat di mana keresahan bisa diceritakan sambil menyeruput kopi dan menonton bola,” tegasnya. 

Di tempat yang sama, Fajar, salah seorang warga mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada anggota koramil 08/Bobotsari yang telah menggelar nobar piala dunia. 

"Semoga acara seperti ini bisa sering diadakan, soalnya kalo kita nobar bareng jadi makin meriah nontonnya. Terimakasih anggota Koramil 08/Bobotsari sudah menggelar nobar piala dunia 2026.Semoga TNI semakin di cintai rakyat", ungkapnya. 

Seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang, duduk setara di depan layar lebar. Canda tawa dan analisis taktis soal permainan sepak bola mengalir sepanjang malam, mencairkan hierarki antara aparat dan sipil. Inisiatif ini merupakan implementasi nyata dari moto “Bersama Rakyat TNI Kuat”, mengubah hiburan olahraga global menjadi perekat kebangsaan di tingkat akar rumput. (Pendim PBG)