Minggu, 30 Agustus 2026

Kodim 0702/Purbalingga Bersama Masyarakat Gelar Salat Istisqa, Mohon Turunnya Hujan

 




PURBALINGGA – Kodim 0702/Purbalingga bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di tengah kondisi musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya, Senin (31/8/2026).

Kegiatan Salat Istisqa tersebut diikuti oleh prajurit Kodim 0702/Purbalingga bersama masyarakat. Pelaksanaan salat berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan dilanjutkan dengan doa bersama memohon keberkahan serta turunnya hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Pasipers Kodim 0702/Purbalingga Kapten Inf Abu Khasan mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dilakukan TNI bersama masyarakat untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT.

“Salat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang cukup, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan air dan pertanian,” ujar Kapten Inf Abu Khasan.

Menurutnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro bersama masyarakat di wilayah masing-masing. Hal tersebut menjadi wujud kepedulian dan kebersamaan TNI dengan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau.

“Selain sebagai bentuk ibadah dan doa, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta kepedulian antara TNI dan masyarakat,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan Salat Istisqa, diharapkan hujan segera turun di wilayah Purbalingga dan sekitarnya, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat, menjaga keberlangsungan sektor pertanian, serta mengurangi dampak kekeringan yang terjadi selama musim kemarau.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa bersyukur, menjaga kelestarian lingkungan, serta bersama-sama menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat perubahan kondisi cuaca.

Festival Kenthongan Meriahkan HUT Ke- 81 RI di Purbalingga

 




PURBALINGGA – Festival Kenthongan 2026 menjadi salah satu warna dalam rangkaian perayaan HUT Ke- 81 Kemerdekaan RI di Purbalingga. Di tengah semangat memperingati kemerdekaan, dentuman kenthongan yang menggema di Alun-alun Purbalingga, pada Sabtu (29/8/2026) malam. 

Festival tersebut tidak hanya menyuguhkan kemeriahan saja, akan tetapi menjadi panggung bagi para seniman untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga eksistensi kesenian tradisional khas Banyumasan di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan ini turut dihadiri Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta ribuan warga tampak antusias menyaksikannya. 

Sebanyak 10 grup kenthongan asal Kabupaten Purbalingga ambil bagian dalam festival tersebut. Masing-masing grup tampil dengan konsep pertunjukan yang menarik serta memadukan berbagai ikon khas Purbalingga.

Penampilan diawali oleh grup ELJA yang membuka kemeriahan festival. Selanjutnya, satu per satu grup menunjukkan kebolehannya, mulai dari Citra Nada, Sadawira, Soul Play, Kholokatung, Pablo, Irama Sabuk Wulung, Krida Kukila, Balamoeda hingga Sameday. Setiap penampilan menghadirkan karakter dan kreativitas tersendiri. 

Setelah melalui proses penilaian dewan juri, grup Citra Nada berhasil keluar sebagai juara pertama Festival Kenthongan 2026, posisi juara kedua diraih oleh Balamoeda, sementara Kholokatung berhasil menempati posisi juara ketiga. Untuk kategori juara harapan, Soul Play meraih juara harapan pertama, Irama Sabuk Wulung sebagai juara harapan kedua, dan Pablo meraih juara harapan ketiga.

Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang. Dalam kesempatan itu, Ia menyampaikan selamat kepada seluruh grup yang berhasil meraih prestasi dalam Festival Kenthongan 2026. Menurut Dandim, terselenggaranya Festival Kenthongan menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian bersama dalam menjaga dan melestarikan kesenian tradisional khas Banyumasan.

"Festival ini bukan sekedar hiburan saja, akan tetapi menjadi upaya kita bersama untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus," ujar Letkol Inf Aries Ika Satria.

Dandim menuturkan, jika pelestarian budaya membutuhkan dukungan dan peran aktif dari berbagai pihak. Pemerintah, pelaku seni, hingga masyarakat harus saling bersinergi untuk menjaga kekayaan budaya lokal agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

"Budaya adalah identitas kita. Karena itu, perlu dukungan bersama yang saling menguatkan agar kesenian tradisional tetap lestari dan mampu diwariskan kepada generasi mendatang," pungkasnya. (Pendim Pbg)

Festival Kenthongan Meriahkan HUT Ke- 81 RI di Purbalingga

 




PURBALINGGA – Festival Kenthongan 2026 menjadi salah satu warna dalam rangkaian perayaan HUT Ke- 81 Kemerdekaan RI di Purbalingga. Di tengah semangat memperingati kemerdekaan, dentuman kenthongan yang menggema di Alun-alun Purbalingga, pada Sabtu (29/8/2026) malam. 

Festival tersebut tidak hanya menyuguhkan kemeriahan saja, akan tetapi menjadi panggung bagi para seniman untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga eksistensi kesenian tradisional khas Banyumasan di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan ini turut dihadiri Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta ribuan warga tampak antusias menyaksikannya. 

Sebanyak 10 grup kenthongan asal Kabupaten Purbalingga ambil bagian dalam festival tersebut. Masing-masing grup tampil dengan konsep pertunjukan yang menarik serta memadukan berbagai ikon khas Purbalingga.

Penampilan diawali oleh grup ELJA yang membuka kemeriahan festival. Selanjutnya, satu per satu grup menunjukkan kebolehannya, mulai dari Citra Nada, Sadawira, Soul Play, Kholokatung, Pablo, Irama Sabuk Wulung, Krida Kukila, Balamoeda hingga Sameday. Setiap penampilan menghadirkan karakter dan kreativitas tersendiri. 

Setelah melalui proses penilaian dewan juri, grup Citra Nada berhasil keluar sebagai juara pertama Festival Kenthongan 2026, posisi juara kedua diraih oleh Balamoeda, sementara Kholokatung berhasil menempati posisi juara ketiga. Untuk kategori juara harapan, Soul Play meraih juara harapan pertama, Irama Sabuk Wulung sebagai juara harapan kedua, dan Pablo meraih juara harapan ketiga.

Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang. Dalam kesempatan itu, Ia menyampaikan selamat kepada seluruh grup yang berhasil meraih prestasi dalam Festival Kenthongan 2026. Menurut Dandim, terselenggaranya Festival Kenthongan menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian bersama dalam menjaga dan melestarikan kesenian tradisional khas Banyumasan.

"Festival ini bukan sekedar hiburan saja, akan tetapi menjadi upaya kita bersama untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus," ujar Letkol Inf Aries Ika Satria.

Dandim menuturkan, jika pelestarian budaya membutuhkan dukungan dan peran aktif dari berbagai pihak. Pemerintah, pelaku seni, hingga masyarakat harus saling bersinergi untuk menjaga kekayaan budaya lokal agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

"Budaya adalah identitas kita. Karena itu, perlu dukungan bersama yang saling menguatkan agar kesenian tradisional tetap lestari dan mampu diwariskan kepada generasi mendatang," pungkasnya. (Pendim Pbg)

Jumat, 28 Agustus 2026

Serda Wisnuaji Hadiri Musdes Penetapan Badan Permusyawaratan Desa Pengadegan

 



Purbalingga – Serda Wisnuaji, Babinsa Koramil 07/Kejobong Kodim 0702/Purbalingga, menghadiri kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pengadegan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Desa Pengadegan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Jumat malam (28/08/2026).

Musyawarah Desa Penetapan BPD ini dihadiri oleh Kepala Desa Pengadegan, perangkat desa, Babinsa Pengadegan, tokoh masyarakat, serta warga yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran Serda Wisnuaji selaku Babinsa Pengadegan dalam kegiatan Musdes merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program dan kegiatan pemerintahan desa, sekaligus untuk menjalin komunikasi serta mempererat sinergi antara TNI dengan pemerintah desa dan masyarakat.

Kepala Desa Pengadegan, Wasilah, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Babinsa Koramil 07/Kejobong atas kehadirannya dalam kegiatan Musyawarah Desa tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa Koramil 07/Kejobong yang telah hadir dalam kegiatan Musdes Penetapan BPD Desa Pengadegan. Kehadiran Babinsa memberikan rasa aman dan nyaman sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Wasilah.

Sementara itu, Serda Wisnuaji selaku Babinsa Pengadegan mengatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas Babinsa untuk selalu mendampingi dan mendukung kegiatan masyarakat serta pemerintahan desa di wilayah binaannya.

“Semoga melalui Musyawarah Desa ini dapat menghasilkan keputusan yang terbaik dan membawa manfaat bagi kemajuan Desa Pengadegan serta seluruh masyarakat,” pungkasnya. (Pendim 0702/Purbalingga)

Kamis, 27 Agustus 2026

Semangat, Bangun Jembatan Perintis Garuda di Desa Serayu Larangan

 



PURBALINGGA – Semangat gotong royong ditunjukkan Babinsa Sertu Muhtarom bersama warga dalam pembangunan jembatan perintis garuda di Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jumat(28/8/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi wujud kebersamaan dalam mendukung pembangunan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.
Dalam proses pembangunan, Sertu Muhtarom turut terlibat langsung bersama warga. Dengan penuh semangat, mereka bekerja secara bersama-sama menyiapkan bagian konstruksi jembatan perintis garuda yang berada di atas aliran sungai.

Sejumlah warga tampak mengerjakan rangka besi sebagai bagian dari konstruksi jembatan. Sementara itu, bambu digunakan sebagai penyangga sementara untuk membantu kelancaran proses pekerjaan di lokasi.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebagai bentuk pendampingan, tetapi juga untuk mendorong semangat gotong royong. Kebersamaan antara TNI dan warga diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan tersebut.

Saat dii lokasi, Sertu Muhtarom mengatakan bahwa pekerjaan pembangunan jembatan membutuhkan kerja sama dan kehati-hatian karena dilakukan di atas aliran sungai. Oleh karena itu, seluruh warga yang terlibat diharapkan tetap mengutamakan keselamatan selama bekerja.

“Pembangunan ini merupakan bentuk kebersamaan. Dengan semangat gotong royong, pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan dan dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat dinilai semakin mempererat hubungan dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun lingkungan desa.
Melalui kegiatan ini, semangat gotong royong diharapkan terus terjaga. Pembangunan jembatan Perintis Garuda di Desa Serayu Larangan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kelancaran aktivitas warga setelah nantinya selesai dan dapat digunakan.(PendimPBG)



Kodim 0702/Purbalingga Galang Bantuan Untuk Korban Bencana Alam NTT

 



PURBALINGGA – Kepedulian terhadap saudara-saudara yang tertimpa musibah bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai daerah, salah satunya dari Kabupaten Purbalingga. Melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0702/Purbalingga, di gelar aksi penggalangan bantuan kemanusiaan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat Kabupaten Purbalingga, Jumat (28/8/2026). 

Kegiatan pengumpulan bantuan ini merupakan wujud nyata solidaritas dan kepedulian warga Purbalingga terhadap masyarakat NTT yang tengah mengalami kesusahan akibat bencana alam yang melanda Provinsi tersebut. Bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan langsung ke lokasi-lokasi terdampak di NTT.

Komandan Kodim 0702/Purbalingga, 
Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., menyampaikan bahwa gerakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan meringankan beban penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat NTT.

"Bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami dari warga Purbalingga. Mudah-mudahan apa yang kita kumpulkan dapat sedikit meringankan kesulitan yang sedang dihadapi oleh saudara-saudara kita di NTT," ujarnya. 

Dandim 0702/Purbalingga juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Purbalingga yang telah berpartisipasi dalam penggalangan bantuan ini. Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial ini terus terjaga dan menjadi bagian dari karakter bangsa.

Kodim 0702/Purbalingga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memanjatkan doa agar korban bencana di NTT diberikan ketabahan dan kekuatan, serta proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat dan lancar. (PendimPBG)

Rabu, 26 Agustus 2026

Tetap Semangat, TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda Permudah Akses Warga

 

 




PURBALINGGA – Semangat gotong royong terus ditunjukkan TNI bersama warga  dalam pembangunan Jembatan Garuda di Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Pembangunan jembatan tersebut dilakukan untuk mempermudah akses dan mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, Kamis (27/08/2026).

Babinsa Koramil 13/Rembang, Serda Supriyo Hadi, bersama warga terus bergotong royong mengerjakan pembangunan jembatan. Meski pekerjaan membutuhkan tenaga dan waktu, semangat kebersamaan tetap terjaga demi mempercepat penyelesaian jembatan agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

Serda Supriyo Hadi mengatakan, keterlibatan TNI bersama warga merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan warga, khususnya dalam menyediakan akses yang lebih mudah dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.

“Pembangunan jembatan ini kami lakukan bersama warga dengan semangat gotong royong. Harapannya, setelah selesai nanti jembatan ini dapat memberikan manfaat dan mempermudah akses warga dalam beraktivitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kekompakan antara TNI dan warga menjadi kekuatan tersendiri dalam mempercepat proses pembangunan.
Sementara itu, warga menyambut baik pembangunan Jembatan Garuda tersebut. 

Warga berharap jembatan dapat segera selesai sehingga akses warga menjadi lebih mudah dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lebih lancar.
Pembangunan Jembatan Garuda menjadi salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong.(Pendim 0702/Purbalingga).