Senin, 20 April 2026

Pengecoran Pondasi Jembatan Garuda di Serang Terus Dikebut

 


PURBALINGGA— Proses pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, terus menunjukkan progres signifikan. Saat ini, pekerjaan pengecoran pondasi dan pemasangan besi cor tengah dikebut guna memastikan proyek selesai tepat waktu, (20/04/2026)


Kegiatan pembangunan tersebut dilaksanakan dengan intensitas tinggi, terutama pada tahap pengecoran yang menjadi bagian krusial dalam menopang kekuatan struktur jembatan. Para pekerja bersama tim terkait terus berupaya memaksimalkan waktu dan kondisi cuaca agar pekerjaan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.


Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto, menyampaikan bahwa percepatan pekerjaan ini merupakan bentuk komitmen agar jembatan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.


“Kami terus mendorong percepatan pengecoran pondasi dan pemasangan besi cor agar pembangunan Jembatan Garuda dapat selesai sesuai target waktu yang telah ditentukan,” ujarnya.


Jembatan Garuda diharapkan nantinya dapat meningkatkan aksesibilitas warga serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Desa Serang dan sekitarnya.


Dengan adanya infrastruktur yang memadai, mobilitas masyarakat akan menjadi lebih mudah dan efisien.

Pengerjaan pembangunan jembatan Garuda ini juga tetap mengedepankan faktor keamanan dan kualitas konstruksi, sehingga hasil akhir dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.(Pendim 0702/Purbalinggga)

Kamis, 16 April 2026

Jembatan Desa Krangean Bakal Jadi Prioritas Pembangunan TMMD Reguler Ke-128

 



PURBALINGGA - Pembangunan jembatan di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, ditetapkan sebagai salah satu sasaran fisik prioritas dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun 2026 yang akan digelar oleh Kodim 0702/Purbalingga. 

Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf. Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan langkah strategis untuk membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jembatan ini nantinya menjadi penghubung vital antar wilayah di Desa Krangean. Dengan adanya akses yang lebih baik, distribusi hasil pertanian serta akses masyarakat terhadap layanan dasar akan semakin mudah,” ujar Dandim, Senin (13/4/26). 

Tak hanya itu, Dandim juga menambahkan, jika program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, akan tetapi menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong.

"Melalui TMMD, kami ingin menjaga dan menumbuhkan kembali budaya gotong royong serta mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0702/Purbalingga, Kapten Cpl Bangun Widodo turut menjelaskan, jika penentuan sasaran pembangunan jembatan tersebut telah melalui proses kajian matang serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

"Keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan warga. Selama ini akses yang ada masih terbatas dan kurang memadai. Dengan pembangunan melalui TMMD, kami berharap dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Pasiter juga menyampaikan, dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 tersebut tentunya melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah maupun partisipasi aktif masyarakat, sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dan sukses. 

"Melalui kolaborasi yang baik, maka seluruh sasaran pembangunan diharapkan dapat terselesaikan tepat waktu serta memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Krangean," pungkasnya. (Pendim Pbg)

Peran Nyata TNI di Lapangan, Gotong Royong Bongkar RTLH Awali Persiapan TMMD ke- 128 di Krangean

 




PURBALINGGA — Peran aktif TNI dalam membantu masyarakat kembali terlihat di lapangan. Di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, anggota TNI bersama warga turun langsung untuk melakukan pembongkaran rumah tidak layak huni (RTLH). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai persiapan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 128 Kodim 0702 Purbalingga.

Meski bekerja dibawah terik matahari, tanpa sekat, anggota TNI tampak membaur dengan warga. Mereka tidak hanya mengawasi jalannya kegiatan, tetapi juga ikut bekerja, mulai dari membongkar bagian rumah, meratakan lahan, hingga menyiapkan rangka besi sebagai pondasi bangunan baru. Kehadiran TNI pun menjadi sinergi dan energi tersendiri yang menumbuhkan semangat gotong royong.

Kegiatan pembongkaran hari ini dilakukan di salah satu warga yang menerima bantuan RTLH. Proses ini pun menjadi langkah awal sebelum rumah yang lebih aman dan layak dimulai dalam program TMMD.

Sertu Riyadi, anggota Kodim 0702 Purbalingga yang terlibat  langsung di lokasi menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan wujud komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat, khususnya dalam mengatasi kesulitan di wilayah pedesaan.

"Lewat kegiatan ini, kami ingin benar-benar memastikan masyarakat itu merasakan manfaat dari adanya program TMMD. Tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga kebersamaan dan kepedulian," tuturnya, Selasa (14/4/2026).

Di lapangan, kerja nyata tersebut terlihat dari pembagian tugas yang terorganisir. Sebagian anggota TNI dan warga fokus membongkar bagian bangunan lama, sementara yang lain menyiapkan material dan membersihkan area agar siap untuk tahap pembangunan berikutnya.

Pemilik rumah, Misdi mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI dan warga yang bersama-sama mengerjakan proses awal renovasi tersebut. Ia berharap pembangunan rumahnya dapat berjalan lancar hingga selesai.

Program TMMD ke-128 Kodim 0702 Purbalingga sendiri menjadi salah satu wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga. Melalui kerja nyata di lapangan seperti ini, TNI tidak hanya hadir sebagai institusi negara, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut membangun desa.

Keceriaan Pelajar Sambut TMMD, Jalan Desa Krangean Segera Dibangun

                                     

PURBALINGGA - Raut wajah ceria tampak dari para pelajar sekolah dasar di Desa Krangean, yang menyambut rencana pembangunan jalan desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 oleh Kodim 0702/Purbalingga. Harapan akan akses yang lebih layak untuk beraktivitas, khususnya menuju ke sekolah. 

Sejak lama, kondisi jalan desa yang menjadi akses utama warga tersebut mengalami kerusakan. Di tengah kondisi tersebut, kabar akan dilaksanakannya pembangunan jalan melalui program TMMD Reguler ke-128 menjadi harapan baru bagi warga Desa Krangean.

Vita, salah satu pelajar SD Negeri 1 Krangean, mengungkapkan rasa senangnya saat mengetahui jalan yang selama ini ia lalui akan segera diperbaiki. Setiap hari, ia harus berjalan kaki melewati jalan rusak untuk menuju sekolah.

"Kalau jalannya sudah bagus, saya jadi lebih semangat berangkat sekolah," ujar Vita sambil tersenyum, Senin, (13/4/26). 

Menanggapi hal itu, Serma Jarwono selaku Babinsa setempat turut menuturkan, dengan segera dibangunnya jalan Desa Krangean, mobilitas warga diperkirakan akan semakin lancar dan aman. Bagi para pelajar, jalan yang layak bukan sekadar sarana fisik, melainkan simbol harapan baru untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang lebih mudah dijangkau.

"Pembangunan infrastruktur memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Jalan yang akan dibangun bukan hanya menghubungkan antarwilayah, akan tetapi dapat membuka jalan menuju mimpi dan cita-cita generasi muda," tuturnya. (Pendim Pbg)




Haru dan Bahagia Kasniyah, Mimpi Punya Rumah Layak Terwujud Lewat TMMD ke- 128

 

 

PURBALINGGA — Raut wajah bahagia tak bisa disembunyikan Kasniyah, warga RT 01 RW 07, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, saat rumahnya akan segera dibongkar untuk direnovasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 128 Kodim 0702 Purbalingga. 

Di depan rumahnya yang masih berdinding anyaman bambu dengan kondisi yang sudah mulai lapuk, Kasniyah bersama suaminya berdiri menyaksikan proses awal persiapan. Meski rumah yang telah lama ia tempati itu akan dibongkar, perasaan haru jutsru lebih dominan. Baginya, momen ini adalah awal dari harapan baru yang sudah lama ia nantikan.

Ia bahkan bercerita, bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) ini bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Ia telah menunggu cukup lama, bahkan sebelumnya sempat mengajukan permohonan bantuan melalui pemerintah desa, namun belum dapat terealisasi. 

"Sudah lama sekali saya menunggu, dulu pernah mengajukan bantuan, tapi belum jadi. Alhamdulilah sekali sekarang bisa terwujud," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca, Selasa (14/4/2026). 

Rasa syukur pun terus ia panjatkan. Menurutnya, bantuan ini menjadi jawaban atas harapan sederhana untuk memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi dirinya dan sang suami. 

Kondisi rumah Kasniyah sendiri, memang terbilang memprihatinkan. Dinding rumahnya masih terbuat dari anyaman bambu, bahkan sudah mulai rapuh. Sementara bagian atap terlihat usang dan kurang layak untuk memberikan perlindungan optimal, terutama saat musim hujan. 

Babinsa desa setempat, Jarwono menyampaikan, rumah Kasniyah dipilih sebagai salah satu sasaran RTLH karena dinilai memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan. 

"Memang kondisi rumah Ibu Kasniyah ini sudah tidak layak. Dindingnya masih anyaman bambu, beberapa bagian juga sudah mulai rusak. Karena itu, kami prioritaskan untuk mendapatkan bantuan," tuturnya.
 
Ia menambahkan, program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur umum, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan hunian yang layak.

Dengan dimulainya proses pembongkaran ini, Kasniyah kini menatap masa depan dengan penuh harapan. Rumah sederhana yang selama ini ia tempati akan berganti menjadi hunian yang lebih kokoh, aman, dan nyaman.

Di balik pembongkaran tersebut, tersimpan pula kebahagiaan yang tak ternilai, sebuah mimpi lama yang akhirnya terwujud berkat kepedulian dan kebersamaan melalui program TMMD ke-128.




Rabu, 15 April 2026

Warga Krangean Sambut Bahagia Pembangunan Jalan Penghubung Desa dalam TMMD ke-128

 

 

PURBALINGGA — Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah warga Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga usai mengikuti sosialisasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 128 Kodim 0702 Purbalingga. Bagi mereka, program ini bukan sekedar kegiatan pembangunan, tetapi jawaban atas harapan lama, khususnya terkait akses jalan yang akan menghubungkan dua desa, yakni Desa Krangean dan Ponjen. 

Suasana sosialisasi pun berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Warga tampak aktif menyimak dan berdialog, terutama saat membahas rencana pembangunan jalan yang akan menghubungkan Desa Krangean dengan Desa Ponjen. Rencana tersebut langsung disambut dengan senyum dan rasa syukur oleh masyarakat. 

Sutomo, salah satu warga Desa Krangean, mengaku sudah datang sejak pagi di balai desa demi mengikuti sosialisasi tersebut. Ia ingin memastikan langsung informasi terkait program yang akan dilaksanakan di desanya. 

"Saya sudah sejak pagi disini, pengin tahu apa saja program yang nanti dilaksanakan," katanya, Selasa (14/4/2026). 

Kebahagiaannya pun semakin bertambah saat mengetahui bahwa pembangunan jalan yang menghubungkan dua desa antara Krangean dan Ponjen, menjadi salah satu prioritas dalam program TMMD kali ini. Menurutnya, akses tersebut sangat dibutuhkan dan akan sangat membantu, khsusunya dalam aktivitas pertanian yang selama ini menjadi mata pencahariannya. 

Selama ini, Sutomo mengaku harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk menuju lahan pertanian di Desa Ponjen, tempat ia biasa menggarap kebun milik saudaranya. Ketiadaan akses jalan yang memadai membuat jarak tempuh yang seharusnya lebih cepat menjadi lebih lama dan melelahkan. 

"Sebetulnya lewat sini lebih dekat, tapi belum ada jalannya jadi harus memutar. Alhamdulilah, kalau nanti dibangun pasti akan sangat membantu, jaraknya sudah tidak jauh lagi," katanya sembari tersenyum. 

Ia menambahkan, saat ini untuk waktu tempuh menuju kebun bisa mencapai sekitar 30 menit. Dengan adanya pembangunan jalan tersebut, perjalanan diperkirakan dapat dipangkas menjadi sekitar 15 menit saja. Hal ini tentu akan membawa dampak besar, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi para warga lainnya. 

"Lebih cepat sampai, tenaga juga tidak terlalu tekuras. Jadinya kami lebih semangat buat kerja," tambahnya. 

Adapun, selain pembangunan jalan penghubung antar dua desa, dalam program TMMD ke- 128 juga akan dilaksanakan pelebaran dan pengaspalan jalan, pembangunan dan pelebaran jembatan serta renovasi bagi 10 RTLH. 

Dengan dimulainya tahapan sosialisasi ini, semangat antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat pun semakin terasa. Harapan akan kemudahan. akses, produktivitas warga, hingga kesejahteraan masyarakat yang lebih baik kini mulai tumbuh.

TMMD bukan hanya sekedar menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membawa kebahagiaan dan harapan baru bagi warga Desa Krangean menuju masa depan yang lebih sejahtera.




Jelang TMMD Reguler Ke-128, Kodim Purbalingga Sambangi Warga Desa Krangean

 


                                        
PURBALINGGA - Menjelang pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 tahun 2026, Kodim 0702/Purbalingga mulai mengintensifkan pendekatan kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan silaturahmi dengan warga Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, Sabtu malam (11/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat sebelum program TMMD digelar.

Sekretaris Desa Krangean, Sodirin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran TNI di wilayahnya. Ia juga menginformasikan rencana pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 yang akan berlangsung di Desa Krangean.

"Kami mengucapkan selamat datang kepada anggota Kodim 0702/Purbalingga dan Koramil 12/Karanganyar. Kami berharap seluruh masyarakat dapat mendukung penuh kegiatan TMMD ini agar berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi desa," ujar Sodirin.

Sementara itu, Bati Wilhanrat Kodim 0702/Purbalingga, Serma Herman Susanto, mengawali sambutannya dengan sapaan khas Jawa “kulonuwun” sebagai bentuk penghormatan kepada warga. Ia menegaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu yang melibatkan TNI bersama masyarakat dalam percepatan pembangunan daerah.

"TMMD bukan hanya milik TNI, akan tetapi milik masyarakat. Dukungan dan partisipasi aktif warga sangat diperlukan agar setiap program yang direncanakan dapat berjalan sukses dan tepat sasaran,” kata Serma Herman.

Selain penyampaian sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan tausiyah atau maidhoh khasanah oleh Kyai Slamet Ahmad Sidiq. Dalam ceramahnya, Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan terjalin kebersamaan dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi kunci utama dalam menyukseskan pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 di Desa Krangean, sekaligus mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. (Pendim Pbg)




Semangat Warga Krangean Sambut TMMD Reguler ke-128, Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

 



PURBALINGGA — Menjelang pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128, Kodim 0702 Purbalingga terus mematangkan berbagai persiapan. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi kepada masyarakat Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, yang akan menjadi lokasi sasaran kegiatan.

Suasana hangat dan penuh antusiasme tampak mewarnai kegiatan sosialisasi tersebut. Warga yang hadir terlihat menyimak dengan seksama pemaparan mengenai program TMMD, mulai dari rencana pembangunan fisik hingga kegiatan nonfisik yang akan dilaksanakan. Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk membangun pemahaman sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap program yang akan berjalan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga diajak untuk berperan aktif dalam menyukseskan TMMD. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan warga diharapkan mampu menjadi kunci keberhasilan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksana Jabatan Kepala Desa (PJ Kades) Krangean, Karsono, menyampaikan bahwa kehadiran TMMD di desanya merupakan peluang besar untuk mendorong kemajuan pembangunan. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan berpartisipasi aktif.

“Sosialisasi ini menjadi langkah awal agar masyarakat memahami apa itu TMMD dan apa saja kegiatan yang akan dilaksanakan. Karena tujuannya sangat baik, kami dari pemerintah desa mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan kegiatan ini,” ungkapnya, Selasa (14/4/2026).

Antusiasme serupa juga datang dari warga. Sahir, salah satu masyarakat Desa Krangean, mengaku bersyukur desanya menjadi lokasi pelaksanaan TMMD. Ia menilai program ini memiliki dampak besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Kami bersyukur TMMD hadir di desa kami, dan saya siap mendukung penuh serta berkontribusi dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan yang mulai terbangun sejak tahap awal ini, pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Krangean. Sinergi yang kuat antara TNI dan warga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Rumah Misdi Dibongkar, TMMD Kodim Purbalingga Hadirkan Harapan Baru

 

                                              

PURBALINGGA – Memiliki rumah yang layak dan sehat dengan fasilitas dasar yang terpenuhi merupakan impian setiap orang. Namun, keterbatasan ekonomi kerap menjadi kendala untuk mewujudkannya.

Hal tersebut dialami oleh Misdi, warga Dusun Batur RT 02/RW 10, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga. Selama ini, ia tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan jauh dari kata layak huni.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga hadir memberikan solusi dengan menjadikan rumah Misdi sebagai salah satu sasaran tambahan dalam program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Program ini merupakan bagian dari 10 titik sasaran yang direncanakan. Saat ini, tahap pembongkaran rumah Misdi telah dimulai sebagai langkah awal sebelum proses pembangunan. 

Material bangunan juga mulai didistribusikan ke lokasi agar pengerjaan dapat berjalan sesuai target waktu yang ditentukan, Senin (13/4/2026).

Dengan semangat kebersamaan, anggota TNI bersama warga bergotong royong membongkar rumah tersebut. Selain itu, pembangunan pondasi juga mulai dilakukan.

Serma Jarwono, Babinsa Koramil 11/Karangmoncol untuk Desa Krangean, menyampaikan bahwa program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat.

“Program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan RTLH bagi warga yang rumahnya belum layak dan sehat untuk dihuni,” ujarnya.

Sementara itu, Misdi mengaku sangat bersyukur dan bahagia karena rumahnya terpilih dalam program tersebut.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Berharap rumah ini nanti bisa lebih layak dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga,” ungkapnya.

Melalui program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
(SF)




Jelang TMMD, Gotong Royong Warga Krangean Awali Renovasi Rumah Rumiah

 



PURBALINGGA — Meskipun program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Reguler TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga belum resmi dibuka dan baru memasuki tahap awal penurunan material, antusiasme warga Desa Krangean, Dusun Batur, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga sudah mulai terlihat.

Sejumlah warga tampak bergotong royong memindahkan bahan material bangunan, khususnya di salah satu titik pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Rumiah. Sejak pagi, mereka bahu-membahu mengangkut material yang telah didatangkan, sekaligus mulai menyiapkan besi untuk pondasi sebagai tanda dimulainya tahap awal proses renovasi.

Di sekitar rumah, suasana kebersamaan juga terasa begitu kental. Warga turut membantu memindahkan barang-barang milik Rumiah dan suaminya ke tempat yang lebih aman, agar proses pembangunan ke depan dapat berjalan lancar.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi cerminan kuatnya sinergi antara masyarakat dan TNI dalam menyukseskan program TMMD. Antusiasme tersebut tidak hanya terlihat dalam keterlibatan pada pekerjaan fisik, tetapi juga dalam dukungan terhadap setiap tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Agus, suami Rumiah sekaligus pemilik rumah, mengaku bersyukur sekaligus terharu melihat kepedulian warga yang turut membantu sejak awal.

“Padahal baru penurunan material, tapi warga sudah datang membantu proses renovasi. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur, semuanya jadi terasa lebih ringan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, dimulainya tahapan awal ini menjadi harapan baru bagi dirinya dan sang istri untuk memiliki hunian yang lebih layak dan nyaman.

“Rasanya sudah tidak sabar ingin punya rumah yang lebih layak. Semoga pembangunannya berjalan lancar sampai selesai. Kami sangat berterima kasih, dengan adanya TMMD ini akhirnya kami bisa punya rumah yang lebih baik,” pungkasnya.

Jelang TMMD, Gotong Royong Warga Krangean Awali Renovasi Rumah Rumiah

 



PURBALINGGA — Meskipun program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Reguler TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga belum resmi dibuka dan baru memasuki tahap awal penurunan material, antusiasme warga Desa Krangean, Dusun Batur, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga sudah mulai terlihat.

Sejumlah warga tampak bergotong royong memindahkan bahan material bangunan, khususnya di salah satu titik pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Rumiah. Sejak pagi, mereka bahu-membahu mengangkut material yang telah didatangkan, sekaligus mulai menyiapkan besi untuk pondasi sebagai tanda dimulainya tahap awal proses renovasi.

Di sekitar rumah, suasana kebersamaan juga terasa begitu kental. Warga turut membantu memindahkan barang-barang milik Rumiah dan suaminya ke tempat yang lebih aman, agar proses pembangunan ke depan dapat berjalan lancar.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi cerminan kuatnya sinergi antara masyarakat dan TNI dalam menyukseskan program TMMD. Antusiasme tersebut tidak hanya terlihat dalam keterlibatan pada pekerjaan fisik, tetapi juga dalam dukungan terhadap setiap tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Agus, suami Rumiah sekaligus pemilik rumah, mengaku bersyukur sekaligus terharu melihat kepedulian warga yang turut membantu sejak awal.

“Padahal baru penurunan material, tapi warga sudah datang membantu proses renovasi. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur, semuanya jadi terasa lebih ringan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, dimulainya tahapan awal ini menjadi harapan baru bagi dirinya dan sang istri untuk memiliki hunian yang lebih layak dan nyaman.

“Rasanya sudah tidak sabar ingin punya rumah yang lebih layak. Semoga pembangunannya berjalan lancar sampai selesai. Kami sangat berterima kasih, dengan adanya TMMD ini akhirnya kami bisa punya rumah yang lebih baik,” pungkasnya.

Dari Rumah Sederhana, Rumiah Sambut Harapan Baru Lewat TMMD

 



PURBALINGGA — Senyum lebar dan rasa syukur tak henti-hentinya terpancar dari wajah Rumiah, warga Desa Krangean, Dusun Batur, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga. Ia menjadi salah satu penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Reguler TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga.

Bagi Rumiah, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan rumah, melainkan jawaban atas harapan yang telah lama ia dan suaminya nantikan. Selama kurang lebih tujuh tahun, ia harus tinggal di rumah sederhana yang berdinding anyaman bambu dan beralaskan tanah.

Sehari-hari, Rumiah menjalani aktivitas sebagai ibu rumah tangga sekaligus membantu perekonomian keluarga dengan berjualan di warung kecil di depan rumahnya. Sementara itu, sang suami bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi tersebut membuat keduanya harus pandai mengatur keuangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi rumah yang kurang layak kerap kali menambah beban dalam kehidupan mereka, terutama saat musim hujan tiba. Air hujan sering masuk ke dalam rumah hingga membuat lantai menjadi becek. Atap yang bocor pun menambah rasa cemas, terlebih ketika tetesan air mendekati instalasi listrik di dalam rumah.

“Kalau hujan itu kadang air masuk, lantainya jadi becek. Atap juga sering bocor, jadi takut kalau dekat kabel listrik,” ungkapnya, Senin (13/4/2026). 

Selain itu, beberapa bagian rumah juga mulai mengalami kerusakan. Mulai dari penyangga kayu yang lapuk hingga dinding yang berlubang menjadi kondisi yang harus mereka hadapi. Meski telah beberapa kali melakukan perbaikan, keterbatasan ekonomi membuat perbaikan hanya dilakukan secara sederhana dan bertahap.

“Sebelumnya sudah pernah diperbaiki, tapi ya sedikit-sedikit kalau ada rezeki,” katanya. 

Kini, melalui program TMMD yang akan segera dilaksanakan pada 22 April mendatang, harapan Rumiah untuk memiliki rumah yang lebih layak mulai terwujud. Ia mengaku merasa lebih lega, karena bantuan tersebut meringankan beban ekonomi yang selama ini harus ia tanggung.

“Biasanya kalau dapat uang juga kepikiran buat renovasi rumah, tapi sekarang dapat bantuan, alhamdulillah bisa dipakai untuk kebutuhan lain,” ujarnya.

Program TMMD Sengkuyung Reguler TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga sendiri tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat melalui program RTLH bagi warga yang membutuhkan.

Melalui program ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat, tidak hanya dari sisi aksesibilitas, tetapi juga dari aspek hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di wilayah pedesaan.




TMMD 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Akses Jalan Warga Krangean

 




PURBALINGGA — Bagi warga Desa Krangean, Dusun Batur, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, melintasi jalan rusak yang penuh tantangan telah lama menjadi bagian dari keseharian. Jalan berlubang, licin saat hujan, dan berdebu ketika kemarau bukan lagi hal baru bagi mereka.

Namun, di balik kondisi tersebut, harapan untuk memiliki akses jalan yang aman dan nyaman tidak pernah benar-benar pudar. Kini, harapan itu perlahan mulai menemukan titik terang.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga, perbaikan jalan desa menjadi salah satu prioritas pembangunan yang paling dinantikan masyarakat. Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan warga akan infrastruktur yang lebih layak.

Selama ini, kondisi jalan yang rusak parah kerap kali menyulitkan aktivitas warga. Jalan yang tidak rata dan berlubang membuat mobilitas baik untuk bekerja, bersekolah, maupun mengangkut hasil pertanian, menjadi terhambat, terutama saat musim hujan.

Syaifudin, salah satu warga Desa Krangean, mengungkap kondisi jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan menjadi keluhan masyarakat.

“Kondisi jalan di sini sudah lama rusak parah, kalau dilewati motor atau mobil sering kesulitan, apalagi saat hujan dan malam hari. Sangat mengganggu aktivitas kami sehari-hari,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Meski demikian, ia mengaku optimistis dengan adanya rencana perbaikan jalan melalui program TMMD. Menurutnya, pembangunan ini akan membawa perubahan besar bagi kehidupan warga.

“Kami sangat bersyukur jalan ini akan diperbaiki. Harapannya nanti bisa lebih aman dan nyaman dilalui, sehingga aktivitas warga jadi lebih lancar,” tambahnya.

Saat ini, berbagai persiapan terus dilakukan menjelang pelaksanaan program. Sejumlah material pembangunan mulai didatangkan secara bertahap ke lokasi, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat yang turut membantu proses penurunan hingga penataan material.

Keterlibatan warga tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong yang tetap terjaga. Sinergi antara TNI dan masyarakat diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan program TMMD hingga selesai.

Selain perbaikan jalan, dalam program ini juga direncanakan pembangunan fisik lain berupa pembangunan jembatan hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) bagi sepuluh warga yang membutuhkan. Program dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 22 April mendatang.
Melalui program TMMD ini, diharapkan tidak hanya infrastruktur desa yang semakin baik, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat seiring dengan terbukanya akses yang lebih mudah, aman, dan lancar.

Semangat Gotong Royong Warnai Penurunan Material Program TMMD di Krangean

 


PURBALINGGA — Suasana pagi di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga tampak berbeda. Pagi yang biasanya tenang, mendadak riuh oleh tawa dan semangat kebersamaan. 

Warga dari berbagai usia terlihat berkumpul di tepi jalan, mereka bahu-membahu untuk menurunkan bahan material bangunan dari mobil pick up yang datang silih berganti. 

Dengan wajah penuh keceriaan, mereka saling membantu mengangkat dan memindahkan bahan material seperti, pasir, semen dan hebel, seolah pekerjaan berat itu terasa ringan karena dilakukan bersama. 

Material bangunan tersebut merupakan material yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)  Regular TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga. 

Sebelum pembangunan resmi dilakukan, saat ini penurunan meterial terus dilakukan, bahkan bahan material tersebut telah didrop sejak Sabtu (11/4/2026). 

Salah satu warga Krangean, Okana menyambut antusias adanya penurunan atau dropping material tersebut. Menurutnya, dengan adanya bahan material tersebut menjadi bukti nyata persiapan pembangunan di desanya. 

“Alhamdulillah kami warga sangat senang, karena ini jadi tanda kalau pembangunan di desa kami benar-benar akan segera dimulai. Kami juga jadi lebih semangat ikut membantu supaya prosesnya bisa cepat selesai,” ujarnya, Senin (13/4/2026). 

Kegiatan penurunan material ini menjadi bagian awal dari rangkaian pelaksanaan program TMMD Regular TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. 

Melalui program ini, diharapkan aksesibilitas masyarakat dapat meningkat sehingga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.

Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. 

Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Krangean mencerminkan sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program pembangunan di daerah.

Warga pun berharap, dengan adanya pembangunan tersebut, aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah, terutama dalam hal mobilitas.

“Kami berharap jalan ini nanti bisa segera selesai dan bagus, supaya aktivitas warga jadi lebih lancar. Semoga ke depan desa kami juga bisa semakin maju,” pungkasnya.


Selasa, 07 April 2026

Warga Kutabawa Gelar Syukuran Jembatan Merah Putih

 



PURBALINGGA – Rasa syukur dan kebahagiaan menyelimuti warga Desa Kutabawa, mereka menggelar acara syukuran atas selesainya pembangunan Jembatan Merah Putih yang berlokasi di Dusun Blambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan syukuran tersebut dihadiri oleh Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Heri Susanto, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Jembatan yang megah dengan warna khas merah putih itu kini menjadi akses vital yang menghubungkan permukiman warga dengan lahan pertanian dan fasilitas umum.

Di tempat tersebut, Kapten Cba Heri Susanto mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kebutuhan mendasar masyarakat.

“Jembatan yang dibangun ini adalah bukti kepedulian Bapak Presiden Prabowo kepada masyarakat, khususnya warga Kutabawa yang selama ini kesulitan akses pasca banjir bandang. Beliau ingin rakyatnya hidup lebih aman dan nyaman,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat setempat menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan.

Di tempat yang sama, Mudri, tokoh agama Desa Kutabawa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo.

“Kami warga Kutabawa sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden atas dibangunnya Jembatan Merah Putih. Dulu, saat hujan deras, kami kesulitan untuk berkaktivitas antar anak sekolah dan membawa hasil pertanian. Sekarang, semua itu telah berlalu. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak Presiden,” tuturnya. 

Ia juga berharap jembatan tersebut dirawat bersama oleh warga agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Dengan beroperasinya Jembatan Merah Putih, mobilitas warga Dusun Blambangan dan sekitarnya menjadi lebih lancar. Hasil pertanian seperti Sayuran yang menjadi komoditas utama kini lebih mudah diangkut ke pasar dengan kendaraan. 

Acara syukuran ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Warga tampak bergembira sambil menikmati hidangan yang disediakan secara gotong-royong. (Pendim 0702/PBG)

Kecermatan dan Ketepatan Jadi Kunci Pembangunan Berkualitas KDKMP di Desa Karangsari

 



PURBALINGGA – Kecermatan dan ketepatan dalam setiap tahapan pembangunan menjadi faktor utama dalam mewujudkan hasil yang berkualitas pada program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Hal tersebut terus ditekankan oleh Babinsa Koramil 11/Karangmoncol untuk Desa Karangsari, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Koptu La Naru, dalam pelaksanaan pengawasan di lapangan.

Koptu La Naru mengatakan bahwa pembangunan KDKMP tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik semata, namun juga harus memperhatikan kualitas, ketepatan ukuran, serta kesesuaian dengan perencanaan yang telah ditetapkan, (8/4/2026).

“Setiap proses pembangunan harus dilakukan dengan cermat dan tepat, mulai dari pemilihan material hingga pengerjaan di lapangan. Hal ini penting agar bangunan yang dihasilkan benar-benar kokoh, aman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa secara aktif melakukan pemantauan serta memberikan arahan kepada para pekerja agar selalu memperhatikan standar kerja. Selain itu, koordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat juga terus dilakukan guna memastikan pembangunan berjalan sesuai target.

Menurutnya, keterlibatan semua pihak, baik TNI, pemerintah desa, maupun masyarakat sangat dibutuhkan dalam menyukseskan program KDKMP sebagai sarana peningkatan perekonomian warga.

“Dengan adanya kerja sama dan kedisiplinan dalam setiap tahapan pekerjaan, diharapkan pembangunan KDKMP di Desa Karangsari dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang maksimal,” tambahnya.

Pembangunan KDKMP ini diharapkan nantinya dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Dengan pengawasan yang optimal dari Babinsa serta dukungan penuh dari masyarakat, pembangunan KDKMP di Desa Karangsari terus menunjukkan progres yang positif menuju hasil yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat luas.




Rabu, 01 April 2026

Jembatan Garuda Dibangun di Purbalingga, Buka Akses Pertanian dan Tingkatkan Keselamatan Warga

 



PURBALINGGA - Akses yang terhubung bukan sekadar memperpendek jarak, akan tetapi membuka peluang yang selama ini terhambat oleh keterbatasan infrastruktur. Di wilayah dengan kondisi geografis menantang, keberadaan jembatan kerap menjadi penentu kelancaran aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian hingga akses ekonomi masyarakat. Harapan itu, kini mulai terwujud melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Soso, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (2/4/2026).

Jembatan ini menjadi akses utama bagi sektor pertanian warga setempat yang selama ini menghadapi kendala keterhubungan. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Garuda yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah di Indonesia.

Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Hery Susanto mengatakan, Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu daerah penerima manfaat program tersebut, dengan alokasi satu unit jembatan gantung.

“Pembangunan yang dimulai saat ini di Desa Serang menjadi bagian dari tahap awal. Ke depan, masih terbuka kemungkinan adanya tambahan pembangunan, seiring kebutuhan akses di sejumlah wilayah,” ujarnya.

Menurut Kapten Cba Hery Susanto, jika keberadaan jembatan tersebut tidak hanya akan memperpendek jalur transportasi, akan tetapi dapat meningkatkan aspek keselamatan warga. Selama ini, masyarakat harus melintasi jalur berisiko untuk menyeberangi sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut telah lama menjadi harapan masyarakat setempat. Dengan adanya infrastruktur yang memadai, aktivitas pertanian diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan efisien.

“Diharapkan dengan adanya Jembatan Garuda nantinya masyarakat dapat melintas dengan aman dan tidak lagi menghadapi risiko saat menyeberang,” pungkasnya. (Pendim 0702/Pbg)

Babinsa Dampingi Pembangunan KDMP, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Purbalingga

 




PURBALINGGA - Peran aktif TNI melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) kembali terlihat dalam upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Hal itu ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 05/Bukateja, Serda Budi Rumiyanto, yang turun langsung mendampingi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Rabu (2/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa terlibat pendampingan dalam proses pembangunan fisik, termasuk pembuatan saluran air. Kehadirannya sekaligus untuk memastikan lingkungan tetap aman dan kondusif selama proses pembangunan berlangsung.

Serda Budi menjelaskan, jika pendampingan yang dilakukannya merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang dilaksanakan melalui koordinasi dan kerja sama dengan perangkat desa serta masyarakat setempat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan sekaligus menjaga kualitas hasil pekerjaan.

“Kami mendukung program positif koperasi sebagai wadah peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk dengan mendampingi proses pengerjaan seperti pembuatan saluran air,” ujarnya.

Kemudian Ia menambahkan, jika keberadaan koperasi desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi warga melalui berbagai usaha produktif. Karena itu, Babinsa turut memastikan seluruh akses pendukung pembangunan berjalan optimal. 

“Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan nantinya dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi desa yang berkelanjutan, mendorong kemandirian usaha warga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kedungjati secara menyeluruh,” kata Serda Budi Rumiyanto. (Pendim 0702/Pbg).

Babinsa Dampingi Pembangunan KDMP, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Purbalingga

 


PURBALINGGA - Peran aktif TNI melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) kembali terlihat dalam upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Hal itu ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 05/Bukateja, Serda Budi Rumiyanto, yang turun langsung mendampingi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Rabu (2/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa terlibat pendampingan dalam proses pembangunan fisik, termasuk pembuatan saluran air. Kehadirannya sekaligus untuk memastikan lingkungan tetap aman dan kondusif selama proses pembangunan berlangsung.

Serda Budi menjelaskan, jika pendampingan yang dilakukannya merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang dilaksanakan melalui koordinasi dan kerja sama dengan perangkat desa serta masyarakat setempat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan sekaligus menjaga kualitas hasil pekerjaan.

“Kami mendukung program positif koperasi sebagai wadah peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk dengan mendampingi proses pengerjaan seperti pembuatan saluran air,” ujarnya.

Kemudian Ia menambahkan, jika keberadaan koperasi desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi warga melalui berbagai usaha produktif. Karena itu, Babinsa turut memastikan seluruh akses pendukung pembangunan berjalan optimal. 

“Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan nantinya dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi desa yang berkelanjutan, mendorong kemandirian usaha warga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kedungjati secara menyeluruh,” kata Serda Budi Rumiyanto. (Pendim 0702/Pbg).