Selasa, 30 Juni 2026

TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Pondasi Jembatan Gantung Penghubung Antar Desa di Purbalingga

 

 

PURBALINGGA - Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan dalam pembangunan infrastruktur pedesaan di Kabupaten Purbalingga. Anggota TNI bersama masyarakat bahu-membahu melaksanakan pemasangan pondasi jembatan gantung di Desa Serayularangan, Kecamatan Mrebet, Rabu (1/7/2026).

Jembatan gantung tersebut nantinya akan menjadi akses penghubung antara Desa Serayularangan, Kecamatan Mrebet dengan Desa Talagening, Kecamatan Bobotsari. Kehadiran jembatan itu diharapkan mampu mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat aktivitas ekonomi warga di wilayah pedesaan.

Pembangunan jembatan kini memasuki tahap penting, yakni pemasangan pondasi sebagai penguat utama pada kedua sisi jembatan. Dalam proses pengerjaan, personel TNI bersama warga terlihat kompak bekerja sama demi mempercepat penyelesaian pembangunan.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya infrastruktur yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.

Danramil 10/Mrebet, Kapten Inf Bambang Sulistyo mengatakan, pembangunan jembatan gantung tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga sosial warga di dua wilayah kecamatan.

“Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi menjadi akses penting yang akan mempermudah mobilitas masyarakat. Dengan terbangunnya jembatan yang aman dan layak, diharapkan roda perekonomian warga semakin berkembang dan akses lebih mudah dijangkau,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Semangat kebersamaan yang terus terjalin diharapkan mampu mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Babinsa Desa Serayularangan, Sertu Muhtarom menjelaskan, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi bukti tingginya kepedulian warga terhadap pembangunan fasilitas umum yang akan digunakan bersama.

“Keberadaan jembatan gantung tersebut nantinya akan sangat membantu warga, khususnya dalam memperpendek waktu tempuh dan meningkatkan keselamatan saat melintasi jalur penghubung antar desa,” ujarnya. 

Pembangunan jembatan gantung itu diharapkan dapat segera rampung sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat, terutama untuk memperlancar akses transportasi dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Purbalingga. (Mk/Pen0702).



TNI dan Warga Talagening Turun ke Sungai Bangun Jembatan Garuda

 

 

PURBALINGGA - Semangat kebersamaan dan gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat terlihat dalam pembangunan Jembatan Garuda di Desa Talagening, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Selasa (30/6/2025).

Prajurit TNI Koramil 08/Bobotsari bersama warga turun sungai untuk mengerjakan pembangunan jembatan garuda dengan harapan dapat memperlancar akses masyarakat setempat. 

Suasana penuh keakraban tampak mewarnai proses pengerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga penyusunan konstruksi jembatan. Kegiatan tersebut menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus menjaga budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. 

Danramil 08/Bobotsari Kapten Inf Muhammad Iskandar mengatakan, keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur desa merupakan bagian dari upaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Gotong royong seperti ini menjadi kekuatan utama dalam membangun desa. Selain mempercepat pekerjaan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan Jembatan Garuda diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas sehari-hari.

“Pembangunan Jembatan Garuda dapat segera rampung sehingga akses penghubung antarwilayah menjadi lebih mudah dan aman,” katanya. 

Sementara itu, Babinsa setempat, Koptu Ermi, menyampaikan, bahwa antusiasme warga dalam membantu pembangunan jembatan sangat tinggi. Menurutnya, masyarakat secara sukarela bergotong royong demi mempercepat proses pembangunan.

“Semangat warga luar biasa. Mereka ikut turun langsung ke sungai dan bekerja bersama anggota TNI demi kelancaran pembangunan jembatan ini,” ujar Koptu Ermi. (Pen0702).



Minggu, 28 Juni 2026

Bakti Kesehatan Kodim Purbalingga Untuk Masyarakat

 

 



PURBALINGGA - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan  Kodim 0702/Purbalingga melalui kegiatan bakti kesehatan untuk masyarakat yang digelar di area PT Royal Korindah, Kembaran Kulon, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Senin (29/6/2026).

Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga tampak antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh tim kesehatan Kodim 0702/Purbalingga bekerjasama dengan Puskesmas Purbalingga.

Bakti kesehatan ini tidak hanya menghadirkan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat, tetapi  juga pelayanan pengobatan dan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Klinik Kodim 0702/Purbalingga, Serka Indra, mengatakan kegiatan bakti sosial kesehatan merupakan wujud kepedulian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu meningkatkan kualitas kesehatan warga.

“Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian kami kepada masyarakat. Melalui pelayanan kesehatan, pemeriksaan, dan edukasi yang diberikan, kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri maupun keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesehatan menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas.

“Kami berharap kegiatan bakti sosial kesehatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga penerima layanan kesehatan, Nia, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelayanan kesehatan gratis seperti ini sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan secara mudah dan terjangkau.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak kesehatan Kodim atas pelayanan dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat melalui kegiatan bakti sosial ini. Kami berharap kegiatan bakti kesehatan ini dapat terus digelar secara rutin karena memberikan dampak positif dan manfaat besar bagi warga,” kata Nia. (Mk/Pen0702)


Rabu, 24 Juni 2026

Koramil Bobotsari dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda

 


PURBALINGGA - Kebersamaan antara Koramil 08/Bobotsari dan masyarakat kembali tercermin dalam pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Talagening, Kecamatan Bobotsari dengan Desa Serayularangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Kamis (25/6/2026).


Pembangunan jembatan tersebut menjadi simbol sinergi dan gotong royong demi meningkatkan akses antarwilayah serta mendukung kesejahteraan masyarakat.


Pembangunan dilakukan secara bersama-sama oleh Koramil 08/Bobotsari bersama warga setempat. Antusiasme masyarakat tampak tinggi sejak dimulainya pengerjaan, dengan warga turut terlibat langsung dalam proses pembangunan.


Danramil 08/Bobotsari Kapten Inf. Muhammad Iskandar mengatakan, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Garuda.


“Warga sangat antusias dan bersama-sama bergotong royong dalam pembangunan jembatan ini. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya, 


Menurutnya, pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antarwilayah, namun juga menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan desa. (MK/Pen0702)

Senin, 22 Juni 2026

Semangat Kaum Wanita Warnai Gotong Royong Pembangunan Jembatan Garuda di Wanogara Wetan

 


PURBALINGGA–Semangat gotong royong masyarakat dalam pembangunan Jembatan Garuda di Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, tidak hanya ditunjukkan oleh kaum pria. Kaum wanita pun turut ambil bagian dengan penuh antusias dalam mewujudkan impian masyarakat memiliki akses penghubung yang lebih dekat menuju Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga.


Pembangunan Jembatan Gantung bantuan Program Jembatan Garuda dari Presiden RI Prabowo Subianto tersebut dikerjakan secara gotong royong masyarakat dan anggota Kodim 0702/Purbalingga. Kehadiran jembatan ini menjadi harapan besar bagi warga yang selama bertahun-tahun mengalami kesulitan akses transportasi antarwilayah.


Di lokasi pembangunan, para ibu rumah tangga terlihat ikut membantu berbagai pekerjaan sesuai kemampuan mereka. Kehadiran kaum wanita menjadi bukti bahwa semangat membangun desa tidak mengenal batas gender, melainkan lahir dari keinginan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Selasa (23/6/2026).


Salah satu warga Desa Wanogara Wetan, Eva Triyani, yang ikut melaksanakan gotong royong pembangunan Jembatan Gantung ini  mengaku sangat bersyukur dan antusias dengan pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat harus menempuh perjalanan lebih jauh dengan memutar melalui Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, apabila ingin menuju Desa Tumanggal maupun wilayah sekitarnya.


“Selama ini kalau mau ke Desa Tumanggal harus memutar sampai Bantarbarang atau bila ingin dekat harus menyeberangi Sungai Gintung, kalau cuaca sudah mendung, kami sering khawatir karena Sungai Gintung sering banjir. Dengan adanya jembatan ini tentu akan sangat membantu masyarakat,” ujarnya.


Senada dengan itu, warga lainnya, Karto Yuwono, mengatakan bahwa keberadaan Jembatan Garuda sangat dinantikan oleh para petani. Selama ini biaya dan waktu transportasi yang lebih panjang menyebabkan hasil panen memiliki nilai jual yang kurang optimal.


“Petani sangat menantikan Jembatan Gantung ini. Nantinya hasil panen bisa lebih mudah dibawa ke wilayah lain sehingga harga jualnya bisa lebih baik. Selama ini salah satu kendalanya karena akses transportasi yang jauh dan harus memutar,” ungkapnya.


Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan menjadi solusi atas keterisolasian akses masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan tersebut juga akan mempercepat distribusi hasil pertanian, memperlancar aktivitas pendidikan, perdagangan, serta memperkuat hubungan sosial antarwarga kedua desa.


Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum wanita, menjadi gambaran nyata kebersamaan dalam membangun desa. Dengan hadirnya Jembatan Garuda, impian masyarakat Wanogara Wetan untuk memiliki akses yang aman, cepat, dan nyaman menuju Desa Tumanggal kini semakin dekat menjadi kenyataan.(SF)

Minggu, 21 Juni 2026

Jembatan Perintis Garuda, Simbol Kemanunggalan di Purbalingga

 


PURBALINGGA – Kemanunggalan TNI dan rakyat kembali mewujud secara nyata di wilayah Kabupaten Purbalingga. Personel Komando Distrik Militer (Kodim) 0702/Purbalingga bersama warga masyarakat bahu-membahu melaksanakan pembangunan infrastruktur penting berupa Jembatan Perintis Garuda Tahap V yang berlokasi di area Sungai Kalisoso, Desa Serayularangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Senin (22/06/2026).


Jembatan perintis tersebut dirancang untuk membuka aksesibilitas, memperlancar mobilitas warga, serta mendongkrak denyut perekonomian di kawasan perdesaan yang selama ini terkendala oleh kondisi geografis.


​Medan yang cukup menantang di sekitar perbukitan dan rumpun bambu tidak menyurutkan semangat kerja bakti tersebut. Senyum dan keakraban yang terpancar di antara mereka mempertegas komitmen TNI yang selalu hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat.


​Program Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V ini merupakan bagian dari bakti TNI untuk negeri, khususnya dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah pinggiran atau terisolasi. Melalui gotong-royong, pengerjaan yang berat menjadi lebih ringan dan hubungan emosional antara TNI dan rakyat semakin kukuh.


​Warga Desa Serayularangan menyambut gembira dan bersyukur atas kehadiran program ini. Dengan adanya jembatan baru di Sungai Kalisoso tersebut di harapkan transportasi antar-dukuh maupun akses menuju lahan pertanian akan menjadi jauh lebih aman dan cepat, tanpa harus khawatir saat debit air sungai meningkat. (Pendim PBG)

Sabtu, 20 Juni 2026

Penantian Panjang Terjawab, Jembatan Garuda di Wanogara Wetan Mulai Dibangun

 


PURBALINGGA - Penantian panjang masyarakat Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, akhirnya mulai terjawab. Kabar gembira itu hadir melalui dimulainya pembangunan Jembatan Garuda yang digagas pemerintah pusat sebagai bagian dari program pembangunan infrastruktur Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. 


Pembangunan jembatan gantung tersebut disambut antusias warga, karena dinilai menjadi solusi penting bagi kebutuhan akses penghubung antarwilayah, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya di sektor pertanian.


Jembatan yang melintasi Sungai Gintung itu nantinya akan menghubungkan Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang dengan Desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan. Kehadiran jembatan tersebut diproyeksikan menjadi akses utama masyarakat antar desa maupun antar kecamatan.


Danramil 13/Rembang, Kapten Arm Mindoko mengatakan, saat ini pembangunan masih memasuki tahap awal. Namun demikian, masyarakat sudah mulai merasakan harapan baru atas hadirnya akses penghubung yang selama ini dinantikan.


“Jembatan gantung ini nantinya akan menjadi akses pendekat bagi dua desa dan dua kecamatan. Selain mempercepat mobilitas warga, keberadaannya juga akan sangat membantu aktivitas pertanian masyarakat,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026). 


Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan serta meningkatkan konektivitas masyarakat.


Sementara itu, Babinsa Desa Wanogara Wetan, Serda Supriyo Hadi menyampaikan, bahwa warga menyambut baik dimulainya pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai keberadaan jembatan akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.


“Selama ini warga harus menempuh jalur yang cukup jauh untuk menuju wilayah seberang. Dengan adanya pembangunan jembatan ini, nantinya akses masyarakat akan lebih mudah, cepat, dan aman,” katanya.


Ia berharap pembangunan Jembatan Garuda dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga nantinya bisa dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga antarwilayah. (Mk Pen0702)

Kamis, 18 Juni 2026

Pembangunan Jembatan Gantung Desa Serang Capai Tahap Finishing

 


PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, kini memasuki tahap finishing. Infrastruktur yang dibangun melalui kolaborasi TNI bersama masyarakat tersebut menjadi harapan baru bagi warga untuk meningkatkan mobilitas dan memperlancar aktivitas ekonomi di wilayah setempat.


Sejumlah pekerjaan akhir terus dikebut agar jembatan dapat segera difungsikan. Penyelesaian fasilitas pendukung, pengecekan konstruksi, hingga penataan area sekitar jembatan menjadi fokus utama dalam tahapan akhir pembangunan.


Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan saat ini telah memasuki tahap penyempurnaan.


"Alhamdulillah, pembangunan jembatan gantung Desa Serang sudah memasuki tahap finishing. Saat ini kami bersama seluruh pihak terkait terus memastikan setiap bagian konstruksi selesai dengan baik, sehingga nantinya jembatan dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh masyarakat," ujarnya, Jumat (19/6/2026).


Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan memberikan dampak besar bagi warga, terutama dalam mempercepat akses antarwilayah yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan gantung juga diharapkan mampu mendukung aktivitas sektor pertanian. 


Kapten Cba Heri Susanto menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi salah satu faktor penting yang mendorong percepatan pekerjaan hingga mencapai tahap akhir.


"Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat dan optimal ketika dikerjakan bersama-sama demi kepentingan masyarakat," katanya.


Kehadirannya diharapkan menjadi sarana penghubung yang tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga di kawasan pegunungan Karangreja. (Mk/Pen0702)

Jembatan Gantung Permudah Mobilitas Warga Desa Serang

 


PURBALINGGA – Proses pembangunan jembatan gantung di Desa Serang kini terus berlangsung dan telah memasuki tahap akhir atau penyelesaian. Konstruksi jembatan tampak kokoh dan siap mendukung konektivitas masyarakat setempat setelah seluruh pekerjaan penyempurnaan rampung dilaksanakan.


Saat ini, pekerjaan yang masih berjalan meliputi penyelesaian detail konstruksi, pengecekan keamanan, serta penyempurnaan fasilitas pendukung guna memastikan jembatan dapat digunakan secara optimal dan aman oleh masyarakat, Kamis (18/6/2026).


Di lokasi pembangunan, Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto, berharap jembatan yang berada di wilayah Kecamatan Karangreja tersebut dapat menjadi infrastruktur strategis yang mempermudah aktivitas warga, khususnya dalam menunjang mobilitas harian, distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan akses antarkawasan.


“Kami berharap keberadaan jembatan gantung ini dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan infrastruktur di wilayah pegunungan Kabupaten Purbalingga, khususnya di kawasan Desa Serang yang dikenal sebagai daerah pertanian dan desa wisata di lereng Gunung Slamet,” ungkapnya.


Masyarakat menyambut positif perkembangan pembangunan tersebut dan berharap jembatan segera dapat difungsikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas pelayanan dan aksesibilitas bagi warga. (SW)

Sabtu, 13 Juni 2026

Harapan Warga Desa Serang Segera Terwujud, Jembatan Gantung Masuki Tahap Finishing

 


PURBALINGGA – Harapan masyarakat Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, untuk memiliki akses penghubung yang lebih aman dan mudah kini semakin dekat menjadi kenyataan. Pembangunan jembatan gantung yang dikerjakan melalui sinergi TNI bersama warga setempat telah memasuki tahap finishing dan diproyeksikan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.


Progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi warga. Kehadiran jembatan gantung diyakini akan memperlancar mobilitas masyarakat, mempersingkat waktu tempuh, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah Desa Serang serta daerah sekitarnya.


Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, bahwa saat ini pekerjaan pembangunan telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Berbagai pekerjaan penyempurnaan terus dilakukan, guna memastikan seluruh konstruksi memenuhi standar keamanan sebelum digunakan masyarakat.


"Pekerjaan yang tersisa saat ini merupakan tahap penyelesaian akhir. Kami terus melakukan pengawasan agar seluruh bagian konstruksi memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan," ujar Kapten Heri Susanto, Minggu (14/6/2026).


Ia menjelaskan, jika keberadaan jembatan gantung tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan akses masyarakat yang selama ini menjadi harapan warga. Selain mempercepat mobilitas warga, jembatan juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat.


Sementara itu, Babinsa Desa Serang, Pelda Arif Setiakawan menuturkan, bahwa percepatan pembangunan tidak terlepas dari tingginya partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pekerjaan. Semangat gotong royong yang terus terjaga menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan pembangunan hingga mendekati tahap akhir.


"Warga terus berpartisipasi dalam proses pembangunan. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai target," kata Pelda Arif.


Dengan progres yang kini terus bergerak menuju penyelesaian, jembatan gantung Desa Serang diharapkan segera dapat dioperasikan. Infrastruktur tersebut tidak hanya menjadi sarana penghubung yang memudahkan akses warga, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat. (MK/Pen0702)

Jumat, 12 Juni 2026

Masuki Tahap Akhir, Jembatan Gantung Desa Serang Siap Pangkas Waktu Tempuh Warga

 


​PURBALINGGA – Harapan masyarakat Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga untuk menikmati akses jalan yang lebih cepat akan segera terwujud. Proyek pembangunan jembatan gantung yang dikerjakan lewat aksi gotong royong antara TNI dan warga setempat kini telah memasuki fase penyempurnaan (finishing).Sabtu (13/6/2026). 


​Guna memastikan infrastruktur ini bisa secepatnya beroperasi, serangkaian pekerjaan akhir terus dipacu di lapangan. Fokus utama petugas saat ini meliputi perapian area sekitar, pengecekan kelaikan struktur bangunan, hingga penuntasan fasilitas-fasilitas penunjang jembatan.


​Kemajuan positif ini dikonfirmasi langsung oleh Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto. Ia menyebutkan bahwa seluruh tim tengah bekerja keras memastikan keamanan jembatan sebelum resmi dibuka untuk umum.


​"Puji syukur, pengerjaan jembatan gantung di Desa Serang sudah berada di tahap akhir. Saat ini fokus kami adalah memastikan seluruh elemen konstruksi tuntas dengan sempurna, sehingga masyarakat bisa melintasinya dengan rasa aman dan nyaman," jelasnya. 


​Lebih lanjut, Danramil 09/Karangreja, menjelaskan bahwa jembatan ini diproyeksikan menjadi solusi atas kendala aksesibilitas yang selama ini dihadapi warga setempat. Dengan terhubungnya jalur ini, mobilitas harian masyarakat dipastikan jauh lebih efisien, sekaligus mampu mendongkrak denyut perekonomian di sektor pertanian.


​Keberhasilan proyek yang berjalan cepat ini tidak lepas dari kontribusi aktif dan kerja keras masyarakat yang bahu-bahu di lapangan sejak awal pembangunan.


​"Partisipasi dan semangat kebersamaan warga di sini sangat patut diancungi jempol. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa proyek fasilitas publik dapat rampung lebih cepat dan maksimal berkat kekuatan gotong royong," pungkasnya.


​Dengan rampungnya jembatan gantung ini, masyarakat di wilayah pegunungan Karangreja kini bersiap menyambut kemudahan akses transportasi yang tidak hanya mempersingkat jarak, tetapi juga membawa dampak positif bagi taraf hidup mereka. (Sw)

Rabu, 10 Juni 2026

Pembangunan Jembatan Gantung Desa Serang Capai Tahap Finishing, Akses Warga Segera Terhubung Lebih Cepat

 



PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, kini memasuki tahap finishing. Infrastruktur yang dibangun melalui kolaborasi TNI bersama masyarakat tersebut menjadi harapan baru bagi warga untuk meningkatkan mobilitas dan memperlancar aktivitas ekonomi di wilayah setempat.

Sejumlah pekerjaan akhir terus dikebut agar jembatan dapat segera difungsikan. Penyelesaian fasilitas pendukung, pengecekan konstruksi, hingga penataan area sekitar jembatan menjadi fokus utama dalam tahapan akhir pembangunan.

Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan saat ini telah memasuki tahap penyempurnaan.

"Alhamdulillah, pembangunan jembatan gantung Desa Serang sudah memasuki tahap finishing. Saat ini kami bersama seluruh pihak terkait terus memastikan setiap bagian konstruksi selesai dengan baik, sehingga nantinya jembatan dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh masyarakat," ujarnya, Kamis (12/6/2026).

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan memberikan dampak besar bagi warga, terutama dalam mempercepat akses antarwilayah yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan gantung juga diharapkan mampu mendukung aktivitas sektor pertanian. 

Kapten Cba Heri Susanto menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi salah satu faktor penting yang mendorong percepatan pekerjaan hingga mencapai tahap akhir.

"Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat dan optimal ketika dikerjakan bersama-sama demi kepentingan masyarakat," katanya.

Kehadirannya diharapkan menjadi sarana penghubung yang tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga di kawasan pegunungan Karangreja. (Mk/Pen0702

Pembangunan Jembatan Gantung Desa Serang Tahap Akhir, Akses Warga Segera Terhubung

 

 




PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, kini memasuki tahap akhir. Infrastruktur yang digarap melalui sinergi TNI dan masyarakat tersebut menunjukkan progres signifikan dan diproyeksikan segera dapat dimanfaatkan oleh warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto menjelaskan, jika proses pembangunan jembatan gantung saat ini telah memasuki tahap finishing. Berbagai pekerjaan penyempurnaan terus dilakukan guna memastikan jembatan aman, kokoh, dan siap digunakan oleh masyarakat.

"Pekerjaan yang tersisa saat ini merupakan tahap penyelesaian akhir. Kami terus melakukan pengawasan agar seluruh bagian konstruksi memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan," ujarnya, Kamis (11/6/2026). 

Menurutnya, jika kehadiran jembatan gantung tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas kebutuhan akses masyarakat, sekaligus mempercepat mobilitas warga antarwilayah. Selain itu, jembatan juga diyakini akan mendukung aktivitas masyarakat Desa Serang maupun daerah sekitarnya.

Sementara itu, Babinsa Desa Serang, Pelda Arif Setiakawan, turut menuturkan, jika keterlibatan warga dalam setiap tahapan pembangunan menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyelesaian proyek tersebut. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dinilai mencerminkan kuatnya kebersamaan dalam membangun fasilitas yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

"Warga sangat terus berpartisipasi dalam proses pembangunan. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama, sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai target," katanya. 

Dengan progres yang terus bergerak menuju penyelesaian, jembatan gantung Desa Serang diharapkan segera beroperasi dan menjadi sarana penghubung yang memperlancar akses warga. Kehadiran jembatan ini juga menjadi simbol kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat. (Mk/Pen0702)


Pengecatan Jembatan Gantung Desa Serang, Tanda Pembangunan Selesai

 

 


 


PURBALINGGA - Pengecatan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, kini memasuki tahap penyelesaian akhir. Infrastruktur yang dibangun melalui kolaborasi TNI bersama masyarakat tersebut semakin mendekati rampung dan diproyeksikan segera dapat dimanfaatkan warga sebagai akses penghubung yang lebih aman, cepat, dan efektif.

 

Memasuki tahap finishing, berbagai pekerjaan penyempurnaan terus dikerjakan, guna memastikan seluruh konstruksi jembatan memenuhi standar keamanan dan siap digunakan dalam jangka panjang. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang memadai, sekaligus mendukung peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah setempat.

 

Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, bahwa saat ini pembangunan telah memasuki tahap akhir dengan fokus pada penyelesaian sejumlah pekerjaan detail konstruksi.

 

"Pekerjaan yang tersisa saat ini merupakan tahap penyelesaian akhir. Kami terus melakukan pengawasan agar seluruh bagian konstruksi memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan," ujarnya, Rabu (10/6/2026).

 

Ia menjelaskan, jika keberadaan jembatan gantung tersebut nantinya tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat dan membuka akses yang lebih mudah bagi warga Desa Serang maupun daerah sekitarnya.

 

"Kami berharap jembatan ini dapat menjadi solusi kebutuhan akses masyarakat, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung berbagai aktivitas ekonomi yang selama ini membutuhkan jalur penghubung yang lebih baik," tambahnya.

 

Sementara itu, Babinsa Desa Serang, Pelda Arif Setiakawan menuturkan, bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting yang mendorong percepatan pembangunan. Semangat gotong royong yang terus terjaga membuat setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.

 

"Warga terus berpartisipasi dalam proses pembangunan. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai target yang telah ditetapkan," katanya.

 

Menurut Pelda Arif, jika pembangunan jembatan gantung tersebut bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi wujud nyata kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun fasilitas yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

 

Dengan progres yang terus bergerak menuju penyelesaian, Jembatan Gantung Desa Serang diharapkan segera beroperasi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain memperlancar akses dan mobilitas warga, kehadiran jembatan ini juga menjadi simbol kuat sinergi TNI dan rakyat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Mk/Pen0702)

Selasa, 09 Juni 2026

Pembangunan Jembatan Gantung Desa Serang Memasuki Finishing

 


PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, kini memasuki tahap penyelesaian akhir. Infrastruktur yang dibangun melalui kolaborasi TNI bersama masyarakat tersebut semakin mendekati rampung dan diproyeksikan segera dapat dimanfaatkan warga sebagai akses penghubung yang lebih aman, cepat, dan efektif.


Memasuki tahap finishing, berbagai pekerjaan penyempurnaan terus dikerjakan, guna memastikan seluruh konstruksi jembatan memenuhi standar keamanan dan siap digunakan dalam jangka panjang. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang memadai, sekaligus mendukung peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah setempat.


Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, bahwa saat ini pembangunan telah memasuki tahap akhir dengan fokus pada penyelesaian sejumlah pekerjaan detail konstruksi.


"Pekerjaan yang tersisa saat ini merupakan tahap penyelesaian akhir. Kami terus melakukan pengawasan agar seluruh bagian konstruksi memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan," ujarnya, Selasa (9/6/2026).


Ia menjelaskan, jika keberadaan jembatan gantung tersebut nantinya tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat dan membuka akses yang lebih mudah bagi warga Desa Serang maupun daerah sekitarnya.


"Kami berharap jembatan ini dapat menjadi solusi kebutuhan akses masyarakat, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung berbagai aktivitas ekonomi yang selama ini membutuhkan jalur penghubung yang lebih baik," tambahnya.


Sementara itu, Babinsa Desa Serang, Pelda Arif Setiakawan menuturkan, bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting yang mendorong percepatan pembangunan. Semangat gotong royong yang terus terjaga membuat setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.


"Warga terus berpartisipasi dalam proses pembangunan. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai target yang telah ditetapkan," katanya.


Menurut Pelda Arif, jika pembangunan jembatan gantung tersebut bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi wujud nyata kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun fasilitas yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.


Dengan progres yang terus bergerak menuju penyelesaian, Jembatan Gantung Desa Serang diharapkan segera beroperasi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain memperlancar akses dan mobilitas warga, kehadiran jembatan ini juga menjadi simbol kuat sinergi TNI dan rakyat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Mk/Pen0702)

Minggu, 07 Juni 2026

Jembatan Gantung Desa Serang Hampir Rampung, Akses Warga Segera Terhubung

 

 




PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, kini memasuki tahap akhir. Infrastruktur yang digarap melalui sinergi TNI dan masyarakat tersebut menunjukkan progres signifikan dan diproyeksikan segera dapat dimanfaatkan oleh warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto menjelaskan, jika proses pembangunan jembatan gantung saat ini telah memasuki tahap finishing. Berbagai pekerjaan penyempurnaan terus dilakukan guna memastikan jembatan aman, kokoh, dan siap digunakan oleh masyarakat.

"Pekerjaan yang tersisa saat ini merupakan tahap penyelesaian akhir. Kami terus melakukan pengawasan agar seluruh bagian konstruksi memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan," ujarnya, Senin (8/6/2026). 

Menurutnya, jika kehadiran jembatan gantung tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas kebutuhan akses masyarakat, sekaligus mempercepat mobilitas warga antarwilayah. Selain itu, jembatan juga diyakini akan mendukung aktivitas masyarakat Desa Serang maupun daerah sekitarnya.

Sementara itu, Babinsa Desa Serang, Pelda Arif Setiakawan, turut menuturkan, jika keterlibatan warga dalam setiap tahapan pembangunan menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyelesaian proyek tersebut. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dinilai mencerminkan kuatnya kebersamaan dalam membangun fasilitas yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

"Warga sangat terus berpartisipasi dalam proses pembangunan. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama, sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai target," katanya. 

Dengan progres yang terus bergerak menuju penyelesaian, jembatan gantung Desa Serang diharapkan segera beroperasi dan menjadi sarana penghubung yang memperlancar akses warga. Kehadiran jembatan ini juga menjadi simbol kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat. (Mk/Pen0702)


Pembangunan Jembatan Gantung Desa Serang, Fasilitas Keselamatan Mulai Dipasang

 


PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja memasuki tahap akhir pengerjaan, personel Koramil 09/Karangreja bersama warga setempat kini fokus menyelesaikan berbagai fasilitas penunjang, guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat melintasi jembatan.


Sejumlah pekerjaan yang tengah dilakukan meliputi pemasangan pagar pengaman, handrail, serta berbagai komponen pendukung lainnya. Tahap ini menjadi bagian penting sebelum jembatan dapat difungsikan secara penuh sebagai akses penghubung bagi warga.


Proses pengerjaan dilaksanakan dengan penuh ketelitian untuk menjamin kekuatan konstruksi dan daya tahan jembatan dalam jangka panjang. Selain memperhatikan aspek teknis, para pekerja juga memastikan setiap bagian terpasang sesuai standar keselamatan sehingga mampu memberikan rasa aman bagi pengguna.


Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, pembangunan jembatan gantung tersebut saat ini telah mendekati bentuk akhir. Karena itu, penyelesaian fasilitas keselamatan menjadi prioritas agar manfaat jembatan dapat dirasakan masyarakat secara optimal.


"Pada tahap finishing ini fokus pada pemasangan sarana keselamatan dan penyempurnaan konstruksi. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan cermat agar jembatan memiliki kualitas yang baik, kuat, dan aman digunakan dalam jangka waktu yang lama," katanya, Minggu (7/6/2026). 


Menurutnya, keberadaan jembatan gantung tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta mempermudah akses masyarakat di wilayah Desa Serang dan sekitarnya.


"Jembatan gantung ini nantinya diharapkan mampu menjadi sarana yang mempermudah akses masyarakat, meningkatkan mobilitas warga, dan mendukung aktivitas warga Desa Serang maupun wilayah sekitarnya," harapnya.


Semangat gotong royong yang ditunjukkan TNI bersama warga menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan. Kolaborasi tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara aparat teritorial dan masyarakat dalam mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi kepentingan bersama. (Mk/Pen0702).

Jumat, 05 Juni 2026

Jembatan Gantung Desa Serang Masuki Tahap Finishing, Pemasangan Pengaman Jadi Fokus Utama

 

 



PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, kini memasuki tahap akhir atau finishing. Pembangunan yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan memperlancar aktivitas masyarakat tersebut menunjukkan progres yang semakin mendekati penyelesaian.

Pada tahap finishing ini, sejumlah pekerjaan difokuskan pada pemasangan berbagai fasilitas penunjang keselamatan dan kenyamanan pengguna jembatan. Anggota Koramil 09/Karangreja terus mengawal proses pengerjaan agar dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan.

Babinsa Desa Serang, Pelda Arif Setiakawan, menjelaskan, bahwa pekerjaan yang saat ini sedang dilaksanakan meliputi pembuatan pagar pengaman di sepanjang sisi jembatan. Selain itu, tim juga melakukan pemasangan handrail atau pegangan tangan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat saat melintasi jembatan.

"Selain pagar pengaman, kami juga memasang handrail dan jaring pengaman pada bagian tertentu sebagai langkah untuk meningkatkan aspek keselamatan pengguna jembatan," jelasnya, Sabtu (6/6/2026). 

Menurutnya, tahap finishing menjadi bagian penting dalam pembangunan karena berkaitan langsung dengan keamanan dan kelayakan fungsi jembatan sebelum nantinya digunakan oleh masyarakat.

"Dengan progres pembangunan yang terus bergerak maju, masyarakat berharap jembatan gantung tersebut dapat segera rampung dan dimanfaatkan sebagai sarana transportasi yang aman, nyaman, serta mampu mendorong pertumbuhan wilayah secara berkelanjutan," ujarnya. 

Keberadaan jembatan gantung ini diharapkan dapat mempermudah akses warga Desa Serang dan sekitarnya, sekaligus mendukung mobilitas serta kegiatan ekonomi masyarakat sekitar. (Mk/Pen0702)


Kamis, 04 Juni 2026

Pembangunan Jembatan Gantung, Pemasangan Lantai Hingga Finishing Dikebut

 

 



PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, memasuki tahap krusial. Sejumlah pekerjaan utama kini tengah dikebut, mulai dari pemasangan papan lantai jembatan, pengecatan konstruksi, hingga pemplesteran pada bagian pendukung, Jumat (5/6/2026).

Para Babinsa Koramil 09/Karangreja bersama warga tampak bergotong royong menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan. Pemasangan papan lantai menjadi fokus utama karena merupakan bagian vital yang akan menentukan fungsi jembatan sebelum dapat digunakan masyarakat.

Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, pembangunan jembatan gantung saat ini telah memasuki fase penyelesaian yang membutuhkan ketelitian dan koordinasi yang baik di lapangan.

"Pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi pemasangan papan lantai jembatan, pengecatan, serta pemplesteran pada bagian konstruksi pendukung. Seluruh tahapan dikerjakan secara bertahap agar hasilnya sesuai standar dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut Kapten Cba Heri Susanto, jika sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian pembangunan. Semangat gotong royong yang terus terjaga membuat pengerjaan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

"Dengan berbagai pekerjaan yang kini memasuki tahap akhir, pembangunan jembatan gantung tersebut semakin mendekati penyelesaian dan siap menjadi sarana penghubung yang membawa manfaat besar bagi masyarakat setempat," pungkasnya.(Mk Pen0702)


Rabu, 03 Juni 2026

Jembatan Gantung Desa Serang, Harapan Baru Akses Warga Kian Dekat

 




PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga Kamis (4/6/2026), progres pengerjaan infrastruktur yang berada di wilayah teritorial Kodim 0702/Purbalingga tersebut telah mencapai 84,60 persen.

Capaian itu menjadi indikator positif bahwa pembangunan berjalan sesuai target dan semakin mendekati tahap penyelesaian. Kehadiran jembatan gantung ini nantinya diharapkan mampu menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat setempat.

Pembangunan jembatan ini terlaksana berkat dukungan penuh TNI Angkatan Darat, baik melalui pengerahan personel maupun penyediaan material. Di lapangan, proses pengerjaan melibatkan personel Koramil 09/Karangreja bersama warga Desa Serang yang bekerja secara gotong royong di bawah koordinasi Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto.

Kolaborasi yang kuat antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga konsistensi serta percepatan pembangunan. Semangat kebersamaan yang terjalin selama proses pengerjaan juga mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.

Saat ini, sejumlah pekerjaan yang tengah dilaksanakan meliputi pemasangan papan lantai jembatan, pengecatan, serta pemplesteran pada bagian konstruksi pendukung.

Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, progres pembangunan yang telah mencapai lebih dari 84 persen merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat.

"Kami terus mengoptimalkan pengerjaan agar pembangunan dapat selesai tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas dan faktor keamanan konstruksi. Sinergi antara personel TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan pembangunan jembatan ini," ujarnya.

Sementara itu, Makrub, salah seorang warga Desa Serang, mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan gantung tersebut. Menurutnya, kehadiran jembatan akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beraktivitas dan meningkatkan aksesibilitas wilayah.

"Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membangun jembatan ini. Semoga segera selesai sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memperlancar kegiatan sehari-hari dan mendukung perekonomian warga," katanya. (Mk/Pen0702)

Selasa, 02 Juni 2026

TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Gantung di Purbalingga

 

 



PURBALINGGA - Semangat gotong royong kembali terlihat dalam pembangunan infrastruktur pedesaan. Anggota TNI bersama masyarakat bahu-membahu melaksanakan pemasangan lantai jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Rabu (3/6/2026).

Pembangunan jembatan yang menjadi salah satu kebutuhan vital masyarakat tersebut kini memasuki tahapan penting, yakni pemasangan lantai dan penyempurnaan struktur pendukung. Kehadiran anggota TNI bersama warga tidak hanya mempercepat pekerjaan, namun mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan daerah.

Para Babinsa Koramil 09/Karangreja bersama warga setempat bekerja secara bergotong royong memasang rangka baja yang berfungsi sebagai struktur pendukung lantai jembatan. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan dek atau lantai jembatan yang nantinya akan menjadi jalur utama penyeberangan masyarakat.

Babinsa Desa Serang, Pelda Arif Setiakawan, mengatakan, bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah.

"Pembangunan jembatan ini sangat penting bagi masyarakat. Kami bersama warga bekerja secara gotong royong agar proses pengerjaan dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Heri Susanto menjelaskan, bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi mobilitas warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat di wilayah pedesaan Karangreja.

"Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, akan tetapi menjadi akses penting yang akan mempermudah mobilitas masyarakat. Dengan terbangunnya jembatan yang aman dan layak, diharapkan roda perekonomian warga semakin berkembang dan akses lebih mudah dijangkau," jelasnya.

Kapten Cba Heri Susanto menambahkan, jika sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan selama proses pembangunan diharapkan terus terjaga demi mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, jembatan gantung Desa Serang diharapkan segera rampung dan menjadi simbol hadirnya kolaborasi nyata antara TNI dan rakyat dalam membangun negeri dari pelosok desa," pungkasnya. (Mk/Pen0702)


Senin, 01 Juni 2026

Dari Purbalingga, Pancasila Dikobarkan sebagai Ideologi Hidup yang Menyatukan dan Mendamaikan Dunia

 

 




PURBALINGGA – Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., bersama unsur Forkopimda Purbalingga mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Pendopo Dipokusumo Kabupaten Purbalingga, Senin (1/6/2026).

Upacara tersebut turut diikuti oleh personel TNI, Polri, pelajar dan berbagai elemen masyarakat yang tampil anggun dengan mengenakan busana adat Jawa.

Pada upacara yang berlangsung khidmat itu, Danramil 06/Kemangkon, Kapten Inf Imam Tabiin, bertindak sebagai komandan upacara. Adapun Inspektur Upacara adalah Bupati Purbalingga, H. Fahmi Muhammad Hanif. Dalam amanatnya, bupati membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menegaskan bahwa Pancasila berperan sebagai pemersatu keberagaman bangsa sekaligus pedoman Indonesia dalam mewujudkan perdamaian, keadilan, dan persatuan di tengah dinamika global.

Tema peringatan tahun ini, yakni "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", selaras dengan komitmen Indonesia untuk menjaga persatuan nasional, memperkuat toleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia melalui nilai-nilai Pancasila.

Indonesia telah menunjukkan kontribusi aktif dalam pengiriman pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran mediasi yang tangguh pada konflik regional, serta konsistensi dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang terjajah. Hal ini menjadi bukti empiris yang tidak terbantahkan sekaligus mencerminkan kredo moral bahwa perdamaian sejati bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan yang merata bagi seluruh umat manusia.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan peringatan tegas bahwa kemajuan ekonomi yang pesat dan lompatan teknologi yang masif, tanpa disertai arah moral yang jelas, dapat menyesatkan peradaban. Oleh sebab itu, generasi muda diajak merevitalisasi Pancasila menjadi ideologi yang hidup (living ideology). Pancasila tidak boleh terjebak sebagai hiasan dinding yang beku atau sekadar teks mati dalam buku sejarah, melainkan harus termanifestasi nyata dalam tindakan sehari-hari.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Purbalingga juga menjadi wujud kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga semangat persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
(Sw-Pendim PBG)