PURBALINGGA–Semangat gotong royong masyarakat dalam pembangunan Jembatan Garuda di Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, tidak hanya ditunjukkan oleh kaum pria. Kaum wanita pun turut ambil bagian dengan penuh antusias dalam mewujudkan impian masyarakat memiliki akses penghubung yang lebih dekat menuju Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga.
Pembangunan Jembatan Gantung bantuan Program Jembatan Garuda dari Presiden RI Prabowo Subianto tersebut dikerjakan secara gotong royong masyarakat dan anggota Kodim 0702/Purbalingga. Kehadiran jembatan ini menjadi harapan besar bagi warga yang selama bertahun-tahun mengalami kesulitan akses transportasi antarwilayah.
Di lokasi pembangunan, para ibu rumah tangga terlihat ikut membantu berbagai pekerjaan sesuai kemampuan mereka. Kehadiran kaum wanita menjadi bukti bahwa semangat membangun desa tidak mengenal batas gender, melainkan lahir dari keinginan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Selasa (23/6/2026).
Salah satu warga Desa Wanogara Wetan, Eva Triyani, yang ikut melaksanakan gotong royong pembangunan Jembatan Gantung ini mengaku sangat bersyukur dan antusias dengan pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat harus menempuh perjalanan lebih jauh dengan memutar melalui Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, apabila ingin menuju Desa Tumanggal maupun wilayah sekitarnya.
“Selama ini kalau mau ke Desa Tumanggal harus memutar sampai Bantarbarang atau bila ingin dekat harus menyeberangi Sungai Gintung, kalau cuaca sudah mendung, kami sering khawatir karena Sungai Gintung sering banjir. Dengan adanya jembatan ini tentu akan sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, warga lainnya, Karto Yuwono, mengatakan bahwa keberadaan Jembatan Garuda sangat dinantikan oleh para petani. Selama ini biaya dan waktu transportasi yang lebih panjang menyebabkan hasil panen memiliki nilai jual yang kurang optimal.
“Petani sangat menantikan Jembatan Gantung ini. Nantinya hasil panen bisa lebih mudah dibawa ke wilayah lain sehingga harga jualnya bisa lebih baik. Selama ini salah satu kendalanya karena akses transportasi yang jauh dan harus memutar,” ungkapnya.
Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan menjadi solusi atas keterisolasian akses masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan tersebut juga akan mempercepat distribusi hasil pertanian, memperlancar aktivitas pendidikan, perdagangan, serta memperkuat hubungan sosial antarwarga kedua desa.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum wanita, menjadi gambaran nyata kebersamaan dalam membangun desa. Dengan hadirnya Jembatan Garuda, impian masyarakat Wanogara Wetan untuk memiliki akses yang aman, cepat, dan nyaman menuju Desa Tumanggal kini semakin dekat menjadi kenyataan.(SF)
































