Senin, 22 Juni 2026

Semangat Kaum Wanita Warnai Gotong Royong Pembangunan Jembatan Garuda di Wanogara Wetan

 


PURBALINGGA–Semangat gotong royong masyarakat dalam pembangunan Jembatan Garuda di Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, tidak hanya ditunjukkan oleh kaum pria. Kaum wanita pun turut ambil bagian dengan penuh antusias dalam mewujudkan impian masyarakat memiliki akses penghubung yang lebih dekat menuju Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga.


Pembangunan Jembatan Gantung bantuan Program Jembatan Garuda dari Presiden RI Prabowo Subianto tersebut dikerjakan secara gotong royong masyarakat dan anggota Kodim 0702/Purbalingga. Kehadiran jembatan ini menjadi harapan besar bagi warga yang selama bertahun-tahun mengalami kesulitan akses transportasi antarwilayah.


Di lokasi pembangunan, para ibu rumah tangga terlihat ikut membantu berbagai pekerjaan sesuai kemampuan mereka. Kehadiran kaum wanita menjadi bukti bahwa semangat membangun desa tidak mengenal batas gender, melainkan lahir dari keinginan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Selasa (23/6/2026).


Salah satu warga Desa Wanogara Wetan, Eva Triyani, yang ikut melaksanakan gotong royong pembangunan Jembatan Gantung ini  mengaku sangat bersyukur dan antusias dengan pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat harus menempuh perjalanan lebih jauh dengan memutar melalui Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, apabila ingin menuju Desa Tumanggal maupun wilayah sekitarnya.


“Selama ini kalau mau ke Desa Tumanggal harus memutar sampai Bantarbarang atau bila ingin dekat harus menyeberangi Sungai Gintung, kalau cuaca sudah mendung, kami sering khawatir karena Sungai Gintung sering banjir. Dengan adanya jembatan ini tentu akan sangat membantu masyarakat,” ujarnya.


Senada dengan itu, warga lainnya, Karto Yuwono, mengatakan bahwa keberadaan Jembatan Garuda sangat dinantikan oleh para petani. Selama ini biaya dan waktu transportasi yang lebih panjang menyebabkan hasil panen memiliki nilai jual yang kurang optimal.


“Petani sangat menantikan Jembatan Gantung ini. Nantinya hasil panen bisa lebih mudah dibawa ke wilayah lain sehingga harga jualnya bisa lebih baik. Selama ini salah satu kendalanya karena akses transportasi yang jauh dan harus memutar,” ungkapnya.


Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan menjadi solusi atas keterisolasian akses masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan tersebut juga akan mempercepat distribusi hasil pertanian, memperlancar aktivitas pendidikan, perdagangan, serta memperkuat hubungan sosial antarwarga kedua desa.


Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum wanita, menjadi gambaran nyata kebersamaan dalam membangun desa. Dengan hadirnya Jembatan Garuda, impian masyarakat Wanogara Wetan untuk memiliki akses yang aman, cepat, dan nyaman menuju Desa Tumanggal kini semakin dekat menjadi kenyataan.(SF)

Minggu, 21 Juni 2026

Jembatan Perintis Garuda, Simbol Kemanunggalan di Purbalingga

 


PURBALINGGA – Kemanunggalan TNI dan rakyat kembali mewujud secara nyata di wilayah Kabupaten Purbalingga. Personel Komando Distrik Militer (Kodim) 0702/Purbalingga bersama warga masyarakat bahu-membahu melaksanakan pembangunan infrastruktur penting berupa Jembatan Perintis Garuda Tahap V yang berlokasi di area Sungai Kalisoso, Desa Serayularangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Senin (22/06/2026).


Jembatan perintis tersebut dirancang untuk membuka aksesibilitas, memperlancar mobilitas warga, serta mendongkrak denyut perekonomian di kawasan perdesaan yang selama ini terkendala oleh kondisi geografis.


​Medan yang cukup menantang di sekitar perbukitan dan rumpun bambu tidak menyurutkan semangat kerja bakti tersebut. Senyum dan keakraban yang terpancar di antara mereka mempertegas komitmen TNI yang selalu hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat.


​Program Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V ini merupakan bagian dari bakti TNI untuk negeri, khususnya dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah pinggiran atau terisolasi. Melalui gotong-royong, pengerjaan yang berat menjadi lebih ringan dan hubungan emosional antara TNI dan rakyat semakin kukuh.


​Warga Desa Serayularangan menyambut gembira dan bersyukur atas kehadiran program ini. Dengan adanya jembatan baru di Sungai Kalisoso tersebut di harapkan transportasi antar-dukuh maupun akses menuju lahan pertanian akan menjadi jauh lebih aman dan cepat, tanpa harus khawatir saat debit air sungai meningkat. (Pendim PBG)

Sabtu, 20 Juni 2026

Penantian Panjang Terjawab, Jembatan Garuda di Wanogara Wetan Mulai Dibangun

 


PURBALINGGA - Penantian panjang masyarakat Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, akhirnya mulai terjawab. Kabar gembira itu hadir melalui dimulainya pembangunan Jembatan Garuda yang digagas pemerintah pusat sebagai bagian dari program pembangunan infrastruktur Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. 


Pembangunan jembatan gantung tersebut disambut antusias warga, karena dinilai menjadi solusi penting bagi kebutuhan akses penghubung antarwilayah, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya di sektor pertanian.


Jembatan yang melintasi Sungai Gintung itu nantinya akan menghubungkan Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang dengan Desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan. Kehadiran jembatan tersebut diproyeksikan menjadi akses utama masyarakat antar desa maupun antar kecamatan.


Danramil 13/Rembang, Kapten Arm Mindoko mengatakan, saat ini pembangunan masih memasuki tahap awal. Namun demikian, masyarakat sudah mulai merasakan harapan baru atas hadirnya akses penghubung yang selama ini dinantikan.


“Jembatan gantung ini nantinya akan menjadi akses pendekat bagi dua desa dan dua kecamatan. Selain mempercepat mobilitas warga, keberadaannya juga akan sangat membantu aktivitas pertanian masyarakat,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026). 


Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan serta meningkatkan konektivitas masyarakat.


Sementara itu, Babinsa Desa Wanogara Wetan, Serda Supriyo Hadi menyampaikan, bahwa warga menyambut baik dimulainya pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai keberadaan jembatan akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.


“Selama ini warga harus menempuh jalur yang cukup jauh untuk menuju wilayah seberang. Dengan adanya pembangunan jembatan ini, nantinya akses masyarakat akan lebih mudah, cepat, dan aman,” katanya.


Ia berharap pembangunan Jembatan Garuda dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga nantinya bisa dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga antarwilayah. (Mk Pen0702)

Kamis, 18 Juni 2026

Pembangunan Jembatan Gantung Desa Serang Capai Tahap Finishing

 


PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, kini memasuki tahap finishing. Infrastruktur yang dibangun melalui kolaborasi TNI bersama masyarakat tersebut menjadi harapan baru bagi warga untuk meningkatkan mobilitas dan memperlancar aktivitas ekonomi di wilayah setempat.


Sejumlah pekerjaan akhir terus dikebut agar jembatan dapat segera difungsikan. Penyelesaian fasilitas pendukung, pengecekan konstruksi, hingga penataan area sekitar jembatan menjadi fokus utama dalam tahapan akhir pembangunan.


Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan saat ini telah memasuki tahap penyempurnaan.


"Alhamdulillah, pembangunan jembatan gantung Desa Serang sudah memasuki tahap finishing. Saat ini kami bersama seluruh pihak terkait terus memastikan setiap bagian konstruksi selesai dengan baik, sehingga nantinya jembatan dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh masyarakat," ujarnya, Jumat (19/6/2026).


Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan memberikan dampak besar bagi warga, terutama dalam mempercepat akses antarwilayah yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan gantung juga diharapkan mampu mendukung aktivitas sektor pertanian. 


Kapten Cba Heri Susanto menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi salah satu faktor penting yang mendorong percepatan pekerjaan hingga mencapai tahap akhir.


"Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat dan optimal ketika dikerjakan bersama-sama demi kepentingan masyarakat," katanya.


Kehadirannya diharapkan menjadi sarana penghubung yang tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga di kawasan pegunungan Karangreja. (Mk/Pen0702)

Jembatan Gantung Permudah Mobilitas Warga Desa Serang

 


PURBALINGGA – Proses pembangunan jembatan gantung di Desa Serang kini terus berlangsung dan telah memasuki tahap akhir atau penyelesaian. Konstruksi jembatan tampak kokoh dan siap mendukung konektivitas masyarakat setempat setelah seluruh pekerjaan penyempurnaan rampung dilaksanakan.


Saat ini, pekerjaan yang masih berjalan meliputi penyelesaian detail konstruksi, pengecekan keamanan, serta penyempurnaan fasilitas pendukung guna memastikan jembatan dapat digunakan secara optimal dan aman oleh masyarakat, Kamis (18/6/2026).


Di lokasi pembangunan, Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto, berharap jembatan yang berada di wilayah Kecamatan Karangreja tersebut dapat menjadi infrastruktur strategis yang mempermudah aktivitas warga, khususnya dalam menunjang mobilitas harian, distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan akses antarkawasan.


“Kami berharap keberadaan jembatan gantung ini dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan infrastruktur di wilayah pegunungan Kabupaten Purbalingga, khususnya di kawasan Desa Serang yang dikenal sebagai daerah pertanian dan desa wisata di lereng Gunung Slamet,” ungkapnya.


Masyarakat menyambut positif perkembangan pembangunan tersebut dan berharap jembatan segera dapat difungsikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas pelayanan dan aksesibilitas bagi warga. (SW)

Sabtu, 13 Juni 2026

Harapan Warga Desa Serang Segera Terwujud, Jembatan Gantung Masuki Tahap Finishing

 


PURBALINGGA – Harapan masyarakat Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, untuk memiliki akses penghubung yang lebih aman dan mudah kini semakin dekat menjadi kenyataan. Pembangunan jembatan gantung yang dikerjakan melalui sinergi TNI bersama warga setempat telah memasuki tahap finishing dan diproyeksikan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.


Progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi warga. Kehadiran jembatan gantung diyakini akan memperlancar mobilitas masyarakat, mempersingkat waktu tempuh, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah Desa Serang serta daerah sekitarnya.


Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, bahwa saat ini pekerjaan pembangunan telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Berbagai pekerjaan penyempurnaan terus dilakukan, guna memastikan seluruh konstruksi memenuhi standar keamanan sebelum digunakan masyarakat.


"Pekerjaan yang tersisa saat ini merupakan tahap penyelesaian akhir. Kami terus melakukan pengawasan agar seluruh bagian konstruksi memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan," ujar Kapten Heri Susanto, Minggu (14/6/2026).


Ia menjelaskan, jika keberadaan jembatan gantung tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan akses masyarakat yang selama ini menjadi harapan warga. Selain mempercepat mobilitas warga, jembatan juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat.


Sementara itu, Babinsa Desa Serang, Pelda Arif Setiakawan menuturkan, bahwa percepatan pembangunan tidak terlepas dari tingginya partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pekerjaan. Semangat gotong royong yang terus terjaga menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan pembangunan hingga mendekati tahap akhir.


"Warga terus berpartisipasi dalam proses pembangunan. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai target," kata Pelda Arif.


Dengan progres yang kini terus bergerak menuju penyelesaian, jembatan gantung Desa Serang diharapkan segera dapat dioperasikan. Infrastruktur tersebut tidak hanya menjadi sarana penghubung yang memudahkan akses warga, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat. (MK/Pen0702)

Jumat, 12 Juni 2026

Masuki Tahap Akhir, Jembatan Gantung Desa Serang Siap Pangkas Waktu Tempuh Warga

 


​PURBALINGGA – Harapan masyarakat Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga untuk menikmati akses jalan yang lebih cepat akan segera terwujud. Proyek pembangunan jembatan gantung yang dikerjakan lewat aksi gotong royong antara TNI dan warga setempat kini telah memasuki fase penyempurnaan (finishing).Sabtu (13/6/2026). 


​Guna memastikan infrastruktur ini bisa secepatnya beroperasi, serangkaian pekerjaan akhir terus dipacu di lapangan. Fokus utama petugas saat ini meliputi perapian area sekitar, pengecekan kelaikan struktur bangunan, hingga penuntasan fasilitas-fasilitas penunjang jembatan.


​Kemajuan positif ini dikonfirmasi langsung oleh Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto. Ia menyebutkan bahwa seluruh tim tengah bekerja keras memastikan keamanan jembatan sebelum resmi dibuka untuk umum.


​"Puji syukur, pengerjaan jembatan gantung di Desa Serang sudah berada di tahap akhir. Saat ini fokus kami adalah memastikan seluruh elemen konstruksi tuntas dengan sempurna, sehingga masyarakat bisa melintasinya dengan rasa aman dan nyaman," jelasnya. 


​Lebih lanjut, Danramil 09/Karangreja, menjelaskan bahwa jembatan ini diproyeksikan menjadi solusi atas kendala aksesibilitas yang selama ini dihadapi warga setempat. Dengan terhubungnya jalur ini, mobilitas harian masyarakat dipastikan jauh lebih efisien, sekaligus mampu mendongkrak denyut perekonomian di sektor pertanian.


​Keberhasilan proyek yang berjalan cepat ini tidak lepas dari kontribusi aktif dan kerja keras masyarakat yang bahu-bahu di lapangan sejak awal pembangunan.


​"Partisipasi dan semangat kebersamaan warga di sini sangat patut diancungi jempol. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa proyek fasilitas publik dapat rampung lebih cepat dan maksimal berkat kekuatan gotong royong," pungkasnya.


​Dengan rampungnya jembatan gantung ini, masyarakat di wilayah pegunungan Karangreja kini bersiap menyambut kemudahan akses transportasi yang tidak hanya mempersingkat jarak, tetapi juga membawa dampak positif bagi taraf hidup mereka. (Sw)

Rabu, 10 Juni 2026

Pembangunan Jembatan Gantung Desa Serang Capai Tahap Finishing, Akses Warga Segera Terhubung Lebih Cepat

 



PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, kini memasuki tahap finishing. Infrastruktur yang dibangun melalui kolaborasi TNI bersama masyarakat tersebut menjadi harapan baru bagi warga untuk meningkatkan mobilitas dan memperlancar aktivitas ekonomi di wilayah setempat.

Sejumlah pekerjaan akhir terus dikebut agar jembatan dapat segera difungsikan. Penyelesaian fasilitas pendukung, pengecekan konstruksi, hingga penataan area sekitar jembatan menjadi fokus utama dalam tahapan akhir pembangunan.

Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan saat ini telah memasuki tahap penyempurnaan.

"Alhamdulillah, pembangunan jembatan gantung Desa Serang sudah memasuki tahap finishing. Saat ini kami bersama seluruh pihak terkait terus memastikan setiap bagian konstruksi selesai dengan baik, sehingga nantinya jembatan dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh masyarakat," ujarnya, Kamis (12/6/2026).

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan memberikan dampak besar bagi warga, terutama dalam mempercepat akses antarwilayah yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan gantung juga diharapkan mampu mendukung aktivitas sektor pertanian. 

Kapten Cba Heri Susanto menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi salah satu faktor penting yang mendorong percepatan pekerjaan hingga mencapai tahap akhir.

"Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat dan optimal ketika dikerjakan bersama-sama demi kepentingan masyarakat," katanya.

Kehadirannya diharapkan menjadi sarana penghubung yang tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga di kawasan pegunungan Karangreja. (Mk/Pen0702

Pembangunan Jembatan Gantung Desa Serang Tahap Akhir, Akses Warga Segera Terhubung

 

 




PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, kini memasuki tahap akhir. Infrastruktur yang digarap melalui sinergi TNI dan masyarakat tersebut menunjukkan progres signifikan dan diproyeksikan segera dapat dimanfaatkan oleh warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto menjelaskan, jika proses pembangunan jembatan gantung saat ini telah memasuki tahap finishing. Berbagai pekerjaan penyempurnaan terus dilakukan guna memastikan jembatan aman, kokoh, dan siap digunakan oleh masyarakat.

"Pekerjaan yang tersisa saat ini merupakan tahap penyelesaian akhir. Kami terus melakukan pengawasan agar seluruh bagian konstruksi memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan," ujarnya, Kamis (11/6/2026). 

Menurutnya, jika kehadiran jembatan gantung tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas kebutuhan akses masyarakat, sekaligus mempercepat mobilitas warga antarwilayah. Selain itu, jembatan juga diyakini akan mendukung aktivitas masyarakat Desa Serang maupun daerah sekitarnya.

Sementara itu, Babinsa Desa Serang, Pelda Arif Setiakawan, turut menuturkan, jika keterlibatan warga dalam setiap tahapan pembangunan menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyelesaian proyek tersebut. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dinilai mencerminkan kuatnya kebersamaan dalam membangun fasilitas yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

"Warga sangat terus berpartisipasi dalam proses pembangunan. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama, sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai target," katanya. 

Dengan progres yang terus bergerak menuju penyelesaian, jembatan gantung Desa Serang diharapkan segera beroperasi dan menjadi sarana penghubung yang memperlancar akses warga. Kehadiran jembatan ini juga menjadi simbol kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat. (Mk/Pen0702)


Pengecatan Jembatan Gantung Desa Serang, Tanda Pembangunan Selesai

 

 


 


PURBALINGGA - Pengecatan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, kini memasuki tahap penyelesaian akhir. Infrastruktur yang dibangun melalui kolaborasi TNI bersama masyarakat tersebut semakin mendekati rampung dan diproyeksikan segera dapat dimanfaatkan warga sebagai akses penghubung yang lebih aman, cepat, dan efektif.

 

Memasuki tahap finishing, berbagai pekerjaan penyempurnaan terus dikerjakan, guna memastikan seluruh konstruksi jembatan memenuhi standar keamanan dan siap digunakan dalam jangka panjang. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang memadai, sekaligus mendukung peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah setempat.

 

Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, bahwa saat ini pembangunan telah memasuki tahap akhir dengan fokus pada penyelesaian sejumlah pekerjaan detail konstruksi.

 

"Pekerjaan yang tersisa saat ini merupakan tahap penyelesaian akhir. Kami terus melakukan pengawasan agar seluruh bagian konstruksi memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan," ujarnya, Rabu (10/6/2026).

 

Ia menjelaskan, jika keberadaan jembatan gantung tersebut nantinya tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat dan membuka akses yang lebih mudah bagi warga Desa Serang maupun daerah sekitarnya.

 

"Kami berharap jembatan ini dapat menjadi solusi kebutuhan akses masyarakat, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung berbagai aktivitas ekonomi yang selama ini membutuhkan jalur penghubung yang lebih baik," tambahnya.

 

Sementara itu, Babinsa Desa Serang, Pelda Arif Setiakawan menuturkan, bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting yang mendorong percepatan pembangunan. Semangat gotong royong yang terus terjaga membuat setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.

 

"Warga terus berpartisipasi dalam proses pembangunan. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai target yang telah ditetapkan," katanya.

 

Menurut Pelda Arif, jika pembangunan jembatan gantung tersebut bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi wujud nyata kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun fasilitas yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

 

Dengan progres yang terus bergerak menuju penyelesaian, Jembatan Gantung Desa Serang diharapkan segera beroperasi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain memperlancar akses dan mobilitas warga, kehadiran jembatan ini juga menjadi simbol kuat sinergi TNI dan rakyat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Mk/Pen0702)

Selasa, 09 Juni 2026

Pembangunan Jembatan Gantung Desa Serang Memasuki Finishing

 


PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, kini memasuki tahap penyelesaian akhir. Infrastruktur yang dibangun melalui kolaborasi TNI bersama masyarakat tersebut semakin mendekati rampung dan diproyeksikan segera dapat dimanfaatkan warga sebagai akses penghubung yang lebih aman, cepat, dan efektif.


Memasuki tahap finishing, berbagai pekerjaan penyempurnaan terus dikerjakan, guna memastikan seluruh konstruksi jembatan memenuhi standar keamanan dan siap digunakan dalam jangka panjang. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang memadai, sekaligus mendukung peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah setempat.


Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, bahwa saat ini pembangunan telah memasuki tahap akhir dengan fokus pada penyelesaian sejumlah pekerjaan detail konstruksi.


"Pekerjaan yang tersisa saat ini merupakan tahap penyelesaian akhir. Kami terus melakukan pengawasan agar seluruh bagian konstruksi memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan," ujarnya, Selasa (9/6/2026).


Ia menjelaskan, jika keberadaan jembatan gantung tersebut nantinya tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat dan membuka akses yang lebih mudah bagi warga Desa Serang maupun daerah sekitarnya.


"Kami berharap jembatan ini dapat menjadi solusi kebutuhan akses masyarakat, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung berbagai aktivitas ekonomi yang selama ini membutuhkan jalur penghubung yang lebih baik," tambahnya.


Sementara itu, Babinsa Desa Serang, Pelda Arif Setiakawan menuturkan, bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting yang mendorong percepatan pembangunan. Semangat gotong royong yang terus terjaga membuat setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.


"Warga terus berpartisipasi dalam proses pembangunan. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai target yang telah ditetapkan," katanya.


Menurut Pelda Arif, jika pembangunan jembatan gantung tersebut bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi wujud nyata kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun fasilitas yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.


Dengan progres yang terus bergerak menuju penyelesaian, Jembatan Gantung Desa Serang diharapkan segera beroperasi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain memperlancar akses dan mobilitas warga, kehadiran jembatan ini juga menjadi simbol kuat sinergi TNI dan rakyat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Mk/Pen0702)

Minggu, 07 Juni 2026

Jembatan Gantung Desa Serang Hampir Rampung, Akses Warga Segera Terhubung

 

 




PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, kini memasuki tahap akhir. Infrastruktur yang digarap melalui sinergi TNI dan masyarakat tersebut menunjukkan progres signifikan dan diproyeksikan segera dapat dimanfaatkan oleh warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto menjelaskan, jika proses pembangunan jembatan gantung saat ini telah memasuki tahap finishing. Berbagai pekerjaan penyempurnaan terus dilakukan guna memastikan jembatan aman, kokoh, dan siap digunakan oleh masyarakat.

"Pekerjaan yang tersisa saat ini merupakan tahap penyelesaian akhir. Kami terus melakukan pengawasan agar seluruh bagian konstruksi memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan," ujarnya, Senin (8/6/2026). 

Menurutnya, jika kehadiran jembatan gantung tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas kebutuhan akses masyarakat, sekaligus mempercepat mobilitas warga antarwilayah. Selain itu, jembatan juga diyakini akan mendukung aktivitas masyarakat Desa Serang maupun daerah sekitarnya.

Sementara itu, Babinsa Desa Serang, Pelda Arif Setiakawan, turut menuturkan, jika keterlibatan warga dalam setiap tahapan pembangunan menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyelesaian proyek tersebut. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dinilai mencerminkan kuatnya kebersamaan dalam membangun fasilitas yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

"Warga sangat terus berpartisipasi dalam proses pembangunan. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama, sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai target," katanya. 

Dengan progres yang terus bergerak menuju penyelesaian, jembatan gantung Desa Serang diharapkan segera beroperasi dan menjadi sarana penghubung yang memperlancar akses warga. Kehadiran jembatan ini juga menjadi simbol kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat. (Mk/Pen0702)


Pembangunan Jembatan Gantung Desa Serang, Fasilitas Keselamatan Mulai Dipasang

 


PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja memasuki tahap akhir pengerjaan, personel Koramil 09/Karangreja bersama warga setempat kini fokus menyelesaikan berbagai fasilitas penunjang, guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat melintasi jembatan.


Sejumlah pekerjaan yang tengah dilakukan meliputi pemasangan pagar pengaman, handrail, serta berbagai komponen pendukung lainnya. Tahap ini menjadi bagian penting sebelum jembatan dapat difungsikan secara penuh sebagai akses penghubung bagi warga.


Proses pengerjaan dilaksanakan dengan penuh ketelitian untuk menjamin kekuatan konstruksi dan daya tahan jembatan dalam jangka panjang. Selain memperhatikan aspek teknis, para pekerja juga memastikan setiap bagian terpasang sesuai standar keselamatan sehingga mampu memberikan rasa aman bagi pengguna.


Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, pembangunan jembatan gantung tersebut saat ini telah mendekati bentuk akhir. Karena itu, penyelesaian fasilitas keselamatan menjadi prioritas agar manfaat jembatan dapat dirasakan masyarakat secara optimal.


"Pada tahap finishing ini fokus pada pemasangan sarana keselamatan dan penyempurnaan konstruksi. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan cermat agar jembatan memiliki kualitas yang baik, kuat, dan aman digunakan dalam jangka waktu yang lama," katanya, Minggu (7/6/2026). 


Menurutnya, keberadaan jembatan gantung tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta mempermudah akses masyarakat di wilayah Desa Serang dan sekitarnya.


"Jembatan gantung ini nantinya diharapkan mampu menjadi sarana yang mempermudah akses masyarakat, meningkatkan mobilitas warga, dan mendukung aktivitas warga Desa Serang maupun wilayah sekitarnya," harapnya.


Semangat gotong royong yang ditunjukkan TNI bersama warga menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan. Kolaborasi tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara aparat teritorial dan masyarakat dalam mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi kepentingan bersama. (Mk/Pen0702).

Jumat, 05 Juni 2026

Jembatan Gantung Desa Serang Masuki Tahap Finishing, Pemasangan Pengaman Jadi Fokus Utama

 

 



PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, kini memasuki tahap akhir atau finishing. Pembangunan yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan memperlancar aktivitas masyarakat tersebut menunjukkan progres yang semakin mendekati penyelesaian.

Pada tahap finishing ini, sejumlah pekerjaan difokuskan pada pemasangan berbagai fasilitas penunjang keselamatan dan kenyamanan pengguna jembatan. Anggota Koramil 09/Karangreja terus mengawal proses pengerjaan agar dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan.

Babinsa Desa Serang, Pelda Arif Setiakawan, menjelaskan, bahwa pekerjaan yang saat ini sedang dilaksanakan meliputi pembuatan pagar pengaman di sepanjang sisi jembatan. Selain itu, tim juga melakukan pemasangan handrail atau pegangan tangan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat saat melintasi jembatan.

"Selain pagar pengaman, kami juga memasang handrail dan jaring pengaman pada bagian tertentu sebagai langkah untuk meningkatkan aspek keselamatan pengguna jembatan," jelasnya, Sabtu (6/6/2026). 

Menurutnya, tahap finishing menjadi bagian penting dalam pembangunan karena berkaitan langsung dengan keamanan dan kelayakan fungsi jembatan sebelum nantinya digunakan oleh masyarakat.

"Dengan progres pembangunan yang terus bergerak maju, masyarakat berharap jembatan gantung tersebut dapat segera rampung dan dimanfaatkan sebagai sarana transportasi yang aman, nyaman, serta mampu mendorong pertumbuhan wilayah secara berkelanjutan," ujarnya. 

Keberadaan jembatan gantung ini diharapkan dapat mempermudah akses warga Desa Serang dan sekitarnya, sekaligus mendukung mobilitas serta kegiatan ekonomi masyarakat sekitar. (Mk/Pen0702)


Kamis, 04 Juni 2026

Pembangunan Jembatan Gantung, Pemasangan Lantai Hingga Finishing Dikebut

 

 



PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, memasuki tahap krusial. Sejumlah pekerjaan utama kini tengah dikebut, mulai dari pemasangan papan lantai jembatan, pengecatan konstruksi, hingga pemplesteran pada bagian pendukung, Jumat (5/6/2026).

Para Babinsa Koramil 09/Karangreja bersama warga tampak bergotong royong menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan. Pemasangan papan lantai menjadi fokus utama karena merupakan bagian vital yang akan menentukan fungsi jembatan sebelum dapat digunakan masyarakat.

Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, pembangunan jembatan gantung saat ini telah memasuki fase penyelesaian yang membutuhkan ketelitian dan koordinasi yang baik di lapangan.

"Pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi pemasangan papan lantai jembatan, pengecatan, serta pemplesteran pada bagian konstruksi pendukung. Seluruh tahapan dikerjakan secara bertahap agar hasilnya sesuai standar dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut Kapten Cba Heri Susanto, jika sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian pembangunan. Semangat gotong royong yang terus terjaga membuat pengerjaan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

"Dengan berbagai pekerjaan yang kini memasuki tahap akhir, pembangunan jembatan gantung tersebut semakin mendekati penyelesaian dan siap menjadi sarana penghubung yang membawa manfaat besar bagi masyarakat setempat," pungkasnya.(Mk Pen0702)


Rabu, 03 Juni 2026

Jembatan Gantung Desa Serang, Harapan Baru Akses Warga Kian Dekat

 




PURBALINGGA - Pembangunan jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga Kamis (4/6/2026), progres pengerjaan infrastruktur yang berada di wilayah teritorial Kodim 0702/Purbalingga tersebut telah mencapai 84,60 persen.

Capaian itu menjadi indikator positif bahwa pembangunan berjalan sesuai target dan semakin mendekati tahap penyelesaian. Kehadiran jembatan gantung ini nantinya diharapkan mampu menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat setempat.

Pembangunan jembatan ini terlaksana berkat dukungan penuh TNI Angkatan Darat, baik melalui pengerahan personel maupun penyediaan material. Di lapangan, proses pengerjaan melibatkan personel Koramil 09/Karangreja bersama warga Desa Serang yang bekerja secara gotong royong di bawah koordinasi Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto.

Kolaborasi yang kuat antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga konsistensi serta percepatan pembangunan. Semangat kebersamaan yang terjalin selama proses pengerjaan juga mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.

Saat ini, sejumlah pekerjaan yang tengah dilaksanakan meliputi pemasangan papan lantai jembatan, pengecatan, serta pemplesteran pada bagian konstruksi pendukung.

Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, progres pembangunan yang telah mencapai lebih dari 84 persen merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat.

"Kami terus mengoptimalkan pengerjaan agar pembangunan dapat selesai tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas dan faktor keamanan konstruksi. Sinergi antara personel TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan pembangunan jembatan ini," ujarnya.

Sementara itu, Makrub, salah seorang warga Desa Serang, mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan gantung tersebut. Menurutnya, kehadiran jembatan akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beraktivitas dan meningkatkan aksesibilitas wilayah.

"Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membangun jembatan ini. Semoga segera selesai sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memperlancar kegiatan sehari-hari dan mendukung perekonomian warga," katanya. (Mk/Pen0702)

Selasa, 02 Juni 2026

TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Gantung di Purbalingga

 

 



PURBALINGGA - Semangat gotong royong kembali terlihat dalam pembangunan infrastruktur pedesaan. Anggota TNI bersama masyarakat bahu-membahu melaksanakan pemasangan lantai jembatan gantung di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Rabu (3/6/2026).

Pembangunan jembatan yang menjadi salah satu kebutuhan vital masyarakat tersebut kini memasuki tahapan penting, yakni pemasangan lantai dan penyempurnaan struktur pendukung. Kehadiran anggota TNI bersama warga tidak hanya mempercepat pekerjaan, namun mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan daerah.

Para Babinsa Koramil 09/Karangreja bersama warga setempat bekerja secara bergotong royong memasang rangka baja yang berfungsi sebagai struktur pendukung lantai jembatan. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan dek atau lantai jembatan yang nantinya akan menjadi jalur utama penyeberangan masyarakat.

Babinsa Desa Serang, Pelda Arif Setiakawan, mengatakan, bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah.

"Pembangunan jembatan ini sangat penting bagi masyarakat. Kami bersama warga bekerja secara gotong royong agar proses pengerjaan dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Heri Susanto menjelaskan, bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi mobilitas warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat di wilayah pedesaan Karangreja.

"Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, akan tetapi menjadi akses penting yang akan mempermudah mobilitas masyarakat. Dengan terbangunnya jembatan yang aman dan layak, diharapkan roda perekonomian warga semakin berkembang dan akses lebih mudah dijangkau," jelasnya.

Kapten Cba Heri Susanto menambahkan, jika sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan selama proses pembangunan diharapkan terus terjaga demi mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, jembatan gantung Desa Serang diharapkan segera rampung dan menjadi simbol hadirnya kolaborasi nyata antara TNI dan rakyat dalam membangun negeri dari pelosok desa," pungkasnya. (Mk/Pen0702)


Senin, 01 Juni 2026

Dari Purbalingga, Pancasila Dikobarkan sebagai Ideologi Hidup yang Menyatukan dan Mendamaikan Dunia

 

 




PURBALINGGA – Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., bersama unsur Forkopimda Purbalingga mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Pendopo Dipokusumo Kabupaten Purbalingga, Senin (1/6/2026).

Upacara tersebut turut diikuti oleh personel TNI, Polri, pelajar dan berbagai elemen masyarakat yang tampil anggun dengan mengenakan busana adat Jawa.

Pada upacara yang berlangsung khidmat itu, Danramil 06/Kemangkon, Kapten Inf Imam Tabiin, bertindak sebagai komandan upacara. Adapun Inspektur Upacara adalah Bupati Purbalingga, H. Fahmi Muhammad Hanif. Dalam amanatnya, bupati membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menegaskan bahwa Pancasila berperan sebagai pemersatu keberagaman bangsa sekaligus pedoman Indonesia dalam mewujudkan perdamaian, keadilan, dan persatuan di tengah dinamika global.

Tema peringatan tahun ini, yakni "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", selaras dengan komitmen Indonesia untuk menjaga persatuan nasional, memperkuat toleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia melalui nilai-nilai Pancasila.

Indonesia telah menunjukkan kontribusi aktif dalam pengiriman pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran mediasi yang tangguh pada konflik regional, serta konsistensi dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang terjajah. Hal ini menjadi bukti empiris yang tidak terbantahkan sekaligus mencerminkan kredo moral bahwa perdamaian sejati bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan yang merata bagi seluruh umat manusia.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan peringatan tegas bahwa kemajuan ekonomi yang pesat dan lompatan teknologi yang masif, tanpa disertai arah moral yang jelas, dapat menyesatkan peradaban. Oleh sebab itu, generasi muda diajak merevitalisasi Pancasila menjadi ideologi yang hidup (living ideology). Pancasila tidak boleh terjebak sebagai hiasan dinding yang beku atau sekadar teks mati dalam buku sejarah, melainkan harus termanifestasi nyata dalam tindakan sehari-hari.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Purbalingga juga menjadi wujud kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga semangat persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
(Sw-Pendim PBG)


Sabtu, 30 Mei 2026

Percepat Pembangunan KDKMP, Dandim Purbalingga Perkuat Sinergi Lintas Sektor

 

 




PURBALINGGA - Upaya mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Purbalingga terus didorong melalui penguatan sinergi lintas sektor. Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda di Ruang Rapat Ardilawet Setda Kabupaten Purbalingga, pada Jumat (29/5/2026).

Rapat koordinasi tersebut menjadi forum untuk menyatukan langkah antara pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait dalam menyelesaikan berbagai kendala pembangunan KDKMP yang hingga kini masih dihadapi sejumlah desa dan kelurahan di wilayah Purbalingga.

Dalam arahannya, Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., menyampaikan, bahwa sejak beberapa bulan terakhir pemerintah bersama seluruh elemen telah memiliki harapan besar agar seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Purbalingga memiliki KDKMP. Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah hambatan teknis masih menjadi tantangan utama.

"Kendala yang dihadapi antara lain persoalan kesiapan lahan, perizinan, hingga mekanisme teknis lainnya, sehingga pembangunan di beberapa desa dan kelurahan belum berjalan optimal," ujarnya. 

Dandim menjelaskan, dari total 239 desa dan kelurahan di Kabupaten Purbalingga, sebanyak 156 lokasi telah selesai dibangun. Sementara itu, pembangunan di wilayah kelurahan baru terealisasi di dua titik. Dengan demikian, masih terdapat 83 desa dan kelurahan yang hingga saat ini belum memulai pembangunan. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan kerjasama dari seluruh pihak agar target pembangunan dapat segera tercapai.

"Kami berkumpul hari ini untuk saling berbagi solusi dan menyamakan langkah agar pembangunan ke depan bisa terlaksana lebih baik," katanya.

Dandim juga menegaskan, bahwa pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap percepatan pembangunan KDKMP. Karena itu, desa-desa yang telah menyiapkan lahan diminta segera menyerahkan data untuk direkap dan dilaporkan sebagai bahan pengajuan pembangunan tahap berikutnya.

"Bagi desa yang sudah siap lahannya silakan segera diserahkan datanya. Sedangkan yang masih terkendala lahan dapat dikomunikasikan dengan pemerintah daerah, karena lebih memahami mekanisme dan teknis penyelesaiannya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Purbalingga, Nugroho Priyo Pratomo, memaparkan perkembangan terbaru pembangunan KDKMP di wilayah tersebut.
Ia menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 86 unit telah selesai dibangun dan 70 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan. Pemerintah daerah kini tengah memfokuskan upaya pada percepatan penyelesaian pembangunan dengan target rampung pada Agustus 2026.

"Masih ada 83 unit yang belum memulai proses pembangunan. Ini menjadi perhatian bersama agar seluruh target dapat terpenuhi," katanya.

Nugroho menambahkan, percepatan pembangunan KDKMP juga mendapat dukungan melalui surat edaran Kementerian Dalam Negeri yang mendorong pemerintah daerah membantu desa-desa yang mengalami kendala pembangunan.

Menurutnya, pemerintah daerah akan melakukan pendataan dan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang belum memungkinkan untuk dibangun, termasuk desa yang terkendala lahan maupun persoalan administratif lainnya. (Mk/Pen0702).



Kamis, 28 Mei 2026

Dandim 0702/Purbalingga dan Ketua Persit Serahkan Hewan Kurban kepada Panitia

 

 

PURBALINGGA – Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., bersama Ketua Persit KCK Cabang XVII DIM 0702/PBG, Nyonya Inggrit Aries Ika Satria, menyerahkan seekor sapi kurban kepada panitia di Makodim 0702/Purbalingga, Jalan Letjen S. Parman No. 1, Kelurahan Bancar, Purbalingga, Rabu (27/5/2026).

Penyerahan secara simbolis ini merupakan wujud kepedulian dan keteladanan pimpinan satuan dalam menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 0702/Purbalingga menyampaikan bahwa ibadah kurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT, sekaligus momentum untuk mempererat solidaritas dengan masyarakat sekitar.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dan mengajak seluruh anggota untuk memaknai kurban sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan serta berbagi kepada sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kurban Kodim 0702/Purbalingga, Kapten Inf M. Iskandar, menyambut baik penyerahan hewan kurban tersebut. Ia memastikan bahwa proses penyembelihan akan dilakukan sesuai syariat Islam.

“Kami menyambut baik penyerahan ini dan memastikan proses penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai syariat Islam,” katanya.

Ia menambahkan, “Selanjutnya, paket daging kurban akan didistribusikan kepada warga dan para penarik becak di lingkungan sekitar Makodim 0702/Purbalingga.”

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota TNI dan Persit dapat terus terinspirasi untuk senantiasa menebar manfaat serta kepedulian di tengah masyarakat. (Sw Pendim PBG)



Senin, 20 April 2026

Pengecoran Pondasi Jembatan Garuda di Serang Terus Dikebut

 


PURBALINGGA— Proses pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, terus menunjukkan progres signifikan. Saat ini, pekerjaan pengecoran pondasi dan pemasangan besi cor tengah dikebut guna memastikan proyek selesai tepat waktu, (20/04/2026)


Kegiatan pembangunan tersebut dilaksanakan dengan intensitas tinggi, terutama pada tahap pengecoran yang menjadi bagian krusial dalam menopang kekuatan struktur jembatan. Para pekerja bersama tim terkait terus berupaya memaksimalkan waktu dan kondisi cuaca agar pekerjaan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.


Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto, menyampaikan bahwa percepatan pekerjaan ini merupakan bentuk komitmen agar jembatan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.


“Kami terus mendorong percepatan pengecoran pondasi dan pemasangan besi cor agar pembangunan Jembatan Garuda dapat selesai sesuai target waktu yang telah ditentukan,” ujarnya.


Jembatan Garuda diharapkan nantinya dapat meningkatkan aksesibilitas warga serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Desa Serang dan sekitarnya.


Dengan adanya infrastruktur yang memadai, mobilitas masyarakat akan menjadi lebih mudah dan efisien.

Pengerjaan pembangunan jembatan Garuda ini juga tetap mengedepankan faktor keamanan dan kualitas konstruksi, sehingga hasil akhir dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.(Pendim 0702/Purbalinggga)

Kamis, 16 April 2026

Jembatan Desa Krangean Bakal Jadi Prioritas Pembangunan TMMD Reguler Ke-128

 



PURBALINGGA - Pembangunan jembatan di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, ditetapkan sebagai salah satu sasaran fisik prioritas dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun 2026 yang akan digelar oleh Kodim 0702/Purbalingga. 

Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf. Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan langkah strategis untuk membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jembatan ini nantinya menjadi penghubung vital antar wilayah di Desa Krangean. Dengan adanya akses yang lebih baik, distribusi hasil pertanian serta akses masyarakat terhadap layanan dasar akan semakin mudah,” ujar Dandim, Senin (13/4/26). 

Tak hanya itu, Dandim juga menambahkan, jika program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, akan tetapi menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong.

"Melalui TMMD, kami ingin menjaga dan menumbuhkan kembali budaya gotong royong serta mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0702/Purbalingga, Kapten Cpl Bangun Widodo turut menjelaskan, jika penentuan sasaran pembangunan jembatan tersebut telah melalui proses kajian matang serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

"Keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan warga. Selama ini akses yang ada masih terbatas dan kurang memadai. Dengan pembangunan melalui TMMD, kami berharap dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Pasiter juga menyampaikan, dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 tersebut tentunya melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah maupun partisipasi aktif masyarakat, sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dan sukses. 

"Melalui kolaborasi yang baik, maka seluruh sasaran pembangunan diharapkan dapat terselesaikan tepat waktu serta memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Krangean," pungkasnya. (Pendim Pbg)

Peran Nyata TNI di Lapangan, Gotong Royong Bongkar RTLH Awali Persiapan TMMD ke- 128 di Krangean

 




PURBALINGGA — Peran aktif TNI dalam membantu masyarakat kembali terlihat di lapangan. Di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, anggota TNI bersama warga turun langsung untuk melakukan pembongkaran rumah tidak layak huni (RTLH). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai persiapan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 128 Kodim 0702 Purbalingga.

Meski bekerja dibawah terik matahari, tanpa sekat, anggota TNI tampak membaur dengan warga. Mereka tidak hanya mengawasi jalannya kegiatan, tetapi juga ikut bekerja, mulai dari membongkar bagian rumah, meratakan lahan, hingga menyiapkan rangka besi sebagai pondasi bangunan baru. Kehadiran TNI pun menjadi sinergi dan energi tersendiri yang menumbuhkan semangat gotong royong.

Kegiatan pembongkaran hari ini dilakukan di salah satu warga yang menerima bantuan RTLH. Proses ini pun menjadi langkah awal sebelum rumah yang lebih aman dan layak dimulai dalam program TMMD.

Sertu Riyadi, anggota Kodim 0702 Purbalingga yang terlibat  langsung di lokasi menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan wujud komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat, khususnya dalam mengatasi kesulitan di wilayah pedesaan.

"Lewat kegiatan ini, kami ingin benar-benar memastikan masyarakat itu merasakan manfaat dari adanya program TMMD. Tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga kebersamaan dan kepedulian," tuturnya, Selasa (14/4/2026).

Di lapangan, kerja nyata tersebut terlihat dari pembagian tugas yang terorganisir. Sebagian anggota TNI dan warga fokus membongkar bagian bangunan lama, sementara yang lain menyiapkan material dan membersihkan area agar siap untuk tahap pembangunan berikutnya.

Pemilik rumah, Misdi mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI dan warga yang bersama-sama mengerjakan proses awal renovasi tersebut. Ia berharap pembangunan rumahnya dapat berjalan lancar hingga selesai.

Program TMMD ke-128 Kodim 0702 Purbalingga sendiri menjadi salah satu wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga. Melalui kerja nyata di lapangan seperti ini, TNI tidak hanya hadir sebagai institusi negara, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut membangun desa.

Keceriaan Pelajar Sambut TMMD, Jalan Desa Krangean Segera Dibangun

                                     

PURBALINGGA - Raut wajah ceria tampak dari para pelajar sekolah dasar di Desa Krangean, yang menyambut rencana pembangunan jalan desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 oleh Kodim 0702/Purbalingga. Harapan akan akses yang lebih layak untuk beraktivitas, khususnya menuju ke sekolah. 

Sejak lama, kondisi jalan desa yang menjadi akses utama warga tersebut mengalami kerusakan. Di tengah kondisi tersebut, kabar akan dilaksanakannya pembangunan jalan melalui program TMMD Reguler ke-128 menjadi harapan baru bagi warga Desa Krangean.

Vita, salah satu pelajar SD Negeri 1 Krangean, mengungkapkan rasa senangnya saat mengetahui jalan yang selama ini ia lalui akan segera diperbaiki. Setiap hari, ia harus berjalan kaki melewati jalan rusak untuk menuju sekolah.

"Kalau jalannya sudah bagus, saya jadi lebih semangat berangkat sekolah," ujar Vita sambil tersenyum, Senin, (13/4/26). 

Menanggapi hal itu, Serma Jarwono selaku Babinsa setempat turut menuturkan, dengan segera dibangunnya jalan Desa Krangean, mobilitas warga diperkirakan akan semakin lancar dan aman. Bagi para pelajar, jalan yang layak bukan sekadar sarana fisik, melainkan simbol harapan baru untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang lebih mudah dijangkau.

"Pembangunan infrastruktur memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Jalan yang akan dibangun bukan hanya menghubungkan antarwilayah, akan tetapi dapat membuka jalan menuju mimpi dan cita-cita generasi muda," tuturnya. (Pendim Pbg)




Haru dan Bahagia Kasniyah, Mimpi Punya Rumah Layak Terwujud Lewat TMMD ke- 128

 

 

PURBALINGGA — Raut wajah bahagia tak bisa disembunyikan Kasniyah, warga RT 01 RW 07, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, saat rumahnya akan segera dibongkar untuk direnovasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 128 Kodim 0702 Purbalingga. 

Di depan rumahnya yang masih berdinding anyaman bambu dengan kondisi yang sudah mulai lapuk, Kasniyah bersama suaminya berdiri menyaksikan proses awal persiapan. Meski rumah yang telah lama ia tempati itu akan dibongkar, perasaan haru jutsru lebih dominan. Baginya, momen ini adalah awal dari harapan baru yang sudah lama ia nantikan.

Ia bahkan bercerita, bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) ini bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Ia telah menunggu cukup lama, bahkan sebelumnya sempat mengajukan permohonan bantuan melalui pemerintah desa, namun belum dapat terealisasi. 

"Sudah lama sekali saya menunggu, dulu pernah mengajukan bantuan, tapi belum jadi. Alhamdulilah sekali sekarang bisa terwujud," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca, Selasa (14/4/2026). 

Rasa syukur pun terus ia panjatkan. Menurutnya, bantuan ini menjadi jawaban atas harapan sederhana untuk memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi dirinya dan sang suami. 

Kondisi rumah Kasniyah sendiri, memang terbilang memprihatinkan. Dinding rumahnya masih terbuat dari anyaman bambu, bahkan sudah mulai rapuh. Sementara bagian atap terlihat usang dan kurang layak untuk memberikan perlindungan optimal, terutama saat musim hujan. 

Babinsa desa setempat, Jarwono menyampaikan, rumah Kasniyah dipilih sebagai salah satu sasaran RTLH karena dinilai memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan. 

"Memang kondisi rumah Ibu Kasniyah ini sudah tidak layak. Dindingnya masih anyaman bambu, beberapa bagian juga sudah mulai rusak. Karena itu, kami prioritaskan untuk mendapatkan bantuan," tuturnya.
 
Ia menambahkan, program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur umum, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan hunian yang layak.

Dengan dimulainya proses pembongkaran ini, Kasniyah kini menatap masa depan dengan penuh harapan. Rumah sederhana yang selama ini ia tempati akan berganti menjadi hunian yang lebih kokoh, aman, dan nyaman.

Di balik pembongkaran tersebut, tersimpan pula kebahagiaan yang tak ternilai, sebuah mimpi lama yang akhirnya terwujud berkat kepedulian dan kebersamaan melalui program TMMD ke-128.




Rabu, 15 April 2026

Warga Krangean Sambut Bahagia Pembangunan Jalan Penghubung Desa dalam TMMD ke-128

 

 

PURBALINGGA — Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah warga Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga usai mengikuti sosialisasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 128 Kodim 0702 Purbalingga. Bagi mereka, program ini bukan sekedar kegiatan pembangunan, tetapi jawaban atas harapan lama, khususnya terkait akses jalan yang akan menghubungkan dua desa, yakni Desa Krangean dan Ponjen. 

Suasana sosialisasi pun berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Warga tampak aktif menyimak dan berdialog, terutama saat membahas rencana pembangunan jalan yang akan menghubungkan Desa Krangean dengan Desa Ponjen. Rencana tersebut langsung disambut dengan senyum dan rasa syukur oleh masyarakat. 

Sutomo, salah satu warga Desa Krangean, mengaku sudah datang sejak pagi di balai desa demi mengikuti sosialisasi tersebut. Ia ingin memastikan langsung informasi terkait program yang akan dilaksanakan di desanya. 

"Saya sudah sejak pagi disini, pengin tahu apa saja program yang nanti dilaksanakan," katanya, Selasa (14/4/2026). 

Kebahagiaannya pun semakin bertambah saat mengetahui bahwa pembangunan jalan yang menghubungkan dua desa antara Krangean dan Ponjen, menjadi salah satu prioritas dalam program TMMD kali ini. Menurutnya, akses tersebut sangat dibutuhkan dan akan sangat membantu, khsusunya dalam aktivitas pertanian yang selama ini menjadi mata pencahariannya. 

Selama ini, Sutomo mengaku harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk menuju lahan pertanian di Desa Ponjen, tempat ia biasa menggarap kebun milik saudaranya. Ketiadaan akses jalan yang memadai membuat jarak tempuh yang seharusnya lebih cepat menjadi lebih lama dan melelahkan. 

"Sebetulnya lewat sini lebih dekat, tapi belum ada jalannya jadi harus memutar. Alhamdulilah, kalau nanti dibangun pasti akan sangat membantu, jaraknya sudah tidak jauh lagi," katanya sembari tersenyum. 

Ia menambahkan, saat ini untuk waktu tempuh menuju kebun bisa mencapai sekitar 30 menit. Dengan adanya pembangunan jalan tersebut, perjalanan diperkirakan dapat dipangkas menjadi sekitar 15 menit saja. Hal ini tentu akan membawa dampak besar, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi para warga lainnya. 

"Lebih cepat sampai, tenaga juga tidak terlalu tekuras. Jadinya kami lebih semangat buat kerja," tambahnya. 

Adapun, selain pembangunan jalan penghubung antar dua desa, dalam program TMMD ke- 128 juga akan dilaksanakan pelebaran dan pengaspalan jalan, pembangunan dan pelebaran jembatan serta renovasi bagi 10 RTLH. 

Dengan dimulainya tahapan sosialisasi ini, semangat antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat pun semakin terasa. Harapan akan kemudahan. akses, produktivitas warga, hingga kesejahteraan masyarakat yang lebih baik kini mulai tumbuh.

TMMD bukan hanya sekedar menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membawa kebahagiaan dan harapan baru bagi warga Desa Krangean menuju masa depan yang lebih sejahtera.




Jelang TMMD Reguler Ke-128, Kodim Purbalingga Sambangi Warga Desa Krangean

 


                                        
PURBALINGGA - Menjelang pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 tahun 2026, Kodim 0702/Purbalingga mulai mengintensifkan pendekatan kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan silaturahmi dengan warga Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, Sabtu malam (11/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat sebelum program TMMD digelar.

Sekretaris Desa Krangean, Sodirin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran TNI di wilayahnya. Ia juga menginformasikan rencana pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 yang akan berlangsung di Desa Krangean.

"Kami mengucapkan selamat datang kepada anggota Kodim 0702/Purbalingga dan Koramil 12/Karanganyar. Kami berharap seluruh masyarakat dapat mendukung penuh kegiatan TMMD ini agar berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi desa," ujar Sodirin.

Sementara itu, Bati Wilhanrat Kodim 0702/Purbalingga, Serma Herman Susanto, mengawali sambutannya dengan sapaan khas Jawa “kulonuwun” sebagai bentuk penghormatan kepada warga. Ia menegaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu yang melibatkan TNI bersama masyarakat dalam percepatan pembangunan daerah.

"TMMD bukan hanya milik TNI, akan tetapi milik masyarakat. Dukungan dan partisipasi aktif warga sangat diperlukan agar setiap program yang direncanakan dapat berjalan sukses dan tepat sasaran,” kata Serma Herman.

Selain penyampaian sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan tausiyah atau maidhoh khasanah oleh Kyai Slamet Ahmad Sidiq. Dalam ceramahnya, Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan terjalin kebersamaan dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi kunci utama dalam menyukseskan pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 di Desa Krangean, sekaligus mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. (Pendim Pbg)




Semangat Warga Krangean Sambut TMMD Reguler ke-128, Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

 



PURBALINGGA — Menjelang pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128, Kodim 0702 Purbalingga terus mematangkan berbagai persiapan. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi kepada masyarakat Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, yang akan menjadi lokasi sasaran kegiatan.

Suasana hangat dan penuh antusiasme tampak mewarnai kegiatan sosialisasi tersebut. Warga yang hadir terlihat menyimak dengan seksama pemaparan mengenai program TMMD, mulai dari rencana pembangunan fisik hingga kegiatan nonfisik yang akan dilaksanakan. Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk membangun pemahaman sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap program yang akan berjalan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga diajak untuk berperan aktif dalam menyukseskan TMMD. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan warga diharapkan mampu menjadi kunci keberhasilan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksana Jabatan Kepala Desa (PJ Kades) Krangean, Karsono, menyampaikan bahwa kehadiran TMMD di desanya merupakan peluang besar untuk mendorong kemajuan pembangunan. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan berpartisipasi aktif.

“Sosialisasi ini menjadi langkah awal agar masyarakat memahami apa itu TMMD dan apa saja kegiatan yang akan dilaksanakan. Karena tujuannya sangat baik, kami dari pemerintah desa mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan kegiatan ini,” ungkapnya, Selasa (14/4/2026).

Antusiasme serupa juga datang dari warga. Sahir, salah satu masyarakat Desa Krangean, mengaku bersyukur desanya menjadi lokasi pelaksanaan TMMD. Ia menilai program ini memiliki dampak besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Kami bersyukur TMMD hadir di desa kami, dan saya siap mendukung penuh serta berkontribusi dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan yang mulai terbangun sejak tahap awal ini, pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Krangean. Sinergi yang kuat antara TNI dan warga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Rumah Misdi Dibongkar, TMMD Kodim Purbalingga Hadirkan Harapan Baru

 

                                              

PURBALINGGA – Memiliki rumah yang layak dan sehat dengan fasilitas dasar yang terpenuhi merupakan impian setiap orang. Namun, keterbatasan ekonomi kerap menjadi kendala untuk mewujudkannya.

Hal tersebut dialami oleh Misdi, warga Dusun Batur RT 02/RW 10, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga. Selama ini, ia tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan jauh dari kata layak huni.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga hadir memberikan solusi dengan menjadikan rumah Misdi sebagai salah satu sasaran tambahan dalam program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Program ini merupakan bagian dari 10 titik sasaran yang direncanakan. Saat ini, tahap pembongkaran rumah Misdi telah dimulai sebagai langkah awal sebelum proses pembangunan. 

Material bangunan juga mulai didistribusikan ke lokasi agar pengerjaan dapat berjalan sesuai target waktu yang ditentukan, Senin (13/4/2026).

Dengan semangat kebersamaan, anggota TNI bersama warga bergotong royong membongkar rumah tersebut. Selain itu, pembangunan pondasi juga mulai dilakukan.

Serma Jarwono, Babinsa Koramil 11/Karangmoncol untuk Desa Krangean, menyampaikan bahwa program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat.

“Program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan RTLH bagi warga yang rumahnya belum layak dan sehat untuk dihuni,” ujarnya.

Sementara itu, Misdi mengaku sangat bersyukur dan bahagia karena rumahnya terpilih dalam program tersebut.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Berharap rumah ini nanti bisa lebih layak dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga,” ungkapnya.

Melalui program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
(SF)




Jelang TMMD, Gotong Royong Warga Krangean Awali Renovasi Rumah Rumiah

 



PURBALINGGA — Meskipun program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Reguler TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga belum resmi dibuka dan baru memasuki tahap awal penurunan material, antusiasme warga Desa Krangean, Dusun Batur, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga sudah mulai terlihat.

Sejumlah warga tampak bergotong royong memindahkan bahan material bangunan, khususnya di salah satu titik pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Rumiah. Sejak pagi, mereka bahu-membahu mengangkut material yang telah didatangkan, sekaligus mulai menyiapkan besi untuk pondasi sebagai tanda dimulainya tahap awal proses renovasi.

Di sekitar rumah, suasana kebersamaan juga terasa begitu kental. Warga turut membantu memindahkan barang-barang milik Rumiah dan suaminya ke tempat yang lebih aman, agar proses pembangunan ke depan dapat berjalan lancar.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi cerminan kuatnya sinergi antara masyarakat dan TNI dalam menyukseskan program TMMD. Antusiasme tersebut tidak hanya terlihat dalam keterlibatan pada pekerjaan fisik, tetapi juga dalam dukungan terhadap setiap tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Agus, suami Rumiah sekaligus pemilik rumah, mengaku bersyukur sekaligus terharu melihat kepedulian warga yang turut membantu sejak awal.

“Padahal baru penurunan material, tapi warga sudah datang membantu proses renovasi. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur, semuanya jadi terasa lebih ringan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, dimulainya tahapan awal ini menjadi harapan baru bagi dirinya dan sang istri untuk memiliki hunian yang lebih layak dan nyaman.

“Rasanya sudah tidak sabar ingin punya rumah yang lebih layak. Semoga pembangunannya berjalan lancar sampai selesai. Kami sangat berterima kasih, dengan adanya TMMD ini akhirnya kami bisa punya rumah yang lebih baik,” pungkasnya.

Jelang TMMD, Gotong Royong Warga Krangean Awali Renovasi Rumah Rumiah

 



PURBALINGGA — Meskipun program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Reguler TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga belum resmi dibuka dan baru memasuki tahap awal penurunan material, antusiasme warga Desa Krangean, Dusun Batur, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga sudah mulai terlihat.

Sejumlah warga tampak bergotong royong memindahkan bahan material bangunan, khususnya di salah satu titik pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Rumiah. Sejak pagi, mereka bahu-membahu mengangkut material yang telah didatangkan, sekaligus mulai menyiapkan besi untuk pondasi sebagai tanda dimulainya tahap awal proses renovasi.

Di sekitar rumah, suasana kebersamaan juga terasa begitu kental. Warga turut membantu memindahkan barang-barang milik Rumiah dan suaminya ke tempat yang lebih aman, agar proses pembangunan ke depan dapat berjalan lancar.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi cerminan kuatnya sinergi antara masyarakat dan TNI dalam menyukseskan program TMMD. Antusiasme tersebut tidak hanya terlihat dalam keterlibatan pada pekerjaan fisik, tetapi juga dalam dukungan terhadap setiap tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Agus, suami Rumiah sekaligus pemilik rumah, mengaku bersyukur sekaligus terharu melihat kepedulian warga yang turut membantu sejak awal.

“Padahal baru penurunan material, tapi warga sudah datang membantu proses renovasi. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur, semuanya jadi terasa lebih ringan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, dimulainya tahapan awal ini menjadi harapan baru bagi dirinya dan sang istri untuk memiliki hunian yang lebih layak dan nyaman.

“Rasanya sudah tidak sabar ingin punya rumah yang lebih layak. Semoga pembangunannya berjalan lancar sampai selesai. Kami sangat berterima kasih, dengan adanya TMMD ini akhirnya kami bisa punya rumah yang lebih baik,” pungkasnya.

Dari Rumah Sederhana, Rumiah Sambut Harapan Baru Lewat TMMD

 



PURBALINGGA — Senyum lebar dan rasa syukur tak henti-hentinya terpancar dari wajah Rumiah, warga Desa Krangean, Dusun Batur, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga. Ia menjadi salah satu penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Reguler TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga.

Bagi Rumiah, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan rumah, melainkan jawaban atas harapan yang telah lama ia dan suaminya nantikan. Selama kurang lebih tujuh tahun, ia harus tinggal di rumah sederhana yang berdinding anyaman bambu dan beralaskan tanah.

Sehari-hari, Rumiah menjalani aktivitas sebagai ibu rumah tangga sekaligus membantu perekonomian keluarga dengan berjualan di warung kecil di depan rumahnya. Sementara itu, sang suami bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi tersebut membuat keduanya harus pandai mengatur keuangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi rumah yang kurang layak kerap kali menambah beban dalam kehidupan mereka, terutama saat musim hujan tiba. Air hujan sering masuk ke dalam rumah hingga membuat lantai menjadi becek. Atap yang bocor pun menambah rasa cemas, terlebih ketika tetesan air mendekati instalasi listrik di dalam rumah.

“Kalau hujan itu kadang air masuk, lantainya jadi becek. Atap juga sering bocor, jadi takut kalau dekat kabel listrik,” ungkapnya, Senin (13/4/2026). 

Selain itu, beberapa bagian rumah juga mulai mengalami kerusakan. Mulai dari penyangga kayu yang lapuk hingga dinding yang berlubang menjadi kondisi yang harus mereka hadapi. Meski telah beberapa kali melakukan perbaikan, keterbatasan ekonomi membuat perbaikan hanya dilakukan secara sederhana dan bertahap.

“Sebelumnya sudah pernah diperbaiki, tapi ya sedikit-sedikit kalau ada rezeki,” katanya. 

Kini, melalui program TMMD yang akan segera dilaksanakan pada 22 April mendatang, harapan Rumiah untuk memiliki rumah yang lebih layak mulai terwujud. Ia mengaku merasa lebih lega, karena bantuan tersebut meringankan beban ekonomi yang selama ini harus ia tanggung.

“Biasanya kalau dapat uang juga kepikiran buat renovasi rumah, tapi sekarang dapat bantuan, alhamdulillah bisa dipakai untuk kebutuhan lain,” ujarnya.

Program TMMD Sengkuyung Reguler TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga sendiri tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat melalui program RTLH bagi warga yang membutuhkan.

Melalui program ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat, tidak hanya dari sisi aksesibilitas, tetapi juga dari aspek hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di wilayah pedesaan.