Senin, 20 April 2026

Pengecoran Pondasi Jembatan Garuda di Serang Terus Dikebut

 


PURBALINGGA— Proses pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, terus menunjukkan progres signifikan. Saat ini, pekerjaan pengecoran pondasi dan pemasangan besi cor tengah dikebut guna memastikan proyek selesai tepat waktu, (20/04/2026)


Kegiatan pembangunan tersebut dilaksanakan dengan intensitas tinggi, terutama pada tahap pengecoran yang menjadi bagian krusial dalam menopang kekuatan struktur jembatan. Para pekerja bersama tim terkait terus berupaya memaksimalkan waktu dan kondisi cuaca agar pekerjaan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.


Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto, menyampaikan bahwa percepatan pekerjaan ini merupakan bentuk komitmen agar jembatan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.


“Kami terus mendorong percepatan pengecoran pondasi dan pemasangan besi cor agar pembangunan Jembatan Garuda dapat selesai sesuai target waktu yang telah ditentukan,” ujarnya.


Jembatan Garuda diharapkan nantinya dapat meningkatkan aksesibilitas warga serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Desa Serang dan sekitarnya.


Dengan adanya infrastruktur yang memadai, mobilitas masyarakat akan menjadi lebih mudah dan efisien.

Pengerjaan pembangunan jembatan Garuda ini juga tetap mengedepankan faktor keamanan dan kualitas konstruksi, sehingga hasil akhir dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.(Pendim 0702/Purbalinggga)

Kamis, 16 April 2026

Jembatan Desa Krangean Bakal Jadi Prioritas Pembangunan TMMD Reguler Ke-128

 



PURBALINGGA - Pembangunan jembatan di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, ditetapkan sebagai salah satu sasaran fisik prioritas dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun 2026 yang akan digelar oleh Kodim 0702/Purbalingga. 

Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf. Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan langkah strategis untuk membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jembatan ini nantinya menjadi penghubung vital antar wilayah di Desa Krangean. Dengan adanya akses yang lebih baik, distribusi hasil pertanian serta akses masyarakat terhadap layanan dasar akan semakin mudah,” ujar Dandim, Senin (13/4/26). 

Tak hanya itu, Dandim juga menambahkan, jika program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, akan tetapi menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong.

"Melalui TMMD, kami ingin menjaga dan menumbuhkan kembali budaya gotong royong serta mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0702/Purbalingga, Kapten Cpl Bangun Widodo turut menjelaskan, jika penentuan sasaran pembangunan jembatan tersebut telah melalui proses kajian matang serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

"Keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan warga. Selama ini akses yang ada masih terbatas dan kurang memadai. Dengan pembangunan melalui TMMD, kami berharap dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Pasiter juga menyampaikan, dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 tersebut tentunya melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah maupun partisipasi aktif masyarakat, sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dan sukses. 

"Melalui kolaborasi yang baik, maka seluruh sasaran pembangunan diharapkan dapat terselesaikan tepat waktu serta memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Krangean," pungkasnya. (Pendim Pbg)

Peran Nyata TNI di Lapangan, Gotong Royong Bongkar RTLH Awali Persiapan TMMD ke- 128 di Krangean

 




PURBALINGGA — Peran aktif TNI dalam membantu masyarakat kembali terlihat di lapangan. Di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, anggota TNI bersama warga turun langsung untuk melakukan pembongkaran rumah tidak layak huni (RTLH). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai persiapan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 128 Kodim 0702 Purbalingga.

Meski bekerja dibawah terik matahari, tanpa sekat, anggota TNI tampak membaur dengan warga. Mereka tidak hanya mengawasi jalannya kegiatan, tetapi juga ikut bekerja, mulai dari membongkar bagian rumah, meratakan lahan, hingga menyiapkan rangka besi sebagai pondasi bangunan baru. Kehadiran TNI pun menjadi sinergi dan energi tersendiri yang menumbuhkan semangat gotong royong.

Kegiatan pembongkaran hari ini dilakukan di salah satu warga yang menerima bantuan RTLH. Proses ini pun menjadi langkah awal sebelum rumah yang lebih aman dan layak dimulai dalam program TMMD.

Sertu Riyadi, anggota Kodim 0702 Purbalingga yang terlibat  langsung di lokasi menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan wujud komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat, khususnya dalam mengatasi kesulitan di wilayah pedesaan.

"Lewat kegiatan ini, kami ingin benar-benar memastikan masyarakat itu merasakan manfaat dari adanya program TMMD. Tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga kebersamaan dan kepedulian," tuturnya, Selasa (14/4/2026).

Di lapangan, kerja nyata tersebut terlihat dari pembagian tugas yang terorganisir. Sebagian anggota TNI dan warga fokus membongkar bagian bangunan lama, sementara yang lain menyiapkan material dan membersihkan area agar siap untuk tahap pembangunan berikutnya.

Pemilik rumah, Misdi mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI dan warga yang bersama-sama mengerjakan proses awal renovasi tersebut. Ia berharap pembangunan rumahnya dapat berjalan lancar hingga selesai.

Program TMMD ke-128 Kodim 0702 Purbalingga sendiri menjadi salah satu wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga. Melalui kerja nyata di lapangan seperti ini, TNI tidak hanya hadir sebagai institusi negara, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut membangun desa.

Keceriaan Pelajar Sambut TMMD, Jalan Desa Krangean Segera Dibangun

                                     

PURBALINGGA - Raut wajah ceria tampak dari para pelajar sekolah dasar di Desa Krangean, yang menyambut rencana pembangunan jalan desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 oleh Kodim 0702/Purbalingga. Harapan akan akses yang lebih layak untuk beraktivitas, khususnya menuju ke sekolah. 

Sejak lama, kondisi jalan desa yang menjadi akses utama warga tersebut mengalami kerusakan. Di tengah kondisi tersebut, kabar akan dilaksanakannya pembangunan jalan melalui program TMMD Reguler ke-128 menjadi harapan baru bagi warga Desa Krangean.

Vita, salah satu pelajar SD Negeri 1 Krangean, mengungkapkan rasa senangnya saat mengetahui jalan yang selama ini ia lalui akan segera diperbaiki. Setiap hari, ia harus berjalan kaki melewati jalan rusak untuk menuju sekolah.

"Kalau jalannya sudah bagus, saya jadi lebih semangat berangkat sekolah," ujar Vita sambil tersenyum, Senin, (13/4/26). 

Menanggapi hal itu, Serma Jarwono selaku Babinsa setempat turut menuturkan, dengan segera dibangunnya jalan Desa Krangean, mobilitas warga diperkirakan akan semakin lancar dan aman. Bagi para pelajar, jalan yang layak bukan sekadar sarana fisik, melainkan simbol harapan baru untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang lebih mudah dijangkau.

"Pembangunan infrastruktur memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Jalan yang akan dibangun bukan hanya menghubungkan antarwilayah, akan tetapi dapat membuka jalan menuju mimpi dan cita-cita generasi muda," tuturnya. (Pendim Pbg)




Haru dan Bahagia Kasniyah, Mimpi Punya Rumah Layak Terwujud Lewat TMMD ke- 128

 

 

PURBALINGGA — Raut wajah bahagia tak bisa disembunyikan Kasniyah, warga RT 01 RW 07, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, saat rumahnya akan segera dibongkar untuk direnovasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 128 Kodim 0702 Purbalingga. 

Di depan rumahnya yang masih berdinding anyaman bambu dengan kondisi yang sudah mulai lapuk, Kasniyah bersama suaminya berdiri menyaksikan proses awal persiapan. Meski rumah yang telah lama ia tempati itu akan dibongkar, perasaan haru jutsru lebih dominan. Baginya, momen ini adalah awal dari harapan baru yang sudah lama ia nantikan.

Ia bahkan bercerita, bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) ini bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Ia telah menunggu cukup lama, bahkan sebelumnya sempat mengajukan permohonan bantuan melalui pemerintah desa, namun belum dapat terealisasi. 

"Sudah lama sekali saya menunggu, dulu pernah mengajukan bantuan, tapi belum jadi. Alhamdulilah sekali sekarang bisa terwujud," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca, Selasa (14/4/2026). 

Rasa syukur pun terus ia panjatkan. Menurutnya, bantuan ini menjadi jawaban atas harapan sederhana untuk memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi dirinya dan sang suami. 

Kondisi rumah Kasniyah sendiri, memang terbilang memprihatinkan. Dinding rumahnya masih terbuat dari anyaman bambu, bahkan sudah mulai rapuh. Sementara bagian atap terlihat usang dan kurang layak untuk memberikan perlindungan optimal, terutama saat musim hujan. 

Babinsa desa setempat, Jarwono menyampaikan, rumah Kasniyah dipilih sebagai salah satu sasaran RTLH karena dinilai memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan. 

"Memang kondisi rumah Ibu Kasniyah ini sudah tidak layak. Dindingnya masih anyaman bambu, beberapa bagian juga sudah mulai rusak. Karena itu, kami prioritaskan untuk mendapatkan bantuan," tuturnya.
 
Ia menambahkan, program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur umum, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan hunian yang layak.

Dengan dimulainya proses pembongkaran ini, Kasniyah kini menatap masa depan dengan penuh harapan. Rumah sederhana yang selama ini ia tempati akan berganti menjadi hunian yang lebih kokoh, aman, dan nyaman.

Di balik pembongkaran tersebut, tersimpan pula kebahagiaan yang tak ternilai, sebuah mimpi lama yang akhirnya terwujud berkat kepedulian dan kebersamaan melalui program TMMD ke-128.




Rabu, 15 April 2026

Warga Krangean Sambut Bahagia Pembangunan Jalan Penghubung Desa dalam TMMD ke-128

 

 

PURBALINGGA — Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah warga Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga usai mengikuti sosialisasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 128 Kodim 0702 Purbalingga. Bagi mereka, program ini bukan sekedar kegiatan pembangunan, tetapi jawaban atas harapan lama, khususnya terkait akses jalan yang akan menghubungkan dua desa, yakni Desa Krangean dan Ponjen. 

Suasana sosialisasi pun berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Warga tampak aktif menyimak dan berdialog, terutama saat membahas rencana pembangunan jalan yang akan menghubungkan Desa Krangean dengan Desa Ponjen. Rencana tersebut langsung disambut dengan senyum dan rasa syukur oleh masyarakat. 

Sutomo, salah satu warga Desa Krangean, mengaku sudah datang sejak pagi di balai desa demi mengikuti sosialisasi tersebut. Ia ingin memastikan langsung informasi terkait program yang akan dilaksanakan di desanya. 

"Saya sudah sejak pagi disini, pengin tahu apa saja program yang nanti dilaksanakan," katanya, Selasa (14/4/2026). 

Kebahagiaannya pun semakin bertambah saat mengetahui bahwa pembangunan jalan yang menghubungkan dua desa antara Krangean dan Ponjen, menjadi salah satu prioritas dalam program TMMD kali ini. Menurutnya, akses tersebut sangat dibutuhkan dan akan sangat membantu, khsusunya dalam aktivitas pertanian yang selama ini menjadi mata pencahariannya. 

Selama ini, Sutomo mengaku harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk menuju lahan pertanian di Desa Ponjen, tempat ia biasa menggarap kebun milik saudaranya. Ketiadaan akses jalan yang memadai membuat jarak tempuh yang seharusnya lebih cepat menjadi lebih lama dan melelahkan. 

"Sebetulnya lewat sini lebih dekat, tapi belum ada jalannya jadi harus memutar. Alhamdulilah, kalau nanti dibangun pasti akan sangat membantu, jaraknya sudah tidak jauh lagi," katanya sembari tersenyum. 

Ia menambahkan, saat ini untuk waktu tempuh menuju kebun bisa mencapai sekitar 30 menit. Dengan adanya pembangunan jalan tersebut, perjalanan diperkirakan dapat dipangkas menjadi sekitar 15 menit saja. Hal ini tentu akan membawa dampak besar, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi para warga lainnya. 

"Lebih cepat sampai, tenaga juga tidak terlalu tekuras. Jadinya kami lebih semangat buat kerja," tambahnya. 

Adapun, selain pembangunan jalan penghubung antar dua desa, dalam program TMMD ke- 128 juga akan dilaksanakan pelebaran dan pengaspalan jalan, pembangunan dan pelebaran jembatan serta renovasi bagi 10 RTLH. 

Dengan dimulainya tahapan sosialisasi ini, semangat antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat pun semakin terasa. Harapan akan kemudahan. akses, produktivitas warga, hingga kesejahteraan masyarakat yang lebih baik kini mulai tumbuh.

TMMD bukan hanya sekedar menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membawa kebahagiaan dan harapan baru bagi warga Desa Krangean menuju masa depan yang lebih sejahtera.




Jelang TMMD Reguler Ke-128, Kodim Purbalingga Sambangi Warga Desa Krangean

 


                                        
PURBALINGGA - Menjelang pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 tahun 2026, Kodim 0702/Purbalingga mulai mengintensifkan pendekatan kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan silaturahmi dengan warga Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, Sabtu malam (11/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat sebelum program TMMD digelar.

Sekretaris Desa Krangean, Sodirin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran TNI di wilayahnya. Ia juga menginformasikan rencana pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 yang akan berlangsung di Desa Krangean.

"Kami mengucapkan selamat datang kepada anggota Kodim 0702/Purbalingga dan Koramil 12/Karanganyar. Kami berharap seluruh masyarakat dapat mendukung penuh kegiatan TMMD ini agar berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi desa," ujar Sodirin.

Sementara itu, Bati Wilhanrat Kodim 0702/Purbalingga, Serma Herman Susanto, mengawali sambutannya dengan sapaan khas Jawa “kulonuwun” sebagai bentuk penghormatan kepada warga. Ia menegaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu yang melibatkan TNI bersama masyarakat dalam percepatan pembangunan daerah.

"TMMD bukan hanya milik TNI, akan tetapi milik masyarakat. Dukungan dan partisipasi aktif warga sangat diperlukan agar setiap program yang direncanakan dapat berjalan sukses dan tepat sasaran,” kata Serma Herman.

Selain penyampaian sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan tausiyah atau maidhoh khasanah oleh Kyai Slamet Ahmad Sidiq. Dalam ceramahnya, Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan terjalin kebersamaan dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi kunci utama dalam menyukseskan pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 di Desa Krangean, sekaligus mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. (Pendim Pbg)




Semangat Warga Krangean Sambut TMMD Reguler ke-128, Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

 



PURBALINGGA — Menjelang pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128, Kodim 0702 Purbalingga terus mematangkan berbagai persiapan. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi kepada masyarakat Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, yang akan menjadi lokasi sasaran kegiatan.

Suasana hangat dan penuh antusiasme tampak mewarnai kegiatan sosialisasi tersebut. Warga yang hadir terlihat menyimak dengan seksama pemaparan mengenai program TMMD, mulai dari rencana pembangunan fisik hingga kegiatan nonfisik yang akan dilaksanakan. Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk membangun pemahaman sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap program yang akan berjalan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga diajak untuk berperan aktif dalam menyukseskan TMMD. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan warga diharapkan mampu menjadi kunci keberhasilan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksana Jabatan Kepala Desa (PJ Kades) Krangean, Karsono, menyampaikan bahwa kehadiran TMMD di desanya merupakan peluang besar untuk mendorong kemajuan pembangunan. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan berpartisipasi aktif.

“Sosialisasi ini menjadi langkah awal agar masyarakat memahami apa itu TMMD dan apa saja kegiatan yang akan dilaksanakan. Karena tujuannya sangat baik, kami dari pemerintah desa mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan kegiatan ini,” ungkapnya, Selasa (14/4/2026).

Antusiasme serupa juga datang dari warga. Sahir, salah satu masyarakat Desa Krangean, mengaku bersyukur desanya menjadi lokasi pelaksanaan TMMD. Ia menilai program ini memiliki dampak besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Kami bersyukur TMMD hadir di desa kami, dan saya siap mendukung penuh serta berkontribusi dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan yang mulai terbangun sejak tahap awal ini, pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Krangean. Sinergi yang kuat antara TNI dan warga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Rumah Misdi Dibongkar, TMMD Kodim Purbalingga Hadirkan Harapan Baru

 

                                              

PURBALINGGA – Memiliki rumah yang layak dan sehat dengan fasilitas dasar yang terpenuhi merupakan impian setiap orang. Namun, keterbatasan ekonomi kerap menjadi kendala untuk mewujudkannya.

Hal tersebut dialami oleh Misdi, warga Dusun Batur RT 02/RW 10, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga. Selama ini, ia tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan jauh dari kata layak huni.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga hadir memberikan solusi dengan menjadikan rumah Misdi sebagai salah satu sasaran tambahan dalam program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Program ini merupakan bagian dari 10 titik sasaran yang direncanakan. Saat ini, tahap pembongkaran rumah Misdi telah dimulai sebagai langkah awal sebelum proses pembangunan. 

Material bangunan juga mulai didistribusikan ke lokasi agar pengerjaan dapat berjalan sesuai target waktu yang ditentukan, Senin (13/4/2026).

Dengan semangat kebersamaan, anggota TNI bersama warga bergotong royong membongkar rumah tersebut. Selain itu, pembangunan pondasi juga mulai dilakukan.

Serma Jarwono, Babinsa Koramil 11/Karangmoncol untuk Desa Krangean, menyampaikan bahwa program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat.

“Program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan RTLH bagi warga yang rumahnya belum layak dan sehat untuk dihuni,” ujarnya.

Sementara itu, Misdi mengaku sangat bersyukur dan bahagia karena rumahnya terpilih dalam program tersebut.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Berharap rumah ini nanti bisa lebih layak dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga,” ungkapnya.

Melalui program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
(SF)




Jelang TMMD, Gotong Royong Warga Krangean Awali Renovasi Rumah Rumiah

 



PURBALINGGA — Meskipun program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Reguler TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga belum resmi dibuka dan baru memasuki tahap awal penurunan material, antusiasme warga Desa Krangean, Dusun Batur, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga sudah mulai terlihat.

Sejumlah warga tampak bergotong royong memindahkan bahan material bangunan, khususnya di salah satu titik pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Rumiah. Sejak pagi, mereka bahu-membahu mengangkut material yang telah didatangkan, sekaligus mulai menyiapkan besi untuk pondasi sebagai tanda dimulainya tahap awal proses renovasi.

Di sekitar rumah, suasana kebersamaan juga terasa begitu kental. Warga turut membantu memindahkan barang-barang milik Rumiah dan suaminya ke tempat yang lebih aman, agar proses pembangunan ke depan dapat berjalan lancar.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi cerminan kuatnya sinergi antara masyarakat dan TNI dalam menyukseskan program TMMD. Antusiasme tersebut tidak hanya terlihat dalam keterlibatan pada pekerjaan fisik, tetapi juga dalam dukungan terhadap setiap tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Agus, suami Rumiah sekaligus pemilik rumah, mengaku bersyukur sekaligus terharu melihat kepedulian warga yang turut membantu sejak awal.

“Padahal baru penurunan material, tapi warga sudah datang membantu proses renovasi. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur, semuanya jadi terasa lebih ringan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, dimulainya tahapan awal ini menjadi harapan baru bagi dirinya dan sang istri untuk memiliki hunian yang lebih layak dan nyaman.

“Rasanya sudah tidak sabar ingin punya rumah yang lebih layak. Semoga pembangunannya berjalan lancar sampai selesai. Kami sangat berterima kasih, dengan adanya TMMD ini akhirnya kami bisa punya rumah yang lebih baik,” pungkasnya.

Jelang TMMD, Gotong Royong Warga Krangean Awali Renovasi Rumah Rumiah

 



PURBALINGGA — Meskipun program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Reguler TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga belum resmi dibuka dan baru memasuki tahap awal penurunan material, antusiasme warga Desa Krangean, Dusun Batur, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga sudah mulai terlihat.

Sejumlah warga tampak bergotong royong memindahkan bahan material bangunan, khususnya di salah satu titik pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Rumiah. Sejak pagi, mereka bahu-membahu mengangkut material yang telah didatangkan, sekaligus mulai menyiapkan besi untuk pondasi sebagai tanda dimulainya tahap awal proses renovasi.

Di sekitar rumah, suasana kebersamaan juga terasa begitu kental. Warga turut membantu memindahkan barang-barang milik Rumiah dan suaminya ke tempat yang lebih aman, agar proses pembangunan ke depan dapat berjalan lancar.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi cerminan kuatnya sinergi antara masyarakat dan TNI dalam menyukseskan program TMMD. Antusiasme tersebut tidak hanya terlihat dalam keterlibatan pada pekerjaan fisik, tetapi juga dalam dukungan terhadap setiap tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Agus, suami Rumiah sekaligus pemilik rumah, mengaku bersyukur sekaligus terharu melihat kepedulian warga yang turut membantu sejak awal.

“Padahal baru penurunan material, tapi warga sudah datang membantu proses renovasi. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur, semuanya jadi terasa lebih ringan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, dimulainya tahapan awal ini menjadi harapan baru bagi dirinya dan sang istri untuk memiliki hunian yang lebih layak dan nyaman.

“Rasanya sudah tidak sabar ingin punya rumah yang lebih layak. Semoga pembangunannya berjalan lancar sampai selesai. Kami sangat berterima kasih, dengan adanya TMMD ini akhirnya kami bisa punya rumah yang lebih baik,” pungkasnya.

Dari Rumah Sederhana, Rumiah Sambut Harapan Baru Lewat TMMD

 



PURBALINGGA — Senyum lebar dan rasa syukur tak henti-hentinya terpancar dari wajah Rumiah, warga Desa Krangean, Dusun Batur, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga. Ia menjadi salah satu penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Reguler TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga.

Bagi Rumiah, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan rumah, melainkan jawaban atas harapan yang telah lama ia dan suaminya nantikan. Selama kurang lebih tujuh tahun, ia harus tinggal di rumah sederhana yang berdinding anyaman bambu dan beralaskan tanah.

Sehari-hari, Rumiah menjalani aktivitas sebagai ibu rumah tangga sekaligus membantu perekonomian keluarga dengan berjualan di warung kecil di depan rumahnya. Sementara itu, sang suami bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi tersebut membuat keduanya harus pandai mengatur keuangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi rumah yang kurang layak kerap kali menambah beban dalam kehidupan mereka, terutama saat musim hujan tiba. Air hujan sering masuk ke dalam rumah hingga membuat lantai menjadi becek. Atap yang bocor pun menambah rasa cemas, terlebih ketika tetesan air mendekati instalasi listrik di dalam rumah.

“Kalau hujan itu kadang air masuk, lantainya jadi becek. Atap juga sering bocor, jadi takut kalau dekat kabel listrik,” ungkapnya, Senin (13/4/2026). 

Selain itu, beberapa bagian rumah juga mulai mengalami kerusakan. Mulai dari penyangga kayu yang lapuk hingga dinding yang berlubang menjadi kondisi yang harus mereka hadapi. Meski telah beberapa kali melakukan perbaikan, keterbatasan ekonomi membuat perbaikan hanya dilakukan secara sederhana dan bertahap.

“Sebelumnya sudah pernah diperbaiki, tapi ya sedikit-sedikit kalau ada rezeki,” katanya. 

Kini, melalui program TMMD yang akan segera dilaksanakan pada 22 April mendatang, harapan Rumiah untuk memiliki rumah yang lebih layak mulai terwujud. Ia mengaku merasa lebih lega, karena bantuan tersebut meringankan beban ekonomi yang selama ini harus ia tanggung.

“Biasanya kalau dapat uang juga kepikiran buat renovasi rumah, tapi sekarang dapat bantuan, alhamdulillah bisa dipakai untuk kebutuhan lain,” ujarnya.

Program TMMD Sengkuyung Reguler TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga sendiri tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat melalui program RTLH bagi warga yang membutuhkan.

Melalui program ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat, tidak hanya dari sisi aksesibilitas, tetapi juga dari aspek hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di wilayah pedesaan.




TMMD 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Akses Jalan Warga Krangean

 




PURBALINGGA — Bagi warga Desa Krangean, Dusun Batur, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, melintasi jalan rusak yang penuh tantangan telah lama menjadi bagian dari keseharian. Jalan berlubang, licin saat hujan, dan berdebu ketika kemarau bukan lagi hal baru bagi mereka.

Namun, di balik kondisi tersebut, harapan untuk memiliki akses jalan yang aman dan nyaman tidak pernah benar-benar pudar. Kini, harapan itu perlahan mulai menemukan titik terang.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga, perbaikan jalan desa menjadi salah satu prioritas pembangunan yang paling dinantikan masyarakat. Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan warga akan infrastruktur yang lebih layak.

Selama ini, kondisi jalan yang rusak parah kerap kali menyulitkan aktivitas warga. Jalan yang tidak rata dan berlubang membuat mobilitas baik untuk bekerja, bersekolah, maupun mengangkut hasil pertanian, menjadi terhambat, terutama saat musim hujan.

Syaifudin, salah satu warga Desa Krangean, mengungkap kondisi jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan menjadi keluhan masyarakat.

“Kondisi jalan di sini sudah lama rusak parah, kalau dilewati motor atau mobil sering kesulitan, apalagi saat hujan dan malam hari. Sangat mengganggu aktivitas kami sehari-hari,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Meski demikian, ia mengaku optimistis dengan adanya rencana perbaikan jalan melalui program TMMD. Menurutnya, pembangunan ini akan membawa perubahan besar bagi kehidupan warga.

“Kami sangat bersyukur jalan ini akan diperbaiki. Harapannya nanti bisa lebih aman dan nyaman dilalui, sehingga aktivitas warga jadi lebih lancar,” tambahnya.

Saat ini, berbagai persiapan terus dilakukan menjelang pelaksanaan program. Sejumlah material pembangunan mulai didatangkan secara bertahap ke lokasi, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat yang turut membantu proses penurunan hingga penataan material.

Keterlibatan warga tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong yang tetap terjaga. Sinergi antara TNI dan masyarakat diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan program TMMD hingga selesai.

Selain perbaikan jalan, dalam program ini juga direncanakan pembangunan fisik lain berupa pembangunan jembatan hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) bagi sepuluh warga yang membutuhkan. Program dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 22 April mendatang.
Melalui program TMMD ini, diharapkan tidak hanya infrastruktur desa yang semakin baik, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat seiring dengan terbukanya akses yang lebih mudah, aman, dan lancar.

Semangat Gotong Royong Warnai Penurunan Material Program TMMD di Krangean

 


PURBALINGGA — Suasana pagi di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga tampak berbeda. Pagi yang biasanya tenang, mendadak riuh oleh tawa dan semangat kebersamaan. 

Warga dari berbagai usia terlihat berkumpul di tepi jalan, mereka bahu-membahu untuk menurunkan bahan material bangunan dari mobil pick up yang datang silih berganti. 

Dengan wajah penuh keceriaan, mereka saling membantu mengangkat dan memindahkan bahan material seperti, pasir, semen dan hebel, seolah pekerjaan berat itu terasa ringan karena dilakukan bersama. 

Material bangunan tersebut merupakan material yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)  Regular TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga. 

Sebelum pembangunan resmi dilakukan, saat ini penurunan meterial terus dilakukan, bahkan bahan material tersebut telah didrop sejak Sabtu (11/4/2026). 

Salah satu warga Krangean, Okana menyambut antusias adanya penurunan atau dropping material tersebut. Menurutnya, dengan adanya bahan material tersebut menjadi bukti nyata persiapan pembangunan di desanya. 

“Alhamdulillah kami warga sangat senang, karena ini jadi tanda kalau pembangunan di desa kami benar-benar akan segera dimulai. Kami juga jadi lebih semangat ikut membantu supaya prosesnya bisa cepat selesai,” ujarnya, Senin (13/4/2026). 

Kegiatan penurunan material ini menjadi bagian awal dari rangkaian pelaksanaan program TMMD Regular TA 2026 Kodim 0702 Purbalingga yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. 

Melalui program ini, diharapkan aksesibilitas masyarakat dapat meningkat sehingga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.

Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. 

Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Krangean mencerminkan sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program pembangunan di daerah.

Warga pun berharap, dengan adanya pembangunan tersebut, aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah, terutama dalam hal mobilitas.

“Kami berharap jalan ini nanti bisa segera selesai dan bagus, supaya aktivitas warga jadi lebih lancar. Semoga ke depan desa kami juga bisa semakin maju,” pungkasnya.


Selasa, 07 April 2026

Warga Kutabawa Gelar Syukuran Jembatan Merah Putih

 



PURBALINGGA – Rasa syukur dan kebahagiaan menyelimuti warga Desa Kutabawa, mereka menggelar acara syukuran atas selesainya pembangunan Jembatan Merah Putih yang berlokasi di Dusun Blambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan syukuran tersebut dihadiri oleh Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Heri Susanto, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Jembatan yang megah dengan warna khas merah putih itu kini menjadi akses vital yang menghubungkan permukiman warga dengan lahan pertanian dan fasilitas umum.

Di tempat tersebut, Kapten Cba Heri Susanto mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kebutuhan mendasar masyarakat.

“Jembatan yang dibangun ini adalah bukti kepedulian Bapak Presiden Prabowo kepada masyarakat, khususnya warga Kutabawa yang selama ini kesulitan akses pasca banjir bandang. Beliau ingin rakyatnya hidup lebih aman dan nyaman,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat setempat menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan.

Di tempat yang sama, Mudri, tokoh agama Desa Kutabawa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo.

“Kami warga Kutabawa sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden atas dibangunnya Jembatan Merah Putih. Dulu, saat hujan deras, kami kesulitan untuk berkaktivitas antar anak sekolah dan membawa hasil pertanian. Sekarang, semua itu telah berlalu. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak Presiden,” tuturnya. 

Ia juga berharap jembatan tersebut dirawat bersama oleh warga agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Dengan beroperasinya Jembatan Merah Putih, mobilitas warga Dusun Blambangan dan sekitarnya menjadi lebih lancar. Hasil pertanian seperti Sayuran yang menjadi komoditas utama kini lebih mudah diangkut ke pasar dengan kendaraan. 

Acara syukuran ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Warga tampak bergembira sambil menikmati hidangan yang disediakan secara gotong-royong. (Pendim 0702/PBG)

Kecermatan dan Ketepatan Jadi Kunci Pembangunan Berkualitas KDKMP di Desa Karangsari

 



PURBALINGGA – Kecermatan dan ketepatan dalam setiap tahapan pembangunan menjadi faktor utama dalam mewujudkan hasil yang berkualitas pada program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Hal tersebut terus ditekankan oleh Babinsa Koramil 11/Karangmoncol untuk Desa Karangsari, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Koptu La Naru, dalam pelaksanaan pengawasan di lapangan.

Koptu La Naru mengatakan bahwa pembangunan KDKMP tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik semata, namun juga harus memperhatikan kualitas, ketepatan ukuran, serta kesesuaian dengan perencanaan yang telah ditetapkan, (8/4/2026).

“Setiap proses pembangunan harus dilakukan dengan cermat dan tepat, mulai dari pemilihan material hingga pengerjaan di lapangan. Hal ini penting agar bangunan yang dihasilkan benar-benar kokoh, aman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa secara aktif melakukan pemantauan serta memberikan arahan kepada para pekerja agar selalu memperhatikan standar kerja. Selain itu, koordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat juga terus dilakukan guna memastikan pembangunan berjalan sesuai target.

Menurutnya, keterlibatan semua pihak, baik TNI, pemerintah desa, maupun masyarakat sangat dibutuhkan dalam menyukseskan program KDKMP sebagai sarana peningkatan perekonomian warga.

“Dengan adanya kerja sama dan kedisiplinan dalam setiap tahapan pekerjaan, diharapkan pembangunan KDKMP di Desa Karangsari dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang maksimal,” tambahnya.

Pembangunan KDKMP ini diharapkan nantinya dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Dengan pengawasan yang optimal dari Babinsa serta dukungan penuh dari masyarakat, pembangunan KDKMP di Desa Karangsari terus menunjukkan progres yang positif menuju hasil yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat luas.




Rabu, 01 April 2026

Jembatan Garuda Dibangun di Purbalingga, Buka Akses Pertanian dan Tingkatkan Keselamatan Warga

 



PURBALINGGA - Akses yang terhubung bukan sekadar memperpendek jarak, akan tetapi membuka peluang yang selama ini terhambat oleh keterbatasan infrastruktur. Di wilayah dengan kondisi geografis menantang, keberadaan jembatan kerap menjadi penentu kelancaran aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian hingga akses ekonomi masyarakat. Harapan itu, kini mulai terwujud melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Soso, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (2/4/2026).

Jembatan ini menjadi akses utama bagi sektor pertanian warga setempat yang selama ini menghadapi kendala keterhubungan. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Garuda yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah di Indonesia.

Danramil 09/Karangreja Kapten Cba Hery Susanto mengatakan, Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu daerah penerima manfaat program tersebut, dengan alokasi satu unit jembatan gantung.

“Pembangunan yang dimulai saat ini di Desa Serang menjadi bagian dari tahap awal. Ke depan, masih terbuka kemungkinan adanya tambahan pembangunan, seiring kebutuhan akses di sejumlah wilayah,” ujarnya.

Menurut Kapten Cba Hery Susanto, jika keberadaan jembatan tersebut tidak hanya akan memperpendek jalur transportasi, akan tetapi dapat meningkatkan aspek keselamatan warga. Selama ini, masyarakat harus melintasi jalur berisiko untuk menyeberangi sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut telah lama menjadi harapan masyarakat setempat. Dengan adanya infrastruktur yang memadai, aktivitas pertanian diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan efisien.

“Diharapkan dengan adanya Jembatan Garuda nantinya masyarakat dapat melintas dengan aman dan tidak lagi menghadapi risiko saat menyeberang,” pungkasnya. (Pendim 0702/Pbg)

Babinsa Dampingi Pembangunan KDMP, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Purbalingga

 




PURBALINGGA - Peran aktif TNI melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) kembali terlihat dalam upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Hal itu ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 05/Bukateja, Serda Budi Rumiyanto, yang turun langsung mendampingi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Rabu (2/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa terlibat pendampingan dalam proses pembangunan fisik, termasuk pembuatan saluran air. Kehadirannya sekaligus untuk memastikan lingkungan tetap aman dan kondusif selama proses pembangunan berlangsung.

Serda Budi menjelaskan, jika pendampingan yang dilakukannya merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang dilaksanakan melalui koordinasi dan kerja sama dengan perangkat desa serta masyarakat setempat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan sekaligus menjaga kualitas hasil pekerjaan.

“Kami mendukung program positif koperasi sebagai wadah peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk dengan mendampingi proses pengerjaan seperti pembuatan saluran air,” ujarnya.

Kemudian Ia menambahkan, jika keberadaan koperasi desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi warga melalui berbagai usaha produktif. Karena itu, Babinsa turut memastikan seluruh akses pendukung pembangunan berjalan optimal. 

“Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan nantinya dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi desa yang berkelanjutan, mendorong kemandirian usaha warga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kedungjati secara menyeluruh,” kata Serda Budi Rumiyanto. (Pendim 0702/Pbg).

Babinsa Dampingi Pembangunan KDMP, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Purbalingga

 


PURBALINGGA - Peran aktif TNI melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) kembali terlihat dalam upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Hal itu ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 05/Bukateja, Serda Budi Rumiyanto, yang turun langsung mendampingi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Rabu (2/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa terlibat pendampingan dalam proses pembangunan fisik, termasuk pembuatan saluran air. Kehadirannya sekaligus untuk memastikan lingkungan tetap aman dan kondusif selama proses pembangunan berlangsung.

Serda Budi menjelaskan, jika pendampingan yang dilakukannya merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang dilaksanakan melalui koordinasi dan kerja sama dengan perangkat desa serta masyarakat setempat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan sekaligus menjaga kualitas hasil pekerjaan.

“Kami mendukung program positif koperasi sebagai wadah peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk dengan mendampingi proses pengerjaan seperti pembuatan saluran air,” ujarnya.

Kemudian Ia menambahkan, jika keberadaan koperasi desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi warga melalui berbagai usaha produktif. Karena itu, Babinsa turut memastikan seluruh akses pendukung pembangunan berjalan optimal. 

“Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan nantinya dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi desa yang berkelanjutan, mendorong kemandirian usaha warga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kedungjati secara menyeluruh,” kata Serda Budi Rumiyanto. (Pendim 0702/Pbg).


Minggu, 15 Maret 2026

Pembangunan Jembatan Armco Kali Bambangan Dikebut, Akses Warga Segera Pulih

 



PURBALINGGA - Upaya memulihkan akses warga pasca bencana banjir bandang terus dilakukan di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Prajurit Kodim 0702/Purbalingga bersama masyarakat bergotong-royong mempercepat pembangunan jembatan Armco di Kali Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja.

Pembangunan jembatan armco tersebut dilakukan untuk menyambung kembali jalur penghubung antara Desa Kutabawa - Desa Serang yang sebelumnya rusak parah akibat diterjang banjir bandang dari kawasan hulu lereng Gunung Slamet. Sejak jembatan itu terputus, aktivitas masyarakat setempat sempat terganggu. Warga mengalami kesulitan beraktivitas, terutama untuk akses antar wilayah serta pendistribusian hasil panen.

Anggota TNI dari Kodim 0702/Purbalingga bersama masyarakat pun turun langsung ke lokasi untuk mempercepat proses akhir pembangunan. 

Danramil 09/Karangreja Kodim 0702/Purbalingga, Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, jika pembangunan jembatan tersebut merupakan langkah cepat untuk memulihkan konektivitas warga sekaligus mendukung roda perekonomian masyarakat.

“Keberadaan TNI ditengah masyarakat adalah untuk membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi warga. Semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat menjadi kunci percepatan pembangunan kembali infrastruktur yang terdampak bencana,” ujarnya, pada Senin (16/3/2026).

Menurutnya, jika pembangunan jembatan armco dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan, sehingga akses warga segera kembali normal.

“Dengan dukungan warga setempat, alat maupun material yang memadai, proses pembangunan ditargetkan segera selesai dalam waktu dekat. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan dapat mengembalikan mobilitas warga serta menggerakkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah lereng Gunung Slamet,” ungkap Kapten Cba Heri Susanto. 

Sementara itu, Kamidi warga Desa Kutabawa menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan oleh TNI dalam memperbaiki jembatan yang menjadi akses utama warga desa. Ia mengungkapkan, setelah banjir bandang melanda, warga mengalami kesulitan, terutama akses antar desa maupun mengangkut hasil panen, karena jembatan penghubung rusak berat.

“Setelah banjir, jembatan terputus sehingga kami kesulitan akses, terutama menuju jalur antar desa untuk mengangkut hasil serta aktivitas lainnya. Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang hadir membantu memperbaiki jembatan ini,” kata Kamidi. (Pendim Pbg).

Senin, 09 Maret 2026

Ramadan Penuh Berkah, Koramil Bobotsari Berbagi Takjil

 




PURBALINGGA - Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Koramil 08/Bobotsari bersama Fatayat NU Desa Karangtalun menggelar kegiatan berbagi takjil kepada warga serta para pengguna jalan yang melintas di lokasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Karangtalun, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Menjelang waktu berbuka puasa, warga yang melintas tampak berhenti sejenak untuk menerima takjil yang dibagikannya. 

Saat dilokasi, Danramil 08/Bobotsari Kapten Inf Muhammad Iskandar mengatakan, jika kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan wujud kepedulian TNI kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain itu, kegiatan berbagi takjil menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara TNI dengan masyarakat,” ujarnya. 

Kemudian Kapten Inf Muhammad Iskandar menambahkan, jika momentum Ramadan tersebut menjadi kesempatan yang baik untuk menumbuhkan kepedulian sosial serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Bulan Ramadan adalah momen untuk berbagi dan mempererat kebersamaan. Semoga kegiatan sederhana ini bisa memberikan manfaat serta menambah keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Safitri, salah satu warga Desa Karangtalun yang menerima takjil mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Ia merasa terbantu karena mendapatkan makanan untuk berbuka puasa.

“Alhamdulillah dapat takjil. Sangat membantu untuk berbuka puasa, semoga berkah dan kegiatan seperti ini terus ada,” kata Safitri dengan senyum. (Pendim Pbg)

Rabu, 04 Maret 2026

Tim Wasev Korem 071/Wijayakusuma Tinjau TMMD di Desa Tunjungmuli

 




PURBALINGGA - Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Korem 071/Wijayakusuma meninjau langsung pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 yang digelar Kodim 0702/Purbalingga di Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Rabu (4/2/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 071/WK, Letkol Cba (K) Rr. Sri Harjani Estri Dwi Asmoro dan didampingi Pasiter Kodim 0702/Purbalingga Kapten Cpl Bangun Widodo serta perangkat Desa Tunjungmuli.

Dalam peninjauan tersebut, tim mengecek secara langsung progres sejumlah sasaran fisik yang menjadi bagian dari program TMMD. Mulai dari pembangunan jalan, talud dan gorong-gorong, seluruhnya menjadi perhatian tim evaluasi untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.

Kasiter Korem 071/WK, Letkol Cba (K) Rr. Sri Harjani Estri Dwi Asmoro menegaskan, jika kegiatan Wasev bukan sekedar melihat capaian pembangunan, tetapi juga memastikan program benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa.

"Pengawasan ini penting untuk mengetahui sejauh mana progres pekerjaan di lapangan serta memastikan hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. TMMD harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Selanjutnya, Kasiter mengapresiasi sinergi antara prajurit TNI, pemerintah desa, dan masyarakat yang terlibat aktif dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kunci keberhasilan TMMD.

"Partisipasi masyarakat inilah yang menjadi kekuatan utama TMMD. Kebersamaan ini yang harus terus kita rawat," tambahnya.

Sementara itu, Pasiter Kodim 0702/Purbalingga Kapten Cpl Bangun Widodo mengatakan, bahwa program TMMD bukan sekedar pembangunan infrastruktur, akan tetapi upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

"TMMD ini bukan hanya tentang membangun jalan atau fasilitas umum, akan tetapi bagaimana kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya. 

Selain itu, Kapten Cpl Bangun Widodo menjelaskan, jika pendampingan yang dilakukan bertujuan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan sesuai dengan perencanaan, baik dari segi kualitas maupun waktu pelaksanaan. Selain itu, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

"Kami ingin seluruh proses terlaksana dengan baik dan selesai tepat waktu. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program TMMD ini," jelasnya. (Pendim Pbg)

Senin, 02 Maret 2026

Ramadhan 1447 H, Koramil Kalimanah Berbagi

 



PURBALINGGA - Momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dimanfaatkan Koramil 03/Kalimanah dengan berbagi kepada masyarakat. Kegiatan berbagi takjil digelar di Halaman Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Desa Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Senin (2/2/2026).

Menjelang waktu berbuka puasa, anggota Koramil 03/Kalimanah bersama Persit Kartika Chandra Kirana turun langsung ke lapangan. Mereka membagikan takjil kepada warga sekitar dan para pengguna jalan yang masih dalam perjalanan.

Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.

Danramil 03/Kalimanah, Kapten Inf Walyadi mengatakan, jika pembagian takjil tersebut merupakan wujud rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap sesama di bulan penuh berkah. “Alhamdulillah, pada kesempatan ini Koramil 03/Kalimanah dapat melaksanakan pembagian takjil di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat dan pengguna jalan yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka puasa,” ujarnya.

Selanjutnya Kapten Inf Walyadi menambahkan, melalui kegiatan tersebut pihaknya ingin terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Harapannya, kebersamaan ini dapat mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat serta membawa manfaat bagi warga,” katanya menegaskan.

Respons positif datang dari masyarakat. Salah satu warga Kalimanah Wetan, Sumitro, mengaku bersyukur dan mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Koramil 03 Kalimanah. Kegiatan ini sangat membantu dan semoga membawa berkah bagi kita semua,” ucapnya. (Pendim Pbg)



Ramadhan 1447 H, Koramil Kalimanah Berbagi

 



PURBALINGGA - Momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dimanfaatkan Koramil 03/Kalimanah dengan berbagi kepada masyarakat. Kegiatan berbagi takjil digelar di Halaman Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Desa Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Senin (2/2/2026).

Menjelang waktu berbuka puasa, anggota Koramil 03/Kalimanah bersama Persit Kartika Chandra Kirana turun langsung ke lapangan. Mereka membagikan takjil kepada warga sekitar dan para pengguna jalan yang masih dalam perjalanan.

Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.

Danramil 03/Kalimanah, Kapten Inf Walyadi mengatakan, jika pembagian takjil tersebut merupakan wujud rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap sesama di bulan penuh berkah. “Alhamdulillah, pada kesempatan ini Koramil 03/Kalimanah dapat melaksanakan pembagian takjil di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat dan pengguna jalan yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka puasa,” ujarnya.

Selanjutnya Kapten Inf Walyadi menambahkan, melalui kegiatan tersebut pihaknya ingin terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Harapannya, kebersamaan ini dapat mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat serta membawa manfaat bagi warga,” katanya menegaskan.

Respons positif datang dari masyarakat. Salah satu warga Kalimanah Wetan, Sumitro, mengaku bersyukur dan mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Koramil 03 Kalimanah. Kegiatan ini sangat membantu dan semoga membawa berkah bagi kita semua,” ucapnya. (Pendim Pbg)



Minggu, 01 Maret 2026

Jam Komandan, Dandim Purbalingga Tegaskan Prajurit Jauhi Narkoba dan Jaga Kehormatan Satuan

 

 




PURBALINGGA - Jam Komandan bukan sekadar agenda rutin di lingkungan TNI. Di dalamnya, terselip ruang refleksi, penguatan moral, sekaligus pengingat akan jati diri prajurit sebagai penjaga kehormatan bangsa. Hal itu kembali ditegaskan oleh Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., saat memimpin Jam Komandan di Halaman Makodim, pada Senin (2/2/2026). 

Di hadapan seluruh anggota, Dandim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Aries Ika Satria menekankan, pentingnya menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba yang dapat menghancurkan masa depan pribadi maupun mencoreng nama baik institusi.

“Narkoba adalah ancaman nyata. Bukan hanya merusak kesehatan, akan tetapi dapat menghancurkan disiplin, meruntuhkan karier, dan mencederai kehormatan prajurit,” ujarnya dengan nada tegas.

Menurut Dandim, sebagai aparat teritorial yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat, prajurit harus menjadi teladan dalam sikap dan perilaku. Ia mengingatkan agar tidak ada satu pun anggota yang mencoba-coba mendekati barang terlarang tersebut.

“Sebagai aparat teritorial, kita harus menjadi contoh di tengah masyarakat. Jangan pernah mendekati, apalagi mencoba narkoba. Sekali terjerumus, dampaknya bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga keluarga dan satuan,” tegas Letkol Inf Aries Ika Satria.

Lebih lanjut, Dandim Letkol Inf Aries Ika Satria menekankan, bahwa integritas dan profesionalisme adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial. Ancaman narkoba, menurutnya tidak mengenal usia maupun profesi, sehingga dibutuhkan komitmen kuat serta pengawasan melekat dari seluruh unsur pimpinan.

“Saya tidak ingin ada prajurit Kodim 0702/Purbalingga yang masa depannya hancur karena kelalaian. Jaga diri, jaga keluarga, dan jaga nama baik satuan,” pesannya.

Selain persoalan narkoba, Dandim juga mengingatkan pentingnya disiplin, loyalitas, dan soliditas antar anggota. Prajurit diminta bijak dalam pergaulan serta mampu memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan positif yang menunjang kesehatan fisik dan mental.

“Kita harus solid, jangan mudah terpengaruh lingkungan yang negatif. Isi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang positif atau hal-hal yang membangun,” tandasnya. (Pendim Pbg)


Kamis, 26 Februari 2026

Polisi Militer Sosialisasikan Ops Gaktib dan Yustisi, Kendaraan Dinas Kodim Purbalingga Turut Diperiksa

 


PURBALINGGA – Upaya memperkuat disiplin dan mencegah terjadinya pelanggaran di lingkungan prajurit terus dilakukan. Kodim 0702/Purbalingga mengikuti Sosialisasi Operasi Penegakan Ketertiban (Ops Gaktib) dan Yustisi yang digelar oleh Denpom IV/1 Purwokerto di Lapangan Makodim, Jumat (27/2/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya berisi pemaparan materi, akan tetapi dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan dinas milik anggota. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan surat-surat hingga standar keamanan kendaraan, dengan pendampingan provost satuan.

Danunit Penegakan Hukum dan Pengawalan (Gakkumwal) Denpom IV/1 Purwokerto, Lettu Cpm Maryanto menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin pada awal tahun.

"Sosialisasi Gaktib dan Yustisi merupakan program yang rutin dilakukan di awal tahun. Tujuannya untuk mencegah dan meminimalisir pelanggaran personel, baik pelanggaran disiplin maupun pelanggaran yustisi," ujarnya.

Lettu Cpm Maryanto menegaskan, setelah tahap sosialisasi, akan ada langkah lanjutan yang bersifat komprehensif dan preventif guna memastikan seluruh personel memahami serta menaati aturan yang berlaku.

"Melalui sosialisasi ini, seluruh prajurit dapat semakin meningkatkan kesadaran hukum dan disiplin dalam berdinas, sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar tanpa kendala," tegasnya. 

Pengecekan kendaraan, lanjutnya, bertujuan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat prajurit melaksanakan tugas di jalan. Dari hasil pemeriksaan, seluruh kendaraan dinyatakan lengkap dan memenuhi standar, baik dari sisi administrasi maupun kelengkapan fisik.

"Secara umum hasilnya baik. Surat-surat kendaraan lengkap, kondisi mesin terawat, serta perlengkapan seperti spion, lampu, helm, dan rem berfungsi dengan optimal," ujarnya.

Sementara itu, Perwira Seksi Intelijen Kodim 0702/Purbalingga, Kapten Inf Iwan Iswantoro, menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah preventif untuk menjaga profesionalisme prajurit.

"Dengan mengetahui dasar-dasar hukum yang berlaku, diharapkan kita semua dapat mencegah segala bentuk pelanggaran," pungkasnya. (Pendim Pbg)


Minggu, 22 Februari 2026

Pascabanjir Bandang, Kodim Purbalingga Percepat Rehabilitasi Infrastruktur

 

 




PURBALINGGA – Pascabanjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, TNI AD melalui Kodim 0702/Purbalingga, Korem 071/Wijayakusuma, turut mengambil peran dalam penanganan dan rehabilitasi infrastruktur terdampak.

Saat ini, Kodim 0702/Purbalingga bersama pemerintah daerah dan masyarakat tengah menyelesaikan pembangunan jembatan sebagai akses penghubung warga yang sempat terputus akibat bencana.

Sebelumnya, dua unit Jembatan Bailey sebagai jembatan darurat telah rampung dipasang di Kali Gesor dan Kali Sempalan. Kini, proses pembangunan dua unit Jembatan Armco bantuan TNI AD tengah berlangsung di Kali Baros dan Kaliurip. Jembatan di dua lokasi tersebut sebelumnya hanyut dan rusak akibat banjir, sehingga memutus akses transportasi masyarakat.

Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han., saat meninjau langsung progres pembangunan dua unit Jembatan Armco serta dua unit Jembatan Bailey yang telah selesai dibangun, berharap fasilitas tersebut dapat dijaga bersama meski bersifat sementara.

“Meski Jembatan Bailey yang telah selesai dibangun bersifat sementara, kami berharap masyarakat dan seluruh unsur terkait turut menjaga dan merawatnya agar tetap bermanfaat hingga jembatan permanen dibangun,” ujarnya saat peninjauan, Minggu (22/2/2026).

Sementara itu, Mudri, warga Desa Serang, mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan tersebut. Saat ditemui ketika melintas di Jembatan Bailey Kali Sempalan, ia menyampaikan bahwa akses yang kembali terbuka sangat membantu aktivitas perekonomian warga.

“Waktu jembatan putus, sayur di kebun tidak bisa diambil sampai tua dan busuk. Kalaupun dijual, harganya turun karena kondisinya tidak segar. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa kembali normal. Terima kasih kepada TNI AD dan Kodim Purbalingga,” tuturnya.

Sebagian besar masyarakat Kecamatan Karangreja menggantungkan hidup dari sektor pertanian, khususnya komoditas sayuran. Terputusnya akses jalan dan jembatan berdampak langsung pada distribusi hasil panen dan perekonomian warga. (SF)


Kamis, 19 Februari 2026

Ramadan Light Festival 2026 Hadirkan Malam Penuh Cahaya

 

 




PURBALINGGA – Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., turut hadir dalam acara Pembukaan Ramadan Light Festival 2026 yang digelar di Alun-alun Purbalingga dan sekitarnya bersama Forkopimda serta tamu undangan lainnya.

Acara tersebut menyemarakkan malam Ramadan dengan pemasangan lampu, lampion, dan berbagai hiasan cahaya di kawasan Alun-alun Purbalingga dan sekitarnya. Kehadiran ratusan lampu hias itu menjadikan suasana Ramadan di Kota Purbalingga tahun 2026 semakin atraktif dan penuh cahaya.

Saat ini tercatat sebanyak 100 lampu hias terpasang di sekitar Alun-alun Purbalingga dan 250 lampu hias lainnya menerangi ruas Jalan Jenderal Soedirman (barat) serta Jalan Pierre Tendean. Kawasan tersebut pun tampak semakin memukau dalam suasana malam Ramadan.

Bupati Purbalingga, Fahmi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini diadakan untuk memperindah kota menjelang bulan Ramadan serta menyambut para pemudik saat Lebaran. Selain itu, festival ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya tarik wisata di Purbalingga, Kamis (19/2/2026).

“Mudah-mudahan Ramadan Light Festival 2026 dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Purbalingga, baik dari sisi pariwisata maupun pergerakan roda perekonomian, khususnya para pelaku UMKM lokal,” ujar Bupati Fahmi.

Gelaran Ramadan Light Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan Ramadan, tetapi juga wujud nyata upaya pemerintah daerah dalam menciptakan Purbalingga yang lebih indah dan hidup, baik secara visual maupun ekonomi.

Sementara itu, Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., saat dikonfirmasi menuturkan bahwa kegiatan Ramadan Light Festival 2026 yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga ini menambah nuansa Ramadan menjadi lebih semarak.

“Sangat menarik, menambah suasana Ramadan semakin terasa. Tentunya bukan hanya sekadar hiasan, namun festival ini juga dapat menjadi ajang wisata masyarakat sekaligus mempercantik Purbalingga di malam Ramadan,” ungkapnya. (SF)


Rabu, 18 Februari 2026

TMMD Bangun Dua Unit Rumah Tidak Layak Huni di Tunjungmuli, Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

 

 




PURBALINGGA - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I yang digelar Kodim 0702/Purbalingga tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan talud, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. 

Melalui program tersebut, dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga masih dalam proses pembangunan agar menjadi hunian yang sehat dan nyaman. 

Pembangunan dua rumah itu menyasar kediaman Komarudin dan Khamid, warga setempat yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Sejak beberapa hari terakhir, anggota TNI bersama masyarakat bergotong royong menyelesaikan tahap demi tahap pembangunan, Kamis (19/2/2026).

Komandan Koramil 11/Karangmoncol, Letda Inf Sutarna mengatakan, jika pembangunan RTLH tersebut merupakan bagian dari sasaran tambahan program TMMD Kodim 0702/Purbalingga. Program ini dirancang untuk membantu warga kurang mampu agar memiliki tempat tinggal yang layak huni.

"Rumah yang sebelumnya tidak layak huni, kini sedang dalam proses pembangunan agar menjadi rumah yang sehat dan layak ditempati," ujar Letda Inf Sutarna.

Menurutnya, jika kehadiran TMMD tidak semata menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi wujud kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan. Ia berharap, bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan warga.

"Melalui pembangunan RTLH ini, TMMD diharapkan tidak hanya menghadirkan perubahan fisik pada bangunan, tetapi juga membuka harapan baru bagi warga untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera," harap Danramil Letda Inf Sutarna. 

Sementara itu, Komarudin, salah satu penerima bantuan, mengaku bersyukur rumahnya menjadi sasaran program tersebut. Ia menuturkan, kondisi rumah sebelumnya sudah tidak layak dan kerap membuat keluarganya merasa kurang nyaman, terutama saat musim hujan.

"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas bantuan TNI dan pemerintah daerah. Rumah kami yang sebelumnya tidak layak huni, kini sedang dibangun dan nantinya menjadi rumah yang nyaman untuk ditempati," tuturnya. (Pendim Pbg)


Selasa, 17 Februari 2026

Jelang Ramadhan, Warga Panunggalan Rawat Tradisi Bersih Makam

 




PURBALINGGA – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, warga Desa Panunggalan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, kembali menggelar tradisi bersih makam, Senin (16/2/2026). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya ini menjadi penanda kesiapan lahir dan batin masyarakat dalam menyongsong bulan penuh berkah.

Tradisi gotong-royong bersih makam  
diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Koramil 07/Kejobong beserta pemerintah desa setempat. 

Kepala Desa Panunggalan, Sugeng Aji Santoso, menyampaikan, jika tradisi bersih makam telah berlangsung turun-temurun dan menjadi agenda rutin menjelang Ramadhan. Menurut dia, kegiatan tersebut bukan sekedar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga.

“Tradisi ini sudah berlangsung lama. Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan makam, kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan kekompakan warga,” ujarnya di sela kegiatan.

Selanjutnya, Kades Sugeng menambahkan, jika tradisi bersih makam juga memiliki makna spiritual. Momentum menjelang Ramadhan dimanfaatkan warga untuk mendoakan para leluhur, sekaligus memperkuat silaturahmi antar masyarakat.

“Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tradisi bersih-bersih makam ini menjadi momentum penting bagi warga untuk saling bersilaturahmi, memperkuat rasa persaudaraan, serta menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun,” imbuhnya. 

Di lokasi yang sama, Danramil 07/Kejobong Kapten Arm Wahyudi Seno turut mengatakan, bahwa keterlibatan para Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap pelestarian tradisi lokal sekaligus memperkuat kemanunggalan antara TNI dengan rakyat. Menurutnya, jika kegiatan sosial seperti bersih makam tidak hanya berdampak pada lingkungan yang lebih tertata, tetapi juga membangun kedekatan antara aparat dan masyarakat. 

“Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang kebersihan, akan tetapi membangun kebersamaan dan mempererat hubungan antara aparat dengan masyarakat,” katanya.

Selanjutnya, Kapten Arm Wahyudi Seno berharap tradisi bersih makam di Desa Panunggalan terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan. 

"Di tengah arus modernisasi, nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap leluhur dinilai tetap relevan untuk dijaga. Tradisi ini bukan sekedar rutinitas tahunan, melainkan ruang bersama untuk menguatkan ikatan sosial sebelum memasuki Ramadhan," harapnya. (Pendim Pbg)

Kamis, 12 Februari 2026

Koramil 12/Karanganyar Perkuat Keamanan Wilayah

 




PURBALINGGA - Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah terus diperkuat Koramil 12/Karanganyar dengan menggelar patroli malam bersama unsur Ormas Banser. Sistem patroli malam dengan menyasar sejumlah titik rawan, termasuk jalan pemukiman, area pertokoan maupun fasilitas umum yang ada di wilayah Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Kamis malam (12/02/26). 

Danramil 12/Karanganyar, Kapten Cke Kamiyono, menjelaskan bahwa kegiatan patroli malam menjadi salah satu langkah konkret Koramil dalam menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

"Kami terus meningkatkan kegiatan patroli bersama komponen masyarakat, termasuk Banser. Sinergi ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan bebas dari potensi gangguan kamtibmas," ujarnya.

Selain itu, Danramil 12/Karanganyar, Kapten Cke Kamiyono menambahkan, jika kegiatan patroli malam yang digelarnya tidak hanya meningkatkan keamanan, akan tetapi menjadi sarana komunikasi sosial antara aparat dengan warga. 

"Dengan adanya patroli malam secara rutin, diharapkan dapat menciptakan situasi wilayah yang lebih aman, nyaman dan tenteram bagi seluruh masyarakat Karanganyar," imbuhnya. 

Sementara itu, Babinsa Serka Ikhsan yang tergabung dalam tim patroli turut menyampaikan, bahwa respon masyarakat terhadap patroli malam sangat positif.

"Saat menyambangi warga, banyak yang merasa senang karena mereka melihat langsung komitmen kami menjaga keamanan. Kami juga memberikan imbauan agar warga tetap waspada dan ikut menjaga lingkungan masing-masing," tuturnya. (Pendim 0702/Purbalingga).

Rabu, 11 Februari 2026

Pasca Pembukaan TMMD, TNI dan Warga Mulai Garap Sasaran Fisik di Desa Tunjungmuli

 




PURBALINGGA - Sehari setelah resmi dibukanya Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 Kodim 0702/Purbalingga, TNI bersama warga mulai mengerjakan sasaran fisik pembangunan infrastruktur jalan di Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Rabu (11/2/2026).

Fokus awal pekerjaan diarahkan pada pembangunan talut sepanjang 55 meter dengan tinggi 1,7 meter. Talut tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan badan jalan, sekaligus memperkuat struktur tanah di sekitar lokasi agar lebih kokoh dan aman.

Saat di lokasi kegiatan, Danramil 11 Karangmoncol, Letda Inf Sutarna menjelaskan, bahwa pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa.

“Hari ini kita mulai fokus mengerjakan pembangunan talut. Semua ini merupakan hasil kerja sama antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat,” ujarnya.

Letda Inf Sutarna, menambahkan, jika semangat kebersamaan menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan TMMD. Kehadiran warga di setiap tahap pekerjaan menunjukkan jika program tersebut tidak semata membangun infrastruktur, melainkan untuk memperkuat solidaritas sosial ditengah masyarakat pedesaan.

"Kebersamaan antara prajurit dan warga tampak dalam proses pengerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga penyusunan batu dan pengecoran. Interaksi yang terjalin secara alami di lapangan mencerminkan kemanunggalan TNI dan rakyat yang selama ini menjadi roh dari program TMMD," ungkapnya. 

Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub., Int., M.H.I., menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada rakyat, khususnya dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah.

“Melalui TMMD, kami berupaya menghadirkan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga semangat kebersamaan di desa,” katanya. 

Dandim menambahkan, kehadiran Satgas TMMD di Desa Tunjungmuli tidak hanya berorientasi pada hasil pembangunan fisik. Lebih dari itu, TMMD diharapkan mampu menumbuhkan motivasi dan kesadaran masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam membangun desanya secara berkelanjutan.

"Dengan dimulainya pengerjaan sasaran fisik tersebut, harapannya akses jalan warga Tunjungmuli nantinya menjadi lebih baik. Melalui Program TMMD ini diharapkan dapat terwujudnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan," pungkasnya. (Pendim Pbg)