PURBALINGGA
- Upaya memulihkan akses warga pasca bencana banjir bandang terus
dilakukan di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Prajurit Kodim
0702/Purbalingga bersama masyarakat bergotong-royong mempercepat
pembangunan jembatan Armco di Kali Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan
Karangreja.
Pembangunan jembatan armco tersebut dilakukan untuk
menyambung kembali jalur penghubung antara Desa Kutabawa - Desa Serang
yang sebelumnya rusak parah akibat diterjang banjir bandang dari kawasan
hulu lereng Gunung Slamet. Sejak jembatan itu terputus, aktivitas
masyarakat setempat sempat terganggu. Warga mengalami kesulitan
beraktivitas, terutama untuk akses antar wilayah serta pendistribusian
hasil panen.
Anggota TNI dari Kodim 0702/Purbalingga bersama
masyarakat pun turun langsung ke lokasi untuk mempercepat proses akhir
pembangunan.
Danramil 09/Karangreja Kodim 0702/Purbalingga,
Kapten Cba Heri Susanto mengatakan, jika pembangunan jembatan tersebut
merupakan langkah cepat untuk memulihkan konektivitas warga sekaligus
mendukung roda perekonomian masyarakat.
“Keberadaan TNI ditengah
masyarakat adalah untuk membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi
warga. Semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat menjadi kunci
percepatan pembangunan kembali infrastruktur yang terdampak bencana,”
ujarnya, pada Senin (16/3/2026).
Menurutnya, jika pembangunan
jembatan armco dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan
masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat
penyelesaian pekerjaan, sehingga akses warga segera kembali normal.
“Dengan
dukungan warga setempat, alat maupun material yang memadai, proses
pembangunan ditargetkan segera selesai dalam waktu dekat. Kehadiran
jembatan tersebut diharapkan dapat mengembalikan mobilitas warga serta
menggerakkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah lereng
Gunung Slamet,” ungkap Kapten Cba Heri Susanto.
Sementara itu,
Kamidi warga Desa Kutabawa menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang
diberikan oleh TNI dalam memperbaiki jembatan yang menjadi akses utama
warga desa. Ia mengungkapkan, setelah banjir bandang melanda, warga
mengalami kesulitan, terutama akses antar desa maupun mengangkut hasil
panen, karena jembatan penghubung rusak berat.
“Setelah banjir,
jembatan terputus sehingga kami kesulitan akses, terutama menuju jalur
antar desa untuk mengangkut hasil serta aktivitas lainnya. Kami sangat
berterima kasih kepada TNI yang hadir membantu memperbaiki jembatan
ini,” kata Kamidi. (Pendim Pbg).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar