Senin, 01 Oktober 2018

Dandim 0702/Purbalingga Hadiri Upacara Kesaktian Pancasila Di Alun-Alun


PURBALINGGA. Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Andi Bagus D.A. S.IP menghadiri kegiatan Upacara Hari Kesaktian Pancasila Ke-53 Tahun 2018 di Alun-alun Purbalingga, Senin (1/10).

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Ke-53 Tahun 2018 mengusung tema “Pancasila Sebagai Landasan Kerja Mencapai Prestasi Bangsa”.

Hadir dalam kegiatan tersebut sekitar 750 orang, diantaranya Plh Bupati Purbalingga,Danlanud Jendral Besar Soederman, Danyinif 406/Candra kusuma, Kapolres Purbalingga, Forkopinda, Ormas Purbalingga dan Tamu undangan.

Adapun pasukan upacara yang dilibatkan antara lain, 1 Pok Pol PP, 1 SST Kodim 0702/Purbalingga, 1 SST Polres Purbalingga, 1 SST Yonif 406/Candra kusuma, , 2 SST PGRI dan PPI serta 2 SST Gabungan Siswa SMA dan Pramuka.

Usai kegiatan Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Andi Bagus DA S.IP mengungkapkan, hari ini kita kenal dengan Hari Kesaktian Pancasila merupakan perjalanan sejarah Bangsa Indonesia yang berhasil mempertahankan Ideologinya. Ini harus tetap diingat sekaligus cermin bagi kita semua khususnya generasi muda dalam menapaki kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengingat peran generasi muda sangat penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa, maka generasi muda harus benar-benar memahami sejarah bangsa, memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Untuk itu diperlukan penguatan wawasan kebangsaan diantaranya pemahaman Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, tuturnya. (arf-red)

TNI Gelar Pawai Kirab Bendera Merah Putih dari Sabang sampai Merauke


Dalam rangka memperingati HUT ke-73, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Pawai Kirab Bendera (flag relay) Merah Putih di beberapa kota Indonesia secara estafet dari Sabang-Banda Aceh dan berakhir di Merauke-Papua, mulai tanggal 28 September 2018 s.d. 4 Oktober 2018.
Pawai Kirab Bendera Merah Putih yang dibawa oleh Prajurit TNI AD, TNI AL dan TNI AU, akan melalui beberapa wilayah Indonesia yaitu Sabang-Banda Aceh, Pekanbaru-Riau, Palembang-Sumsel, Solo-Jateng, Surabaya-Jatim, Balikpapan-Kaltim, Manado-Sulut, Makassar-Sulsel, Kupang-NTT, Ambon-Maluku, Sorong-Jayapura dan berakhir di Merauke-Papua.
Pelaksanaan hari pertama Pawai Kirab Bendera Merah Putih, diawali dengan upacara bendera dengan Inspektur Upacara Danrem 012/TU Kolonel Inf Aswandi, S.E. di Tugu Kilometer Nol, Kota Sabang, Jumat (28/9/2018).
Bendera Sang Saka Merah Putih dibawa oleh Serda Bah/W Ririn Pujiastuti (atlet Dragon Boat 200 meter peraih medali perak Asian Games 2018)bersama sejumlah prajurit TNI perwakilan tiga matra pembawa Pataka.
Sepanjang perjalanan dari Tugu Kilometer Nol, para prajurit TNI pembawa Bendera Merah Putih disambut meriah oleh warga masyarakat yang menyaksikan arak-arakan tersebut. Setibanya di Kantor Walikota Sabang disambut dengan tarian Ranup Lampuan, dan bendera diserahkan kepada Walikota Sabang Nazaruddin.
Selanjutnya Walikota Sabang Nazaruddin membawa bendera tersebut ke Pelabuhan Sabang dan diserahkan kepada Danlanal Sabang Kolonel Laut (P) Edi Haryanto, S.E. untuk diteruskan dibawa berlayar menuju Pelabuhan Malahayati Banda Aceh dengan KRI Halasan-630 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Sandy Kurniawan.
Pawai Kirab Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-73 TNI tahun 2018, bertujuan untuk membangkitkan jiwa nasionalisme dan menunjukkan bahwa antara TNI dan Rakyat tidak ada pemisah karena TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
______________________________________________ 📷@puspentni
LASKAR DIPONEGORO jangan lupa like ♥ & share 🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩
.

Kodim 0702/Purbalingga Gelar Upacara Hari Kesaktian Panasila


PURBALINGGA. Personel Kodim 0702/Purbalingga yang terdiri dari prajurit militer baik Perwira, Bintara dan Tamtama, maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) serta anggota Minvetcad Purbalingga mengikuti upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila, di lapangan apel Makodim 0702/Purbalingga. (1/10)
Peringatan Hari Kesaktian Pascasila ini bercikal bakal pada peristiwa 30 September 1965, di mana enam jendral dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang dilakukan oleh PKI, peristiwa bersejarah ini merupakan masa kelam yang terjadi terhadap bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Hari Kesaktian Pancasila, seluruh peserta upacara mengucapkan Pancasila kalimat per kalimat dengan penuh semangat dan rasa memiliki, yang dipimpin langsung Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Andy Bagus D.A. S.IP selaku Inspektur Upacara.
usai melaksanakan kegiatan upacara Dandim 0702/Purbalingga menuturkana kepada anggotanya bahwa upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan momentum menumbuhkan rasa nasionalisme sebagai bangsa yang merdeka dan sekaligus mengenang kembali jati diri sebagai suatu bangsa, dimana Pancasila sebagai falsafah ideologi dan alat pemersatunya "Center Of Gravity".
Walau bangsa Indonesia memiliki keberagaman suku, agama dan ras, namun kondisi kompleksitas bangsa ini, mutlak dapat dipersatukan melalui nilai-nilai dasar Pancasila,” ujarnya. 
“Hal ini, menjadi ikrar bagi bangsa Indonesia, untuk bersatu dan memiliki komitment dalam membangun bangsa Indonesia, melalui karya dan kerja nyata secara positif, wujudkan bangsa Indonesia yang maju dan bermartabat serta diperhitungkan oleh bangsa lain dalam pergaulan internasional.
Di akhir penyampaiannya Dandim mengajak kepada seluruh peserta upacara untuk sejenak mengheningkan cipta serya mendoakan kepada saudara kita yang ditimpah musibah di Lombok, dan baru beberapa hari lalu saudara-saudara kita di Palu, Donggala dan Mamuju Sulawesi Tengah.
Dan kepada rekan rekan Prajurit serta unsur lainnya yang saat ini diterjunkan membantu para korban gempa dan sunami senantia di berikan kekuat dan kesahatan dalam melaksanakan tugas yang diberikan. (arf-red)

Jelang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 TNI, Kodim 0702/Purbalingga menggelar doa bersama


PURBALINGGA. mengenang peristiwa yang sangat tragis dan menjadi lembaran sejarah penuh dengan tragedi memilukan bagi bangsa Indonesia yaitu peristiwa pemberontakan oleh Partai Komunis Indonesia(PKI) dengan memporak porandakan Negara dengan tujuan mengganti idiologi Pancasila dengan idiologi komunis, suatu kepercayaan yang tidak mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa.

Peristiwa yang dikenal dengan Gerakan 30 September ini masih menyisakan duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia, diantaranya terdapatnya 7 orang putra terbaik bangsa menjadi korban kebiadapan PKI. (1/10)

Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Andy Bagus D.A. S.IP menuturkan, acara do’a bersama secara serentak dilakukan oleh keluarga besar TNI ini, adalah berdasarkan himbauan langsung dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono” kata Dandim 0702/Purbalingga.

Melalui do’a bersama Dandim 0702/Purbalingga juga mengajak untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga rasa persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia yang setia kepada Pancasila berhasil menghancurkan PKI.

Kita sadari sepenuhnya bahwa keberhasilan tersebut bukan karena kehebatan TNI semata, melainkan karena peran aktif rakyat Indonesia. Maka dari itu menjelang HUT TNI Ke-73 yang akan dilaksanakan beberapa hari kedepan, merupakan momentum yang tepat sebagai bentuk manunggalnya TNI dan seluruh komponen masyarakat guna bersatu padu mempertahankan NKRI melalui refleksi makna nilai-nilai dari kesaktian Pancasila.

Melalui nilai-nilai itulah yang menjadi sumber kekuatan untuk membangun kembali jati diri bangsa ini dengan melakukan perubahan yang lebih baik, karena sejatinya jati dari TNI adalah tentara rakyat.
Melalui momentum tersebut selain mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh persatuan juga mengingatkan kita kepada kewaspadaan terhadap upaya simbolis partai komunis yang dilakukan oleh penganut dan simpatisannya.

“selaku anak bangsa melihat kondisi ini cukup memprihatinkan kita semua, ancaman komunis menjadi kewaspadaan bangsa kita karena telah berulang- ulang kejadian pemberontakan dan penghianatan yang mereka lakukan,” tegasnya.

Dan terakhir puncaknya tahun ’65, hingga disitu ditetapkan oleh Keputusan Presiden untuk ajaran komunis tidak dibenarkan dan tidak boleh lagi hidup di bumi nusantara yang berlandaskan Pancasila “, lanjutnya.

Tanggal 1 Oktober kita akan melaksanakan upacara Kesaktian Pancasila, mari kita buka dan simak kembali apa itu Pancasila.

Dandim juga mengatakan, Garuda sebagai simbol negara, itulah lambang negara kita, itulah Indonesiaku yang diikat oleh satu kesatuan yaitu Republik Indonesia.

dari Pancasila tersebut terdapat norma perilaku bangsa Indonesia. Kehidupan Bangsa Indonesia yang dicerminkan melalui perilaku dan tindakan sehari hari yang terwadahi dalam sila-sila dari Pancasila. terang Dandim. (arf-red)



Koramil 01/Purbalingga gelar Nonton Bareng film Penghianatan G30 S/PKI bersama masyarakat


PURBALINGGA. Koramil 01/Purbalingga bersama seluruh anggotanya dan masyarakat sekitar mengadakan acara nonton bareng film Penghianatan G30 S/PKI yang bertempat di Aula kelurahan Purbalingga Kidul. (1/10) 
Pada kegiatan tersebut Danramil 01/Purbalingga Kapten Caj Purwanto menegaskan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah suatu organisasi yang ingin mengubah ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis. Ia menyatakan PKI telah dua kali melakukan penghianatan terhadap bangsa ini, yaitu pada 1948 di Madiun dengan membunuh para santri dan kiai. Lalu pada 30 September 1965 dengan membunuh tujuh jenderal Angkatan Darat yakni Jenderal Ahmad Yani, Letjen Suprapto, Letjen Haryono, Letjen S Parman, Mayjen DI Panjaitan, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Brigjen Katamso Darmokusumo yang ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.
"Tentara yang menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit tidak akan membiarkan siapa pun yang ingin mengubah ideologi Pancasila. Sehingga jika ada yang ingin mengubah ideologi pancasila, maka tentara adalah organisasi terdepan yang akan melindungi negara ini. Jangan sampai kita terpengaruh pada isu-isu yang ingin memecah belah, kita harus bangga dengan Pancasila," katanya.
Kegiatan nonton bareng tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan mengingatkan kembali kepada seluruh komponen masyarakat khususnya generasi muda akan adanya peristiwa penghianatan G 30 S/PKI, sehingga generasi muda benar-benar memahami sejarah bangsa ini serta berupaya mengantisipasi dan mewaspadai bahaya laten Komunis.
Paham komunis sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sehingga dapat membahayakan kehidupan bebangsa dan negara.
"Kita harus terus menjaga ideologi Pancasila yang merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia, dan terus menghayati dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya," kata Danramil 01/Purbalingga Kapten Caj Purwanto.(arf-red)