Minggu, 08 Desember 2019

Lomba Pidato Tingkat Pelajar Juga di Gelar di Festival Jenderal Soedirman 2019



PURBALINGGA__Dalam rangka menyemarakkan Festival Jenderal Soedirman 2019 Kali ini panitia juga menggelar kegiatan lomba pidato tema perjuangan untuk kategori pelajar di hari pertama setelah pembukaan pelaksanaan festival dengan mengambil tempat di pendopo Kecamatan Rembang.(6/12).
Lomba pidato mengambil tema perjuangan diikuti oleh 33 siswa-siswi peserta perwakilan dari Sekolah Lanjutan Tingkat Atas se Kabupaten Purbalingga.
Dalam pelaksanaannya kegiatan ini mengambil jury berpengalaman dari berbagai unsur seperti diantaranya Bapak Sudino, Bapak Andi prasetyo dan Bapak Agus Widodo.
Kapten Inf Suhadi Danramil 12/Karanganyar Kodim 0702/Purbalingga sebagai Koordinator kegiatan lomba pidato menyampaikan," tema dari lomba pidato yaitu perjuangan. Kalau bicara perjuangan pastinya tidak pernah lepas dari sejarah dimana sejarah adalah sesuatu yang terjadi dimasa lampau, fungsi sejarah penting untuk media pembelajaran dan pengetahuan. Jika di jabarkan lagi ada banyak manfaat belajar sejarah lainnya termasuk sebagai media rekreatif dan inspiratif sehingga sesuai apa bila yang menjadi sasaran peserta lomba pidato ini adalah generasi muda yang nantinya pasti akan jadi penerus bangsa,"terangnya.
Tampil sebagai juara mewakili sekolahnya diantaranya adalah juara 1 diraih perwakilan dari SMK1 Bukateja, juara 2 SMA Ma'arif Karangmoncol, juara ke 3 dari SMA 1 Kejobong.
Kemudian sebagai juara harapan berturut turut yaitu SMA1 Rembang, SMAN 1 Kutasari, SMAN 1 Purbalingga.
(Pendim0702/Pbg).


Ada Lomba Tari Pejuang S.Ngaliman di Festival Jenderal Soedirman 2019



PURBALINGGA__Memasuki hari ke dua gelaran Festival Jenderal Soedirman dilaksanakanlah lomba tari Pejuang S.Ngaliman di pelataran Monumen Tempat Lahir Soedirman Desa Bantarbarang Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga.(7/12).
Tari Pejuang S.Ngaliman merupakan tari dari Surakarta Jawa Tengah dimana memberikan makna akan perjuangan bangsa yang di jaman sekarang tidak lagi melawan penjajah Belanda tapi kita sekarang dituntut untuk dapat mengisi kemerdekaan dimana salah satunya dapat dilakukan melalui pelestarian atau pembelaan seni dan budaya yang merupakan harta warisan leluhur yang tak ternilai harganya.
Tarian ini terinspirasi dari perjuangan rakyat Indonesia kompilasi saat melawan penjajah Belanda, makna tarian ini sendiri di jaman sekarang lebih berisi nilai-nilai dan semangat perjuangan yang harus digelorakan untuk menumbuhkan semangat bagi para generasi muda penerus bangsa untuk dapat mengisi kemerdakaan bangsa.
Menurut Ratna Host pada lomba ini, "tarian ini menggabungkan unsur teatrikal dengan unsur tari yang menggunakan komposisi yang sempurna dan saling melengkapi dengan ditarikan oleh 10 penari dimana gerakannya banyak menggunakan gerakan mirip seorang prajurit. Setiap gerakannya selalu kompak dan artistik yang dipadu dengan riasan serta busana yang mendukung sehingga akan menambah keindahan tari ini untuk disaksikan,"Kata Ratna.
Lomba ini sendiri diikuti oleh 20 peserta dari berbagai unsur baik kalangan pelajar, sanggar tari maupun masyarakat umum. Adapun hasil Kejuaran, diambil 6 besar yakni berturut-turut : SMK N 1 Bukateja, SMK N 1 Purbalingga, Sanggar Tari Sekar Jagat Bojongsari, SMA N 1 Rembang, SMA N 1 Kutasari, SMK N 1 kaligondang.
(Pendim0702/Pbg).


Drama Kolosal Perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman Turut Semarakkan Festival Jenderal Soedirman 2019




Purbalingga__Drama kolosal perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia turut ditampilkan saat pembukaan Festival Jenderal Soedirman tahun 2019, di Monumen Tempat Lahir Soedirman (MTL) Desa Bantarbarang Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga, Jumat (6/12).
“Drama kolosal dimainkan oleh gabungan anggota Kodim 0702/Purbalingga,siswa-siswi SMKN 1 Kaligondang, SMK Wirayudha Purbalingga, Komunitas Jeep Purbalingga, dan Aeromodeling Purbalingga. Dari drama kolosal ini kita dapat mengerti bagaimana perjalanan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang bersama sama seluruh rakyat Indonesia merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah,” kata Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Yudhi Novrizal, S.I.P., M.Han.
Jenderal Soedirman digambarkan dalam Drama kolosal Usai berpamitan dengan Istri dan keluarganya dimana pada saat itu sebetulnya soedirman dalam keadaan sakit bangkit dan melapor ke Presiden Soekarno. Soedirman tetap bersikeras berjuang meski Presiden Soekarno memintanya beristirahat.
Sudirman memutuskan bergerilya untuk melawan penjajah. Sementara pihak Belanda yang pada saat itu sedang menjajah memerintahkan pasukannya untuk menangkap Jenderal Sudirman hidup atau mati.
Dari seklumit adegan tersebut ada banyak suri tauladan yang dapat kita teladani, bahwa kita sebagai warga Negara Indonesia khususnya warga Purbalingga tempat dilahirkannya Jenderal Soedirman wajib berbanga serta menauladani patriotisme, cinta tanah air serta sifat dan watak kesatria Panglima Besar Jenderal Soedirman yang dengan tulus ikhlas rela mengorbankan harta dan nyawanya sendiri demi kemerdekaan Indonesia.(Pendim 0702)


Festival Jenderal Sudirman 2019 Resmi Di Buka



Purbalingga__Sebuah gelaran akbar di Kabupaten Purbalingga yg bertajuk Festival Jenderal Soedirman tahun 2019 dibuka secara resmi oleh Dandim 0702/Pbg Letkol Inf Yudhi Novrizal,S.I.P., M.Han. Jumat, (6/12).
Kegiatan Festival yang akan di gelar dari tanggal 6 sampai 8 Desember 2019 adalah merupakan agenda rutin tahunan di kabupaten Purbalingga dimana Kodim 0702/Purbalingga sebagai penyelenggara kegiatan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga disamping unsur pendukung lainnya. kegiatan ini digelar dengan maksud untuk meneladani perjuangan Jenderal soedirman dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Kegiatan festival kali ini sedianya secara resmi dibuka oleh Bupati Purbalingga namun karena berhalangan hadir maka diserahkan kepada Dandim untuk membukanya.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Dandim disampaikan," Festival Jenderal Soedirman diselenggarakan di desa Bantarbarang Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga sebagai upaya menumbuhkan rasa nasionalisme, patriotisme serta cinta tanah air kepada khususnya generasi penerus bangsa untuk dijadikan suri tauladan guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,"terangnya.
Upacara pembukaaan diawali dg display drumband Canka Swabangga SWK (Saka Wira Kartika) dibawah pembinaan Kodim 0702/Purbalingga kemudian Selanjutnya setelah upacara dilaksanakan di gelarlah Sosio drama perjuangan Panglima besar Jenderal Soedirman dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia gabungan dari berbagai unsur seperti Siswa-Siswi SMK N 1 Kaligondang,Komunitas Jeep Purbalingga dan anggota Kodim0702/Purbalingga.
Selain tamu undangan dari unsur Forkopimda maupun yang mewakilinya turut hadir pula KasiPers Korem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Harton,S.Pd mewakili Danrem 071/Wijayakusuma serta masyarakat Purbalingga dan sekitarnya yang berjejal tumpah ruah turut antusias memeriahkan gelaran Festival tahun ini.
(Pendim0702/Purbalingga)


Selasa, 03 Desember 2019

Karya Bhakti Spektakuler Kodim 0702 Purbalingga Tembus Jalan Penghubung Dua Desa




Purbalingga. Masyarakat di dua Desa Yakni Desa Semampir dan Tanalum Kecamatan Rembang Purbalingga bergembira menyambut terbukanya jalan penghubung didesanya

“Alhamdulillah, sekarang mah enggak usah berputar dulu kalau mau ke tempat saudara di Desa Tanalum, Saya bisa melewati jalan baru ini hingga bisa cepat sampai ke tujuan,” ujar Kurniati, perempuan paruh baya yang sedang semangat bekerja. (29/11)

dengan diawali apel pengecekan, Kodim 0702 Purbalingga yang dipimpin oleh Danramil 13/Rembang Kapten Cba Heri Bersama sama Warga kurang lebih 300 orang didua desa yang datang sengkuyung melaksanakan pengerjaan jalan tersebut.

Kegiatan Karya Bhakti Spektakuler dengan sasaran pembangunan akses jalan baru sepanjang 2250 M dengan lebar 6 meter menghubungkan dua desa yakni Semampir dan Tanalum menggunakan anggaran pemerintah dan TNI AD

Kebersamaan dengan seluruh komponen masyarakat, kata Danramil 13/Rembang Kapten Cba Heri sebagai bentuk kepedulian akan pembangunan desanya. Disamping itu kegiatan tersebut juga merupakan momentum menumbuhkan semangat gotong royong sebagai jatidiri bangsa Indonesia yang saat ini kian luntur.

“Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, akan lebih memberikan semangat bagi masyarakat untuk semakin peduli dengan pentingnya gotongroyong dan membanguan kebersamaan dalam pembanguanan,” harapnya

“Dengan karya bhakti semacam ini, mudah-mudahan mampu merekatkan hubungan yang harmonis antar warga dan menjalin Kemanunggalan TNI dan Rakyat,” jelas Kapten Cba Heri

Selain Itu Kepala Desa Semampir mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada semua masyarakat khususnya Kodim 0702/Purbalingga yang telah menggagas kegiatan Karya Bahakti ini.

"Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini akan terus berkelanjutan dalam medongkrak masyarakat akan lebih peduli tentang pentingnya pembangunan di desanya sebabagi wujud dalam mengisi kemerdekaan yang telah diraih oleh para pahlawan pendahulu,tuturnya. (Pendim 0702/Pbg)


Kodim 0702 Purbalingga Sebagai Satuan Kewilayahan Dan Masyarakat Tidak Terpisahkan




Purbalingga. TNI dan masyarakat memang tidak dapat dipisahkan, karena TNI berasal dari rakyat dan akan selalu bersama-sama dengan rakyat dalam menjaga keutuhan NKRI. Untuk itu TNI terus menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat, melalui pembinaan teritorial. Binter merupakan salah satu fungsi utama TNI dan merupakan bagian tugas yang harus dilaksanakan untuk menwujudkan kemanungglan TNI dan rakyat dalam rangka tercapainya tugas pokok TNI. Dalam mewujudkan dan memelihara semangat kemanunggalan TNI Rakyat maka diperlukan suatu sikap perilaku TNI yang baik, agar tercipta citra positif di masyarakat. Binter merupakan salah satu fungsi utama TNI dan merupakan bagian dari tugas yang harus dilaksanakan untuk mewujudkan kemanunggalan TNI Rakyat dalam rangka tercapainya tugas pokok TNI.

Binter sebagai salah satu fungsi utama TNI diselenggarakan secara profesional sebagai bagian dari panggilan tugas untuk menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan NKRI. Jatidiri TNI sebagai Tentara Rakyat sangat melekat pada dada setiap prajurit dimana kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan roh maupun jiwanya TNI. Oleh karena itu dalam gelar satuan TNI diwujudkan organisasi yang bertugas membina kemanunggalan TNI dengan Rakyat melalui Satuan Komando kewilayahan (Satkowil) untuk menyiapkan ruang alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara.

Dalam implementasinya Binter dilaksanakan TNI secara profesional tetap mengedepankan kepentingan politik negara yang mengacu pada nilai dan prinsip demokrasi, supremasi sipil, dengan tetap memegang teguh Jati diri TNI. "Pelaksanaan Binter harus dapat diukur, dipertanggungjawabkan dan dirasakan manfaatnya secara nyata, aktual dan faktual bagi kepentingan aspek kesejahteraan dan pertahanan yang memegang teguh prinsip-prinsip penyelenggaraan pertahanan negara. Yang dimaksud pemberdayaan wilayah adalah membantu pemerintah menyiapkan potensi daerah, membantu pemerintah menyelenggarakan pertahanan dasar kemiliteran dan membantu pemerintah memberdayakan rakyat sebagai komponen pendukung pertahanan negara.

Selanjutnya dalam memberdayakan kekuatan pertahanan, TNI harus berperan aktif, sedangkan kekuatan TNI saat ini adalah Satkowil yang tergelar dari tingkat Desa, Kecamatan sampai Kabupaten/Kota. Oleh karena itu Komandan Satkowil harus bisa mengembangkan peranannya didaerah, terutama dalam membina potensi pertahanan untuk memberdayakan menjadi kekuatan pertahanan, guna mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa Indonesia. (Pendim 0702/Pbg)


Para Wanita Tangguh Pada Kegiatan Karya Bhakti Spektakuler Kodim 0702/Purbalingga




Purbalingga . Nampak pemandangan ekstra berbeda dari biasanya di lokasi Karya Bhakti Spektakuler Kodim 0702/Purbalingga, banyak ibu- ibu Perkasa dari desa semampir dan Tanalum ikut ambil bagian membantu pelaksanaan pengerjaan Jalan sepanjang 2250 meter dengan lebar 6 M yang menghubungkan dua desa di Kecamatan rembang.

Ibu‐ibu yang biasanya pagi hari menyiapkan sarapan untuk anak dan suami yang akan beraktifitas, Jumat pagi ini nampak gasik telah berada dilokasi Karya Bhakti ikut serta membantu bapak-bapak TNI dari Kodim 0702/Purbalingga membantu pembangunan di desanya.

Sulitnya jalan dan berlumpur tidak menyurutkan semangatnya Masyarakat Semampir dan Tanalum untuk membantu penyelesaian jalan yang sedang dikerjakan TNI dengan masyrakat setempat.

"Bagi kami sebagian besar wanita desa Semampir kerja berat dan melalui medan berat sudah biasa dilakukan,karenanya meskipun kami wanita tidak mau kalah dengan kaum pria saat berpartisipasi untuk pembangunan desa kami",ujar Suminem. (Pendim 0702/Pbg)